Langsung ke konten utama

Bagian "SAH"

Assalamualaikum,

Tentang : bagaimana saya 'sedikit' mengerti dengan perasaan mengenai pernikahan saya. Tentang bagaimana bedanya 'memupuk' perasaan terhadap seseorang dengan hanya memendam perasaan itu sendiri ketika saya belum memiliki seseorang yang belum menjadi halal (cinta monyet misalnya atau cinta-cinta lainnya).

Alhamdulillah, kesempatan untuk 'memiliki' seseorang (karena pada dasarnya saya ataupun dia sesungguhnya milik Alloh semata) diberikan Alloh diwaktu yang sangat tepat. Dimana yang lain masih berimajinasi untuk hidup bersama dan masih merajut perlahan-lahan takdirnya masing-masing. Alloh mewujudkan mimpi saya yang dahulu menurut saya sangat-sangat tidak mungkin. Peta saya perlahan-lahan mulai tergambar jelas. Saya baru memulai bagian dari peta saya yang lain tentang pernikahan. Masya Alloh. 'Nikmat' paling berat adalah saat seseorang dibukakan nikmat perasaan indah terhadap lawan jenis dan ketika pintu halal belum di depannya, yang dirasakan adalah kegelisahan tak terkira. Alhamdulillah. Yang dilalui memang sangat-sangat menguras pikiran dan energi. Semoga tiap-tiap bujang menemukan jalan untuk meminang, dan puan-puan tersegerakan untuk dipinang. 

Yang dahulu hanya dipikirkan sendiri, sekarang berdiskusi kecil nan menyenangkan. Yang dulu bebas berkegiatan tanpa batas, sekarang lebih teratur dalam waktu, dalam tenaga. Yang sudah lama hanya memonotonkan diri dalam kebiasaan, sekarang terasa lebih berwarna dan bervariasi dalam berkehidupan.

Saya tidak memamerkan, hanya secara jujur, semua orang yang menikah insya Alloh merasakan hal yang sama, Semoga tiap waktunya akan tetap lebih baik dan lebih indah dalam menjalankan episodeNya. Walau banyak pandangan tentang pernikahan awalnya dan kesudahannya. Namun, harapan pada Alloh sangat besar terhadap indahnya beribadah melalui jalur halal ini. 

Semoga, tiap-tiap orang tersempat merasakan nikmatnya pernikahan. mendapatkan yang terbaik dari doa dan usahanya. Masih ingat kata seorang kawan, "Bagaimana mungkin kita berharap mempunyai anak yang sholeh dan sholeha kalau perjalanan untuk mendapatkannya saja tidak mencerminkan kesyariatan yang baik?!". 

Semoga Alloh merahmati tiap jalan.

Aamiin.



Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…