Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

Ya, gitu itu gimana?!

Assalamualaikum,
Membaca koran pagi ini layaknya nonton film horor. Bagaimana bisa memulai dari halaman depan atau belakang, hampir kesemua berita menegangkan (kecuali bagian iklan, lowongan pekerjaan, dan jadwal acara tv). Dari import beras, buronan, deportasi, bus terbakar, sampai penumpang yg dihajar massa. Dan lebih serem lagi pelakunya semuanya..... Manusia. :) << harusnya icon sedih atau bahagia?!
Indonesia ini macam mana orang-orang bisa hidup bahagia. Dibilang sejahtera ya ada aja yang ngemis, fakir cinta macam jomblo-jomblo di sekitar kita. Dibilang negara aman ya tetap aja ada bagian kriminalitas. Dibilang negara miskin tapi banyak yang punya hape dua-tiga-empat-lima. Apa gak bisa ya kita bikin dunia ini jadi lebih teratur gitu indahnya?! Minimal... Sehari gak marah-marah, mungkin?! Contoh kecil ini (berusaha menghayati inti mengaji minggu lalu). Atau, sehari gak berbohong?! (Ini pertanyaan pasti terjawab gak bisa serempak, lha wong manusia ini punya nama tengah 'nipu…

Dari dalam rumah dulu.

Assalamualaikum,
Actually saya suka kehidupan berumah tangga. Karena 'berpengalaman' menjadi seorang anak, maka memang hanya cara inilah saya berbahagia menjalani kehidupan 'rumah tangga' bersama mamak dan bapak saya. Melihat orang tua dalam membagi kebahagiaan adalah moment yang paling indah. Melihat yang lain mengalah, atau melihat keduanya berargumen merupakan suatu hal layaknya pameran 'pendidikan' untuk anak-anaknya.
Walaupun sedikit dari kehidupan mereka dilalui dengan pertengkaran kecil, it's kinda sad,huh?! Namun mun, adakalanya yang tidak dapat dipungkiri adalah sebagai anak pun punya fungsinya masing-masing. Mungkin tidak banyak berani seperti kebanyakan orang yang mampu menjadi penengah diantara orang tua. Saya ingat betul. Kedua orang tua saya terkadang punya cara khusus untuk membuat keadaan jadi kondisif lagi. Yang memulai bisa jadi mamak atau bapak. Indah emang sih. Saya gak bisa bayangin bila saya jadi orang yg bakal egois atau keras hati untu…

Paman Perang

Assalamualaikum,


[sumber : pribadi]

Saat melewati jalan ini, dan penyematan nama Jendral Besar ini, pikiran saya jauh membayangkan sosok Khaled Bin Al Waleed. Kagum, sangat kagum. Andai beliau benar-benar masih ada. Pastilah kita bisa menyaksikan langsung ketangguhan beliau dalam berjihad. Saya suka membaca sejarah para pahlawan Islam. Walau tidak sebanyak cerita Rosulullah, namun sosok ini...... :)

begitu mempesona.


Wassalam,


Kuping

Assalamualaikum,
Semakin heran dengan kemampuan mendengarkan. Telinga saya tidak ada masalah insya Alloh. Hanya, konsentrasi saya memang sangat kurang. Terutama ketika perut kosong. Hooo...iya. Tiap orang pasti merasakan hal yang sama (atau hanya saya). :)
Sedih aja sih, 22.500 terdengar 52.500. Atau 16.000 terdengar 54.000 (adooh e). Gak sedih sih. Cuma kurang asupan makanan itu aja. Dalam suatu ketika, mungkin seseorang akan terlihat freeze karena tidak mampu memecah fokus lebih dari satu. Ya, seperti saya yang kalau ada makanan fokusnya cepet makan biar makanan gak cepet dingin tuh. Ya, ngana bisa lihat kapan aja deh. Huehehe...
Sekiranya ginkogiloba bisa saya asumsi secara teratur, niscaya, saya.... tetep lupa juga. Terutama dalam hal mengingat percakapan. Untunglah banyak orang-orang memaklumi. Jadi, menua bukanlah faktor pelupa. Anak muda seperti saya pun. Bisa !!!!


Wassalam,



*emang gak penting postingan kali ini.

Idioma

Assalamualaikum.

Suatu saat kau akan meninggalkan banyak orang. Yang menyayangimu, yang meragukanmu, bahkan yang mengharapkanmu. Atau bersiaplah menghadapai bagaimana yang terkasih pergi jauh darimu. Itulah hidup, sayang. Tidak ada yang kekal. Belajarlah untuk hidup dalam kenangan walau tak dapat dipeluk erat. Belajarlah untuk menerima walau terkadang sangat sesak.
Mengapa rana mata lebih cepat diterima daripada hati yang merasa?! Karena tiap kita belum lulus dalam ketulusan. Karena tiap kamu dan aku tidak sanggup bila tak bersama. Hadapi... Itu kata temanku suatu ketika. Yang tiap siang dan malam bila ia rindu pada sesiapa, ia hanya menghela napas panjang, menangis diam-diam, dan pergilah ia bersujud, barangkali ada rasa trentram setelahnya.
Itu hidup, sayang. Yang tidak ada yang pernah tahu misteri tiap detik di depan. Walau bermil-mil jarak, bila akan dekat, maka didekatkan. Walau dekapan tidak mampu berdiri sendiri. Ia harus ada cinta, rasa, kenangan. "Suatu saat, aku akan me…

Tentang doa dan gubrak

Assalamualaikum,
Sesungguhnya tingkat curahan hati sudah gak muat di sini (tunjuk jempol). Dalam tiap hidup sebenarnya kalau dirasa-rasa (terlepas dari merasakan aspal atau pepohonan) memang misteri dan hal yang berhubungan dengan masa depan. Gak ada satupun yang tujuan Alloh bikin kita susah dan sedih. Ya, apresiasi manusia kayak kita aja karena alasan harapan tak sesuai kenyataan. Ngaku lho, mblo. *dibekep orang sepropinsi.
Sesungguhnya ketika doa yang tak begitu 'jelas' berubah menjadi hal yang lama-lama jadi 'wujud', maka akan lebih mudah rasanya untuk mendekap harapan. You imagined it, you wished for, and by now it's coming clearly, then you name it, you mention it, you're grapple more hardly. Itu doa menurut saya sih. Dan sekarang memang lebih kompleks. Lebih kayak perumahan yang sudah ada pembentukan RT-RWnya (ini apa?!). Bahwa tiap doa yang masih abu-abu adalah kelas kesabaran. Dan ketika sedikit demi sedikit menjelma menjadi satu tujuan baru, barulah …

MU dan mu.

Assalamualaikum,
Momentum itu suatu perkara. Ada kalanya setiap satu atau dua dari tiap pikiran mengajarkan untuk tetap tenang. Tetap bahagia. Sesungguhnya bila nikmat itu ada dua. Susah dan suka. Yang terlalu banyak terlewati dengan hamdalah. Tersalip lupa dengan istighfar. Ya Alloh, banyak sekali nikmat yang terbalas maksiat. Terbalas maslahat yang hanya dapat terhitung jala.
Perjalanan 'menemui' Alloh saat itu...
Pergi dengan perasaan bersedih. Tidak seperti biasanya. Ada yang tertahan. Tapi tidak menahu apa yang hendak digusarkan. Alloh menguji dari tiap kelemahan. Perjalanan yang banyak menguras kesabaran dan banyak sekali kelas-kelas yang Dia ajarkan untuk tetap tenang. Alloh, sekali lagi dan selalu ada lagi, bahwa sesungguhnya hanya Dialah teman perjalanan yang setia (bagaimana mungkin aku tak setia padaNya, aamiin). Ada tiap jeda saat perasaan tidak seantusias biasanya. Namun...
Alloh membalas dengan rasa luar biasa saat hampir datang ke Madinah. Berbenah diri dengan …

Binar

Assalamualaikum,
Para perenung yang duduk di mesjid, yang 'melepas' sebentar dunianya. Bersahabat dengan penat, bertukar rasa dengan lelah. Hanya duduk saja memutar menit lalu. Kadang tersenyum bersama bahagia, menangis memeluk duka, termenung sampai memaksa waktu untuk berjalan lambat. Pikirannya banyak, di sudut kanan otaknya ada batas curiga. Masa lalunya hampir membuat banyak kepala dan nama menjadi penjahat akal. Di ujung otak kirinya, ia jadi banyak bicara. Yang bukan haknya ia minta. Yang tanggung jawabnya ia lipat lempar ke udara.
Sesekali ia mengadah. Buang napas panjang dan lama. Lalu menunduk. Mungkin malu sedari tadi cuma mengeluh. Lalu sedikit demi sedikit menangis. Sedikit saja. Hal yang lama tidak pernah dilakukan karena mati hatinya.....ya, mungkin menurutnya.
Sambil meminta, tangannya basah. Ia mau menggadaikan keburukan dirinya untuk satu hal yang dulu dirasa khas. Surga. Pada dasarnya kita juga pengemis sebenarnya. Yang tidak punya apa-apa. Tidak berkepemilikan h…

Sahabatku,

Assalamualaikum,
Alhamdulillah... Alhamdulillah... Robbana, alhamdulillah.
Biasanya kedatangan ke'Rumah'Nya adalah rasa senang yang tak kunjung habis diekspresikan. Kali ini, untuk kali ini. Entah. Berbeda. Rujukannya tidak ada dimana-mana. Hanya, banyak bersedih untuk satu dua alasan kuat. Muka ini sudah tidak sabar untuk berada pada 'tanah'Nya. Hanya untuk tersungkur malu dan (mudah-mudahan merendah) hinggap binasa rasa susah. Kali ini, hanya kali ini. Entah mengapa ada, iya ada harapan untuk lebih baik bertemu denganNya. Setidaknya di tanah yg sama dengan pria kecintaan banyak manusia.
Tidak bersedih meninggalkan banyak kerabat, keluarga, sahabat atau hal-hal lainnya. Hanya, sedihnya tidak seperti biasanya. Yang sekarang mulai terbiasa mengingat bagaimana dialog rana hanya akan terjalin pada mereka yang menghamba.
Andai bisa.....
Andai bisa.....
Sudah siap diri untuk 'terpanggil' ke alam lain dunia bersamaNya.
Ah, sepertinya indah.



Maaf lahir batin, sahabat…