Langsung ke konten utama

Invite me.

Assalamualaikum,

Saya sedikit trauma dengan beberapa jaringan sosial yg banyak saya ikuti. Percayalah, saat masih muda (anggap sekarang masih 39 tahun) tidak lebih dari 7 akun sosial media saya punya. Ini masih kecil dibanding kawan-kawan saya yang bisa punya 15 akun dan aktif secara bersamaan. Benar-benar teliti. Perihal tujuan itu sendiri sebenarnya. Semakin lama, sejauh yg saya rasakan. Banyak akun-akun yg saya ikuti, baik yg saya kenal ataupun tidak menorehkan contoh yg sedikit 'berlebihan'. Perhaps i got lots lots of those too. Setidaknya, pengaruh itu lama-lama kelamaan dapat menjadi final yg tidak baik. 

Harus saya akui, akun sosial banyak menguntungkan bila digunakan dengan baik. Bertemu kawan lama, Guru, atau teman-teman baru yg baik (i mean those who have kindness already). Ini yg saya sedihkan walau mungkin saya ini kesalahsatunya. Perumpamaan tulisan yg beda tipis antara benar dan salah. Fitnah ataupun ghibah. Guys, saya ini memang bukan orang 'baik' seutuhnya. Tapi paling tidak saya mau berubah jadi kstaria baja hitam kuning ke arah yg lebih baik. Saya mau kok, pemirsa. *nangis.

Alangkah baiknya, mungkin, saran, bila nasihat itu dalam standar yg baik. Tidak hanya kutipan quote dari orang-orang besar, atau penggalan Firman Tuhan yg menurut saya lebih pas. Bukan nasihat tentang bagaimana cara mengeluh pada khalayak yg notabenenya tertuju pada orang-orang terdekat. Sahabat pasti tahu apa yg saya bicarakan. Atau tidak. Saya pun mungkin banyak mengalami khilaf yg berlimpah ruah. Saya mohon maaf. 

Sindiran, teguran, lebih baik disampaikan secara halus. Secara lemah lembut. Bukan menyudutkan. Sekedar meningatkan bahwa bersosialisasi adalah masalah keperdulian. Perduli akan hal-hal kecil. Bentuk perhatian akan kebersamaan dalam goal kebaikan. "Kalau mau ke Surga ajak-ajak. Jangan sendiri-sendiri". Kalimat ini.... menusuk sekali. Bukan berarti bagian kecil dari bagaimana kita memakai sarung, mukena, benerin kerudung dengan niat pengakuan religi atau alim. Mungkin ini masalah niat lagi. Singkat rasa puasnya. Melakukan dengan ikhlas itu bentuk kerelaan yang tidak akan kekurangan apalagi kehilangan apapun.

Dunia yg kita tempati ini sejatinya aman bila tidak ada penyakit hati. Sila deskripsikan sendiri. Banyak yg tidak bisa secara gamblang diutarakan menyangkut hati yg kotor. Yaa, manusia. Hitam putih pada catatan pasti ada. Tapi jangan patah semangat. Penghapus itu berupa ampunan. Semoga lebih baik lagi kita dalam berkomunikasi.

Terima kasih ya. Maaf ya. :)



Wassalam.




Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…