Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Tanahmu, ku

Assalamualaikum,
Kerabat, tetangga, saudara saya, Bayu, 20 tahun, pagi ini, Jumat, 27 Juni 2014, sudah 'memulai' perjalanan ke arah Alloh. Beliau meninggal insya Alloh dengan tenang (aamiin) pagi ini. Ya Alloh, dunia ini. Ya Alloh, maut itu. Apa daya kita untuk menghadang, menolak, atau menghadirkan?! Tak ada yang mampu. Sungguh, mata saya harus terbuka lebar-lebar mengenai bagaimana membawa persiapan ini sedemikian rupa. Siap kehilangan orang-orang yang disayangi. Namun terkadang lupa. Bagaimana persiapan saat seorang diri kita meningglkan banyak hal yg kita sukai. Keluarga, sahabat, ilmu, Guru. Sudah siap?!
Masih berpikirkah bahwa umur kita masih jauh dari maut?!


Wassalam,

Bagian "SAH"

Assalamualaikum,
Tentang : bagaimana saya 'sedikit' mengerti dengan perasaan mengenai pernikahan saya. Tentang bagaimana bedanya 'memupuk' perasaan terhadap seseorang dengan hanya memendam perasaan itu sendiri ketika saya belum memiliki seseorang yang belum menjadi halal (cinta monyet misalnya atau cinta-cinta lainnya).
Alhamdulillah, kesempatan untuk 'memiliki' seseorang (karena pada dasarnya saya ataupun dia sesungguhnya milik Alloh semata) diberikan Alloh diwaktu yang sangat tepat. Dimana yang lain masih berimajinasi untuk hidup bersama dan masih merajut perlahan-lahan takdirnya masing-masing. Alloh mewujudkan mimpi saya yang dahulu menurut saya sangat-sangat tidak mungkin. Peta saya perlahan-lahan mulai tergambar jelas. Saya baru memulai bagian dari peta saya yang lain tentang pernikahan. Masya Alloh. 'Nikmat' paling berat adalah saat seseorang dibukakan nikmat perasaan indah terhadap lawan jenis dan ketika pintu halal belum di depannya, yang diras…

I wished i could wish for

Assalamualaikum,
Andai ada Muhammad saat ini, kami ingin berbicara panjang mengenai banyak hal. Hal yang terindah hingga terasa sangat 'menyeramkan'.  Adakah bila Muhammad disini, kita duduk bersama. Mendengar apa yang hendak ia peringatkan, ia nasihatkan, ia sampaikan tentang bagaimana sebagai umat Muslim tak berhak antar satu sama lainnya bersikap buruk dalam berbicara, bertingkah, bahkan berprasangka. Tentang hal-hal yang nyata dapat menjadi teman ataukah lawan. Tentang niat baik seseorang dan banyak orang. Dan tentang deen serta sesuatu yang membawa ibrah. 
Andai ada Muhammad, mata dan telinga kita tertuju padanya, mengenai bagaimana cara kita menerima takdirNya, berharap dengan menerjuni tiap usaha, tiap doa dan keyakinan akanNya, yang hanya Alloh saja sumber awal dan akhirnya. Tentang bagaimana meyakini dan merasakan bagaimana Monoteisme ini tetap ada dari asal muasalnya.
Andai ada Muhammad, solusi apapun akan terpecahkan dengan mudah tanpa adanya kontra, saling menyera…

Dari tangan di atas.

Assalamualaikum,
Kapan hari saya diberi bacaan baru oleh suami saya. Judulnya "SEDEKAHLAH Maka Kau Akan Kaya"., saya baru membaca hampir setengah bukunya. It does matter that rich is about money and things you can buy with it. Dan alhamdulillah, buku ini, mengingatkan saya dan membukakan pola pikir saya tentang kaya dalam harfiah nyata. dalam hal sedekah adalah mengenai kebaikan dalam hati, mengharap penuh 'wajah' Alloh dan pertemuan nan indah nantinya. Masya Alloh, kalaulah dalam hal nikmat yg berlimpah, itu sah-sah saja, karena tiap makhluk memang tidak mampu menciptakan kebahagiaannya sendiri kecuali atas RahmatNya.
Bahwa sedekah adalah alat untuk mendekatkan diri pada Alloh. 'Mengembalikan' kembali pada Sang Pemilik utamaNya. Sekaya apapun, seorang manusia tidak akan mampu 'membeli' dunia. Hal sederhananya mungkin, tak mampu kita 'beli' cahaya matahari dan hembusan udara alam. Tidak. Semua yg ada di bumi ini adalah hak manusia yang dikhususk…

Dua Pria berpeci nantinya

Assalamualaikum,
Suasana Indonesia kali ini sangat hangat. Ya, hangat menjelang periode baru, babak baru bagi seluruh alam raya dan penghuninya. Mengharap sesuatu yang baik di depan mata. Semacam berangan-angan pada kehidupan yang makmur, sentosa (bakunya piye?) dan hal-hal berkebaikan sesuai buku PPKN. Masya Alloh, walau saya kaget akhirnya siapa yg menjadi pilihan bagi kita semua. Tapi, harapan saya pribadi, memang bukan sesiapa lawan siapa. Tapi doa yang banyak untuk siapapun yg akan menjadi pemimpin kita kelak. Bukan antara kubu-kubu yang sedang 'bersaing' dan mudah-mudahan secara sehat. Karena identitas Indonesia laksana Pahlawan di masa dulu. 
Saya tidak tahu bagian mana dalam diri saya sebagai seorang yg nasionalisme. Tapi, dalam ini, saya benar-benar tidak main-main. Selektif dan jeli dalam memilih dari keduanya. Semoga, ya, harapannya hanya semoga, yang tidak hanya tidak kita menitikberatkan pada dua pemimpin kita nantinya. Tapi harapan agar seluruh masyarakat ikut m…