Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Menulis bersama

Koma pada makna.Yang terhenti akan tersandung?! Jatuh terguling sampai berhenti pada satu titik?! Atau berhenti melompat kecil sambil berhati-hati.
Ada yang kelam di tiap aku dan kamu. Apa kau tahu legamnya bintang tanpa bumi?! Apa kau juga tahu hitamnya laut tanpa sinar mentari?! 
Kadang kau tersikut, kadang pula sedikit terinjak. Tapi tahukah?! Seekor ulat mampu menyamai indahnya rembulan. Bahwa ilLahmu dan ku adalah Penyayang tanpa lelah.
Mengapa kita tak menulis akhir cerita tiap kita pada kata bernama Jannah?!
Bisa antara kita saja. Atau dengan klise berbeda pada barat daya?! :)


Wassalam, Renotxa.

(Masih)

27 september 2014
Aku membayangkan bagaimana Nabi melakukan Haji. Dengan keadaan yg jauh berbeda dari saat ini. Pernah suatu hari, kami pergi ke tempat arofah yg insya Alloh akan didatangi jumat depan nanti. Matahari serasa berada di ujung kepala. Panasnya melebur pada dada. Badan ini berat melangkah. Tak khayal, beberapa cerita tentang banyaknya sabar terus terdengar. Haruslah jadi perisai walau tak sempurna.
Itu yg lalu...
Hari ini, langkah kaki masih tetap pada Masjidil Harom. Tempat dimana napak tilas Ibrahim as melekat dekat. Hari ini Alloh ajarkan lagi, di depan mata dengan ribuan orang berdiri dengan sujud satu ILLah. Sempat berpikir. Alloh pasti sangatlah 'sibuk' sekali. Mengurusi banyak orang yg rupa-rupa takdir, umur, rejeki, dan lain-lain. Itupun dalam puluhan tahun, mungkin. Dan Alloh pastilah Maha Hebat. Karena tidak hanya urusanmu, Urusanku pun pasti Ia mudahi. 
Saat ini, diatas Mesjid ini kembali menggelar sajadah bersama. Langit-langit Mekkah indah sekali, seindah …

Beberkah

26 september 2014
Gulungan malam. Giliran bulan dan bintang selimuti mekah. Malam ini, langit2 mekah bertebaran doa. Doaku, doanya, doa mereka. Hal yg paling mengagungkan. Menghidupkan malam dengan sujud, merendah sesama tanah.
Ka'bah masih gagah berbaju ihrom. Kali ini, mencoba menapaki raut suasana hijr Ismail. Berbanyak banyak manusia tumpah ruah. Mencoba berbaur mendapati lengkungan setengah. Berdesakan. Bergejolak antara melengkapi niat dan kecintaan serta meredam rasa menyakiti, mendzolimi. Aaah... Alloh. Berat nian.
Usaha langkah ini pelan-pelan ditelusuri. Melewati ratusan orang yg datang melingkari Ka'bah. Kami tengah akan masuk ke Hijr Ismail. Lalu....terjepit. Terjepit sampai dada menyesak, terhimpit sesama badan. Pengap. Kata-kata Alloh hanya ada dalam pikiran. Ya Alloh, kalaulah begini. Tiada yg dapat menolong kecuali pertolongan Alloh. Aku sebut lama-lama nama Muhammad dalam sholawat. Hanya itu yg ada dalam pikiranku. Semakin memejamkan mata. Semakin pasrah meminta …