Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Pugar rana

Dan kadang kita bercerita, yang hanya didengar gemuruh udaraAtau kadang kita sedikit mengarang perasaan Pada habisnya titik pena
Kita melompat bersama, mencoba bersahabat akan waktu yg memang memaksa kita untuk maju walau dapat kita tengok sesekali ke belakang
Kita melihat fana, yang sering kau lihat aku pada gelap, atau kita yang melihat indahnya maksiat
Kita tidak melukis keterbiasaan, karena kenangan bisa akan sangat menyakitlan bila diangan-angan Kita hanya ingin melukis indah pada tiap taat yang hanya tercatat di istana langit di atas sana
Hanya tiap inci dari tiap-tiap rindu, untukmu.....


Apalagi untukNya.


Wassalam, Renotxa


Di bagian manakah?

Assalamualaikum....
Satu langkah cerita, yang disusun pada suatu malam. Sedikit kelam, pada waktu ternama nikmat pernikahan. Aku dan pria kecintaan lain setelah Ayahku. Saat hak ini tertuntut untuknya. Lalu ia mulai kisahnya dari kisah yang lainnya. Yang tak jauh dari bagaimana menghambaNya. Yang ia tebar bagaimana rupa-rupa manusia setia pada RabbNya.
Satu waktu yg berharga. Cerita atas seseorang yang terluka raga hingga tak mampu ia berdiri diatas dunia. Pada suatu takdir yang mungkin saja ia tak terima. Bahwa ada sesuatu yang istimewa terjadi padanya. Ya.. memulai hidupnya dengan tertatih lemah. Semangatnya tidak pudar. Kesempurnaan raga sudah termakan waktu. Namun... suatu ketika, ia memulai lagi untuk bercinta dengan RobbNya melalui 'pena' pada lembaran ternama mulia. Al Quran. Begitu ia cinta sampai-sampai tak ada yg dapat ia lakukan selain hanya membaca surat cinta Tuhan pada UmatNya. Ia bisa saja terluka. Tapi tidak hatinya. Tidak semangat yang membara akan juang saba…