Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Marhaban, Abaya. ❤️

Assalamualaikum, 






Alhamdulillah... Wa syukurillah. Dua puluh tujuh tahun dalam penantian, Alloh memberi kesempatan untuk menyempurnakan separuh agama. Tersempat membuka tabir misteri Lauh Mahfudz milik Alloh SWT bahwa ....
Ia menjanjikan tiap insan punya 'teman' seumur hidup.  Ia menjanjikan tiap genggam adalah pelebur khilaf dosa. Ia menjanjikan tentramnya hati bila bersama. Ia menjanjikan bahwa mulia bisa terdapati dari aspek kehalalan. Ia menjanjikan rasa cinta dan sayang timbul dalam ikatan tuntunanNya (insya Alloh).
Terberkah sebagai harapan besar yg akan mengubah segalanya sebagai bentuk kecil dari ketakwaan.
Ya Alloh, terima kasih sudah mengirimkan langsung seorang pria diantara milyaran ikhwan di dunia ini yg menawarkan kebahagiaan. Terima kasih untuk tetap membuatnya bertanya tentang bagaimana aku bisa sendiri. Terima kasih untuk macam-macam kondisi yg membuat kami bisa bersatu untuk dapat berharap keRahmatanMu saat ini dan kelak. Dalam masa yg panjang agar suatu saat bisa me…

Ma... Ma...

Assalamualaikum,
I was hugged by Ma and she said, " Everything is fine, dear. I'm here. Don't be sad. Crying hard if you want. I'm here" << tentu dalam bahasa yg lebih dimengerti orang Jawa.
Hari ini berat. Sangat berat sampai Ma harus menghentikan tangisan saya. Seketika saya berhenti menangis sambil memeluknya. Berharap semua capai saya hilang. Semua sedih saya musnah. Alhamdulillah, saya masih punya Mama. Saya masih bisa merasakan pelukannya. Saya bisa menangis di tubuhnya. Walau saya tahu satu rumah mendengar suara auman singa. :))
Saya ini cengeng orangnya. Tiba-tiba ingin menangis sesenggukan. Tapi hari ini, Ya Alloh terima kasih. Pola pikir saya harusnya makin terbuka tentang arti pengorbanan. Arti hadir Ibu untuk anaknya. She catched me lightly and held me then. I love you, Ma.
(Pembaca bertanya-tanya. Masalahmu apa,nduk?!)
Kaki saya keseleo.
Bye.


Wassalam, Renotxa.

*lalu dibuang pemirsa ke laut.