Langsung ke konten utama

Di bagian manakah?

Assalamualaikum....

Satu langkah cerita, yang disusun pada suatu malam. Sedikit kelam, pada waktu ternama nikmat pernikahan. Aku dan pria kecintaan lain setelah Ayahku. Saat hak ini tertuntut untuknya. Lalu ia mulai kisahnya dari kisah yang lainnya. Yang tak jauh dari bagaimana menghambaNya. Yang ia tebar bagaimana rupa-rupa manusia setia pada RabbNya.

Satu waktu yg berharga. Cerita atas seseorang yang terluka raga hingga tak mampu ia berdiri diatas dunia. Pada suatu takdir yang mungkin saja ia tak terima. Bahwa ada sesuatu yang istimewa terjadi padanya. Ya.. memulai hidupnya dengan tertatih lemah. Semangatnya tidak pudar. Kesempurnaan raga sudah termakan waktu. Namun... suatu ketika, ia memulai lagi untuk bercinta dengan RobbNya melalui 'pena' pada lembaran ternama mulia. Al Quran. Begitu ia cinta sampai-sampai tak ada yg dapat ia lakukan selain hanya membaca surat cinta Tuhan pada UmatNya. Ia bisa saja terluka. Tapi tidak hatinya. Tidak semangat yang membara akan juang sabar. Ia tahu, ujung nantinya ia ingin bertemu kekasih para hamba-hamba yang rindu dan cintaiNya. "Bagaimana ia melakukannya sedangkan kaki dan tangan tak mampu ia gerakkan?". Satu dari ribuan tanya yang akupun ikut didalamnya. Mungkin tangan dan kakinya tak dapat ia manfaatkan penuh saat ini. Tapi dengan mulutnyalah ia membaca Al Quran. Dengan hatinyalah ia titipkan rindu pada waktu yang mengantarkan pada ILLahnya. 

Kata kecintaanku, sebelum kami terlelap dalam tangisan. Alloh memampukan tiap-tiap insan sesuai dengan kadarnya. Dengan apa yang ia bisakan. Seseorang yang kaya akan dimampukan untuk mensedekahkan harta dijalanNya. Seorang miskin akan dimampukan untuk berjalan di rumah-rumah Alloh untuk beri'tikaf (secara harfiah).
Lalu timbul tanya.... "Bagaimana posisiku saat ini dihadapanNya kelak?".  Bila masih begini, bila tetap ini-ini saja.

Bagaimana aku disayangiNya bila aku tak menyayangiNya dengan jalan yang sudah jelas ia sediakan untuk banyak manusia?!



Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…