Langsung ke konten utama

Bendul

Assalamualaikum,


Terkadang tidak semua hal-hal yang memungkinkan dalam penulisan bisa ditulis. Dulu, pernah terpikir bahwa semua hal bisa ditulis. Semua dilakukan dalam porsi positif. Pedoman saya dalam menulis, Karena sudah harga mati. Kebebasan menulis adalah dengan tidak menebar suatu keburukan sehingga saya dan minimal satu pembaca saja tidak berubah menjadi pribadi yang su'udzon.

Well, sebenarnya bukan itu yg ingin saya tulis kali ini. Tapi, atas saran suami untuk menulis atentang pengalaman kehamilan saya di trimester awal lalu. Alhamdulillah. Alloh benar-benar mengatur segala sesuatu dengan baik. Tentu. Dia benar-benar Maha Bijak, Maha Baik dan hal-hal Mulia lainnya. Namun... Asal muasala dari paragraf pertama sama sekali tidak membuktikan apa-apa. Nyatanya saya tidak bisa menulis layaknya teman-teman hamil lainnya. Saya benar-benar stuck tidak punya pilihan kata-kata yg tepat. 

Kenapa?!

Entahlah, tidak tertemu jawabannya. Karena rasa yang luar biasa menjadi seorang yang akan menjadi Ibu, perasaan campur aduknya yang tidak bisa saya gambarkan dengan tulisan. Walaupun sebenarnya sangat mudah untuk menulis. Saya mual-mual, muntah-muntah, pinggang dan punggung saya sakit. Well itu hanya segelintir kecil dari perubahan fisik seorang wanita yang sedang hamil. Tapi lebih dari itu, rasa akan memupuk cinta dan kenangan akan Mama sangat besar. Bahkan tiap waktu bisa jadi ibrahnya sendiri. Tiap hari selalu menjadi kelas tersendiri. Bayangan akan panggilan "Umma" oleh anak saya kelak insya Alloh memang menjadi suatu impian tersendiri. Tapi, untuk hal yg sangat-sangat penting. Ah... entahlah pemirsa. Apa saya kena insomnia?!

Setidaknya bukan hanya karena 'perasaan hampir sempurna', tapi, lebih karena mengingat jasa Mama, pun Papa.




Wassalam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…

Cerita yang masih disana

[pada bagian kedua]

Assalamualikum,
Ya... melanjutkan  jelajah pulau seberang ya. Hari terakhir di Makassar saya baru bisa pergi ke suatu benteng yang terkenal di sana. Namanya.... Fort (haiyah, benar-benar lupa). Intinya setelah bertahun-tahun saya sambang ke Makassar baru kali ini bisa menapakkan kaki disana. Benteng yang terletak di pinggir pantai ini luar biasa indah. Mengapa? Karena pemerintah benar-benar menjaga dan merawat bangunan ini. Ini hebat. Banyak kan peninggalan sejarah yang tidak terawat oleh pemerintah maupun masyarakat. Padahal saksi bisu itu merupakan bagian kenangan dari para pahlawan ya. Yaa.... kebanyakan dari kita memang kurang dalam menghargai sejarah ya. Sekarang sejarahnya malahan musik barat atau korea kan? Hayoo ngaku.
Mari cuz saja kita keliling benteng bagus ini, yuk.
Bagian pilar-pilar yang masih lama ini berdiri gagah
Bagian bersih dari tiap sudut merupakan kebanggaan dari benteng ini
Salah satu peninggalan dari masa lalu ya. Itu...apa bacanya?

Kan kan? Say…