Langsung ke konten utama

Judulnya apa?!

Assalamualaikum,

Setelah 'tersesat' dalam forum fotografi, saya 'diperkenalkan' oleh seorang jurnalis. Hanya beberapa menit mengobok-obok tulisannya. 'Dipaksa' dewasa oleh wejangan dan karya lainnya. Menjadi penulis adalah hal yg menyenangkan. A gift from heaven. Begitu kira-kira. Dan pikiran baru muncul karena banyak hambatan. 'Mimpi seperti apakah yg kuinginkan terhadap pemimpinku saat ini?!'. Ya, bukan keterpaksaan saat ini bagaimana cara berharap akan seorang leader terhadap hidup banyak orang di muka Indonesia saat ini.

Saya hanya warga awam biasa yg tidak banyak tahu tentang politik. Tapi saya sama halnya seperti kebanyakan umat di bumi pertiwi ini. Peraga pemimpin-pemimpin di atas sana yg dengan berbagai niat kami ikut dalam arus panjang kebijakan mereka.

Mimpi?! Itu lagi. Kalau dalam keyakinan saya, Muhammad, Abu bakar, Umar, Ustman, Ali bin Abu Tholib adalah contoh besar pemimpin unggul. Bukan tanpa sebab. Karena perjuangan dimulai bukan dari kampanye. Bukan dari akan pemilu. Atau bagaimana memenangkan hati banyak orang. Tapi dengan penuh cinta sama-sama mengajak untuk mau berubah. Tidak hanya dimulai bersama. Tapi mereka memulai dari sejak lama, lalu rasa caring (memperdulikan) antar sesama yg sangat besar itu lah yg membuat tiap orang berbeda dalam duduk di kursi kepemimpinan.

Tahu apa kamu?! Kata pembaca di seberang sana. Iya, saya benar-benar tidak tahu bagian mana yg harus digambarkan secara gamblang atau secara teoritis. Hanya.... Saya hanya mampu membantu pemimpin-pemimpin diatas sana untuk mengubah diri saya sendiri. Berusaha membantu mereka dengan berpikir positif, bahwa tiap bergerakan selalu ada ujian dan hambatan. Walau tetap berdoa untuk sebuah harapan besar yaitu ketentraman.
Membantu para pemimpin dengan mendoakan mereka, tidak mengejek mereka, tidak melanggar peraturan lalu lintas, tetap bersekolah, tetap membayar pajak. Hanya itu. Itu saja.

Lalu.... Semoga Negeri indahku ini bisa menjadi tempat yg didamba para penghuninya. Yang senang hidup dan mati di tanahnya. Berlegawa dengan keterbatasan, dan keragaman yang ada.
Semoga. Ada satu jaman. Dimana kita saling tersenyum bahwa tiada kejahatan, keburukan dalam kehidupan tiap orang.


Itu saja.


Wassalam,
Renotxa.

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…