Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari April, 2014

Dimana Alloh?!

Assalamualaikum,
Saya baru dapat pelajaran berharga hari ini. Tentang bagaimana menghadapai dan menerima takdir Alloh sepenuhnya. Dengan banyaknya pilihan, tantangan, kebutuhan.
Mengenai 'berani' melalui dan 'membela' Alloh karena keyakinan terhadapNya lebih besar dari apapun (insya Alloh). Dan memisahkan ketidaksukaan dengan kemakluman perihal dzolim dan lalim.
Masya Alloh. Bilakah tiap kita ini mampu menakar situasi dengan mengembalikannya lagi pada Alloh. Indahnya ikhlas terasa luar biasa. Lezatnya iman yg selama ini hanya terbayang-bayang bisa diraih dengan mudah.
Satu hal kebiasaan kita. Menyalahkan Alloh, 'mengharus'kan Alloh mengatur sesuatu sesuai dengan harapan kita karena kita merasa layak mendapatkan kebaikan daripada kesusahan. Mengapa memaksaNya?! Mengapa Alloh jadi salah satu 'pelaku' yang bisa jadi fokus salah keadaan?!
Jangan, Alloh tidak pernah kejam membuat banyak nyawa sampai begitu menderita hidup di dunia (bila mau buka hati).
Itu saja.

Wa…

Berapa duit?

Assalamualaikum,
Mengapa saya ngeri punya uang banyak?!. Walaupun niat saya bukan bertanya. Belajar banyak tentang pentingnya si uang ini tentang kehidupan sehari-hari. Yang terkadang bersahabat saat memberi dengan ikhlas. Menjadi lullaby saat mengharap membeli dunia dengan cara yang tidak halal. Dan menjadi gigi anjing saat mendapati terkejar-kejar hutang. 
Sampai saat ini saya masih ingat, bahwa duit 'seram' saya 50.000. Bukan 100.000. Karena 50.000 saja sudah  ngeri, apalagi diatasnya. Saya selalu gemetar ketika menerima nominal tersebut. Dulu ketika masih sekolah. Saya suka bertanya-tanya. Mungkion gak ya, dengan suit segitu orang-orang bisa membeli apa saja yang dia mau. Saya coba. Menuruti keinginan saya yang menurut saya makin lama itu bukan kebutuhan. Itu gaya hidup. Tempat 'basah' untuk bisa meriya'kan diri. Atau sekedar  punya saja tanpa tahu kapan dipakainya. Mubadzir detected.
Saya tidak punya banyak uang untuk bisa membeli keinginan saya saat ini. Sam…

"Kamu ini bagaimana sih?!"

Assalamualaikum,
Ada satu pertanyaan, banyak mungkin. :) Mengapa seseorang bisa hilang kepercayaan pada orang lain dan kenapa seseorang merasa diperdaya untuk suatu hal yang belum pasti adanya?! Ruwet ya?! :)
Iya... It was anybody back then. Or it's somebody. Sudah jadi tabiat manusia untuk jadi tipu daya, tidak jujur, dan hal-hal lain yang tidak mampu ia tahan demi 'rasa aman'. I include this part suddenly. Sangat susah merajut hidup dengan kejujuran dan etikat baik untuk dirinya dan orang lain. Ya, saat sebuah amanah meluncur padanya, dikerjakan atau tidak, orang tentu akan melihat sejauh mana akhir dari 'tanggung jawabnya'. Ia sama sekali tidak tahu bagian mana kesulitan saat menjalani banyak hal untuk mewujudkan proses akhirnya. Apapun itu, bagaimanapun itu. Keadaan semata-mata hanya ada pada dominasi si empunya saja. Pasti ndak paham. :))
Begini, saya tidak tahu bagian mana dari tiap orang dalam menghadapi kepercayaan orang karena memandang status saja. Don't e…

Hal ini dan itu

Assalamualaikum,
Sudah diduga saya bakal memposting sesuatu hari ini di tempat yg bukan rumah saya. Tiba-tiba saya rindu rumah saya. Tanaman apa kabar? Cucian apa kabar? Lampu juga gimana sekarang? =)) Saya berpikir pelan-pelan sambil menghabiskan roti ke 9 saya di jalan tadi. Hihihihi.... Mengapa hidup saya beberapa tahun terakhir sangat berkebalikan jauh dengan beberapa tahun sebelumnya (pertanyaannya, tahun keberapakah hal itu terjadi?!). Nha, bersyukur sekali bisa melakukan segala urusan tanpa tergantung pada siapa-siapa. Padahal, mengurus segala keperluan sendiri itu hal yang menakutkan sebelum saya berumur 17 tahun (pertanyaan selanjutnya, 2 tahun ke depan saya berumur berapa tahun?!). Kemarin saya berkesempatan bisa melakukan perjalanan. Bertemu orang baru, ilmu baru, dan kenyataan baru yang mengubah pola pikir saya tentang suatu hal. Tidak detail, tapi melihatnya dengan rasio terbaik yang saya punya.
Hal menarik pertama, pernah berpikir kenapa ada pohon dalam hutan?! Saya jug…

Robb is good at helping.

Assalamualaikum,
Bila memang Alloh sangat mudah mengatur tata surya serta isinya. Maka Dia Mampu mengatur perseorangan seperti aku, kamu, dia.
Karena masa lalu adalah bekal, sangu, praktik nyata yg pasti berguna suatu hari. Bila banyak hari dilalui dengan senang hati. Mengapa kaget dengan ujian sedih satu detik?!
Hanya karena dengan cara 'itu'lah agar peralihan kita untuk menengadah tangan dan berucap doa untuk bisa menyapaNya, pembuktian akan janjiNya untuk selalu hadir bersama kita, dan UcapNya bahwa, "Aku Ada", benar-benar nyata.
:)

Wasalam, Renotxa.

Masih malam

Prepared well many times backHello tomorrows indeed yesterday is becoming stranger And into deep path by dodging black ways I thanked every person, every hitch, every solution to keep pushing me hard More than i thought it went well Made many mistakes and did healing crisis Form a line of destiny so it called life itself
And nowadays i "stare" to the straight line to be a..... Somebody's somebody, insha Alloh. :)
(Mengandung yeek begini).
Wassalam, Renotxa.

Seinchi

Assalamualaikum,
Guru saya tiba-tiba berkata mengawali wacana setelah acara dari donatur telah selesai. Anyway, selamat milad adik Tyas (will she read this?!). Lupakan, saya tertarik pada satu pernyataan dari Pak Guru mengenai, "Yang paling susah adalah bagaimana kita selalu dekat dengan Alloh", sembari menerawang ke atas dan menghela napas. Yaa, Pak Guru saya saja demikian apalagi saya?! Halo, hati kamu apa kabar?! Dipakainya cuma sama perasaan terhadap lawan jenis ataukah yg lain??
I'd love to get more attention on it. Walau bahasan tadi saya rasa sangat sangat berat untuk dijawab, dan dilakukan pada saatnya. Tapi, memang harusnya dimulai untuk bisa tahu tastenya kayak seperti apa. Dekat. Dekat. Daritadi saya memikirkan dekat itu seperti apa?! Karena dalam sholat saja sangat susah untuk menitikkan fokus pada Alloh. Pada saat tangan meneruskan sodaqoh saja masih perlu pikir satu dua bahkan sepuluh kali untuk mengubah nominal. Ain't that numbers, i know. Tapi start ikh…

Pilih mana?!

Assalamualaikum,
Besok, sembilan april bakal jadi satu fase baru buat seluruh manusia di tanah Indonesia. Kita akan jadi juri untuk masa depan kita sendiri. Hebat, kan?! Sudah tahu, apapun yg jadi keputusan terbesar kita nanti akan jadi resiko terbesar untuk banyak orang?! Satu suara saja dari tiap orang, akan jadi penentu kompas Indonesia. 
Sahabat, saya tidak menganjurkan harus memilih partai atau orang-orang tertentu. Tapi saya menganjurkan untuk memulai semuanya esok hari dengan niatan baik, harapan yg besar kepada seluruh orang-orang yg namanya ada di kertas suara. Pilihlah, ambil hak kita sebagai pelaku dan penggerak kemakmuran bangsa ini. Golput?! Well... Begini, imho, tidak memilih adalah salah satu cara ketidakperdulian kita terhadap bangsa ini. Dalam kasus yg sama, kita punya andil besar kepada negara tercinta kita ini. Tidak percaya pada seluruh parpol. Ok, itu wajar, saya pun. Namun kenapa kita tidak memberikan kepercayaan penuh terhadap para bapak-bapak ibu-ibu tersebut. Bi…

//fiuuuh//

I felt like entering some hectic world in somebody's thought.
By far for saying antara religius, alim, takwa atau hal apapun yg berbau 'magic' kerohanian semacamnya. Kadang tertawa toleransi ciptaan kacrut benar-benar ampuh. Menganulir antara defend dan sabar memang gak mudah sih. Iya... I mean it. Yaah... Everybody feels the same way.
Jauh dari predikat di atas, kesimpulan memojokkan orang-orang penggiat ibadah namun masih dalam lingkaran maksiat itu sama sekali bukan hal yg dewasa. Judging or even 'smooth' mocking. Is there any reason to complain somebody's life?! Indeed,huh?? 
Semoga bukan contoh banyak orang seperti ini kita semua. Dear sahabat.   Tidak peduli berapa banyak sujud atau banyak tahan lapar siang hari untuk jadi orang yg benar-benar lurus. Sudah default kita bahwa tiap manusia punya peluang berbuat dosa. Yang berbeda hanya gimana itu akhlak bisa jadi baik, dari keseluruhan imbas ibadah fisik dan hati. "Yang sholatnya banyak aja masih bisa seli…