Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Mulai dari sini

[Assalamualaikum]

Yang suka duduk sendiriMelamun jauh kemana-mana Untuk itulah gundah milik bujang
Yang berdiam terisak-isak Hanyut lama pandangan hampa Untuk itulah galau milik perawan
Aku hanya heran Mengapa bahagia sebenarnya milik yg mendua dalam pernikahan Mengapa air mata berlebihan lebih dahulu kita jumpa saat Tuhan pertama kali mengenalkan rasa ketertarikan
Tapi entah apa itu cinta atau sayang Atau sekedar salah perasaan Yang kata Ayah, mencintalah setelah dewasa dengan aturanNya
Aku masih tidak paham Apa sebenarnya misteri bernama?! Apa ia datang tiba-tiba dengan bingkisan pita?! Ataukah ia siap-siap menggertak dalam keterkejutan tak disangka-sangka?! Siapa?! Atau apa?!

--Kala Lim bercerita mulai dewasa--


Wassalam, Renotxa

Bumi kita ini

Assalamualaikum,
Agak risih juga dengan pemberitaan tentang pendemoan para ahli profesi. I mean, lots of them. Gak perduli pekerja apapun. My deep thought of all that, adalah berpikir bijak dengan berjalan baik sesuai prosedur yg ada. Realita yg kita hadapi saat ini adalah harapan ke arah baik. Dan cita-cita sederhana agar kita bersahabat dengan pikiran positif sangatlah mungkin. 
Tidak melihat satu hal saja, melainkan merangkul banyak aspek sebagai bentuk penghormatan. Tak mengapa demo, tak mengapa menggugat, tak mengapa bentuk solidaritas. Tapi, adakalanya memikirkan hal yg masuk akal. Dan yg tidak terlibat di dalamnya seperti saya contohnya, tidak semata-mata membela salah satu atau bertubi-tubi menyalahkan. Semua, selalu ada solusinya. Tidak semua profesi (dalam satu arahan tentunya) itu pelakunya buruk akhlak, miskin jiwa sosial. Saya menemui bahkan kenal dekat dengan berbagai macam profesi walaupun saya tidak dekat dengan pejabat. Tapi setidaknya mereka berbeda, mereka orang baik …

Teh, apa kabar?!

Assalamualaikum,
Sayup-sayup tetiba diarahkan mbah Goo pada situs Nike Ardilla (semoga Alloh mengampuni beliau ya). Ingat bener nih teteh ya. Menurut anak-anak yang hidup di tahun 90an kebanyakan tahu kok perempuan cuantik ini. Sederhana saja, lha wong saya tahunya waktu berita meinggalnya di rcti. "Kasihan ya?!", ya anak kecil jaman segitu. Eman banget lha orang cantik uda gak bisa bersennag-senang sama teman-temannya. Dari situ nih, :)) .... berlibur ke malang benar-benar di upayakan mencari segala album kaset teh keke ini. Ya, penasaran aja sih. Orang rumah pada hebuoooh. "Kayak apa sih suaranya?!", batin anak kecil lagi yang masih bacaannya bobo.

Seingat saya, ada dua poster kain sebesar pintu yang nempel manis di kamar. Salah satunya foto ini. Jilbabnya bener-bener dah jadi inspirasi. Jadi lebaran lebaran maunya cari baju yang mirip sama. Belum lagi tanda tangan saya dulu terinspirasi lho sama tanda tangannya. Walau sekarang lebih mirip tanda tangan kakak say…

Sesore ini

Assalamualaikum,
Saat hujan begini, mari tunduk khidmat. Berdoa ditengah guyuran deras air dari langit sana. Mungkin beberapanya, masih bekerja, sedang sakit, atau seperti saya. Dalam kurun waktu 6 jam ini saya memasak dua kali demi apa? Demi Moore. Tetiba merasa berdosa karena sepertinya tidak pernah menang sama yg namanya Syaiton itu. Jadi ingat... Ceramah kemarin (baru kemarin). Bahwa nafsu itu tidak hanya pada syahwat saja. Riya' pun, ingin dipuji pun, ingin diakui pun. Aaah... masih jauh ya. Apapun namanya tetap saja nafsu itu menggemaskan. Sangat sukar ditingglakan. Kecuali nafsu baik akan beribadah.
Sembari saya menunggu pizza pertama saya, (naik panggung bawa mic), lalu menyeruput jeruk madu hangat ini (tetep, jatuhnya sendiri juga). Iya, jadi-jadinya tiap masakan harus habis saat itu. Alhamdulillah, mengingat ceramah pak Ustadz pada suatu kajian radio yang penyiarnya ketawa mulu. Ah, biarlah, yg penting ilmunya. Saya jadi menyadari akan satu hal. Apa itu? Saya juga masih…

Kenikmatan Mendapatkan Takbiratul Ihram

Syaikh Dr. Abdul Muhsin al-Ahmad bercerita: Salah seorang masyaikh menceritakan bahwa salah seorang dari mereka adalah seorang imam masjid. Syaikh (pencerita) ini menceritakan suatu kisah tentang imam masjid tersebut. Beliau berkata: sesungguhnya suatu ketika sang imam ini datang ke masjid (untuk sholat subuh) dan kemudian dia mendengar suara berisik di dekat pintu masjid. Maka dia keluar untuk melihat ada apa disitu? Ketika sampai di pintu masjid sang imam ini melihat seorang lelaki sujud dengan sempurna di dekat sepatu-sepatu dan sandal-sandal (jamaah masjid) dan terdengar tangisan dari laki-laki ini.Sang Imam berkata, “Aku heran kepadanya dan aku menyangkanya bahwa dia mungkin sedang tidak waras, bagaimana tidak, dia sujud ditempat seperti ini sementara ada tempat yang luas dan bersih di dalam masjid.”Kemudian kembalilah Sang Imam ke masjid dan tibalah waktu sholat subuh dan bertakbirlah sang imam dan memulai sholatnya. Kemudian Sang Imam melanjutkan ceritanya, “Tiba-tiba aku menden…

Satunya pria

Assalamualaikum,
Mungkin benar mengapa makhluk bernama perempuan sangat sentimentil. Terlalu cepat terlarut dalam suasana. Cenderung terlena dengan gundah. Namun serius dalam bahagia. Mengandung 'ada apa ini?'. Menyadari diri saya sendiri dan kebanyakan teman-teman perempuan saya. Yang dulu begitu, yang sekarang tidak lagi. Yang dulu menceriakan diri, sekarang sering tertunduk malu.
Women are women. Itulah mengapa kami merasa sangat beruntung bisa punya kekuatan untuk bisa menangis di hadapan banyak khalayak (bisa dikategorikan konser tangisan). Tapi.... Setalah saya tahu banyaknya ibu-ibu baik yg berkonde ataupun bersanggul, ternyata hal yg sekarang kami alami ini sudah tidak ada lagi. Kebanyakan para emak-emak tersebut lebih kuat dari kami yg masih jauh lebih muda (27 tahun gini? Muda?). 
Jangan dikit-dikit nangis ya.
*hasil olahan random di bengkel.
Wassalam, Renotxa. 

Nol

Assalamualaikum,
Adakalanya memaknai kesendirian seseorang itu hanya bertaut pada jodoh pasangan semata. Padahal banyak yg lupa. Kehilangan, masa sakit, jeda kesibukan juga bersendirian. Sampai saat ini saya masih gak begitu paham tentang bagaimana waktu bisa menyembuhkan ataupun menjawab persoalan. Padahal ia hanya dentingan milidetik yg sepertinya tidak melakukan apa-apa. Hanya berjalan memutar tanpa ada tujuannya. Tak pusing pula.
Kalaulah, manusia boleh memilih, masa lalu dan masa depan sesungguhnya bukan kiasan sedih ya. Tears no more, big sad no. Tapi, perlulah menyadari, ada yg mengajari bagaimana leganya setelah berlinang air mata. Bagaimana indahnya tangisan bahagia. Atau bagaimana tangisan syukur atas pencapaian yg luar biasa.
Jika memaknai sendiri adalah seorang lawan jenis. Pastilah harfiahnya kita ingin ditemani, menemani, disayangi, menyayangi, dipunyai, mempunyai. Kelak akan ada, dulu. Atau entahlah mungkin ada. Mengapa tidak membayangkan sendiri adalah suatu renggang yg m…

Halo.. Halo

Assalamualaikum,
Entah datangnya darimana, tapi sebenarnya suatu komunikasi dan pentingnya berpositif itu sangat penting dalam bermanusia. Iya, harusnya juga bisa dilakukan dengan sesama makhluk lainnya. Jangan malu bertanya, nanti jalan-jalan. Jangan malu menegur, nanti tertidur juga dijalan (lha). Sebelumnya, mungkin permintaan maaf. Sebelumnya mungkin sedikit senyuman. Biar gak tegang. Begitu? Ya, kurang banyak. Hanya sedikit takut, barangkali mungkin banyak yg gak kita tahu orang lain sakit hati karena sikap kita yang selalu merasa benar. Human..
Bukan tuntutan untuk dikatakan bijak, sabar, pintar, cerdas, sholeh/ha. Bukan sih. IMHO, hal seperti itu gak ada tandingannya lagi kalau dilakukan secara ikhlas bener pingin jadi pribadi yang baik tanpa harus ada pengakuan. "Don't call me teacher even i do love to teach", kata saya suatu hari. Kalau kata Uje dahulu, memanggil namanya saja sudah jadi beban tersendiri. Apalagi predikat-predikat lain.
Ya, komunikasi. Saya, kit…

Saya Prihatin juga, serius.

Assalamualaikum,
Beberapa orang berpikir kita lebih mudah mengapresiasikan kekalahan dengan hal-hal negatif. Some of you mungkin (dijiwit). Terkadang beberapa orang yg terpuruk akan masa lalu itu sebisa mungkin bisa bergerak ke depan atau tetap terlena dengan kekalutan. Ya, sekali lagi, there are someof you (dikutuk jadi garam laut). Solusi paling ampuh sih biasanya dengan rutinitas baru atau bertemu banyak orang baru yang menciptakan kebahagiaan baru. Kok bisa? Bisaaaah. Teman-teman saya, saudara saya, saya juga pernah kok. Yang masih terlena sama masa lalu sepertinya harus bersiap diri untuk suatu kejutan buesaaar di depan sana (pembaca ke teras, nemu penjual cilok, beli). The other words to explain that simple thing is.... jangan sendirian. Jangan ya, bukan karena nanti membahayakan diri sendiri. Tapi plis, makanan mungkin bisa tercomot dan orang lain gak dapat. Lalu kerjakan kegemaran, seperti... menyendiri, sendiri, berdua (sama sepi). Ya Alloh, jangan ya. Kalau sholat atau meng…

Ketika dijumroh kapas itu gak sakit

Assalamualaikum,

Ini kenapa dengan saya yaaaaa?!
*Gedor-gedor kos-kosan putri.
Plis saya mau ke umur 35 (heyahh... kalo masih hidup).

Ada apa?  --bisik pembaca--

Kenapa pula tiap manusia itu harus bertemu dengan kemelut hati?
Contoh :

*Nomor Uno
Harga cabe Rp.45.000/kg
Harga bawang Rp.90.000/kg
Pertanyaan menjebak : "siapakah nama nenek penjual seledri sebelah?" --failed--

*Nomor Duo
Setelah di persimpangan. Memilih antara kanan dan kiri.
Pertanyaan merepotkan : "makan apakah pak supir di menit ke 79 tadi?"

*Nomor Tigo
Pada suatu masa dimana sedang menonton tv.
Pertanyaan kalut : "berapa banyak ucapan terima kasih mbak-mbak kasir penjual tv ini?"

Oh my Lord.


(serasa jurnal ini dibajak gadis berumur 11 tahun)





Wassalam,




-------

[Assalamualaikum]






Baginda Guruku... Muhammad.

.....
.....
.....



[Andai bisa diteruskan.....]




Wassalam,



الله

Bagaimana cara bertemu denganMu, kalau jarak pijak dan tanah haram sangat jauh?!Bagaimana bisa aku memelukMu, kalau yg paling halus saja tak bisa tersentuh?!  Bagaimana bisa menyandarkan padaMu, kalau sujud belum puas tersedu?! Bagaimana pula mencariMu, kalau tiada kompas bisa menunjukkan arah yg satu itu?!
Kalaulah hilang ingatanku kelak, semoga tak pudar akan dua suatu. PadaMu dan Muhammadku. Kalaulah boleh memilih, ridho hati walau hanya jadi alasMu pada Arasy. Atau jikapun boleh, jadi sebutir debu saja di surgaMu adalah kecukupan. Biar tak teringat, terabaikan suatu saat oleh waktu dan riuh ruh. Bila tak terkenang siapapun.

Berdua saja denganMu, adalah cita-cita besar.  Saat ini, sayangku Robbi. Saat ini dan seterusnya penuh.


Tapi saat ini....

Mbak Nda

[Assalamualaikum]


Yang ketika kecil sudah aku cintai ia. Yang datang ia mau dipeluk Pa. Ketika masih berumur tiga. Rambut batok kelapa. Dahi tegas miliknya. Sampai sekarang, nyata ia sudah setinggi kakak-kakaknya. Cerdas nan cantik jelita penikmat korea. Tapi bukan BoA walau kalian punya tanggal lahir yg sama.
Wahai jelita, tiada ubah kami semua menyayangmu. Tidak satupun sanggup jauh. Sedikit senyum dan tawa 'cicilan hutang'mu, pengobat rindu ( atau kita berlagak lirih). Tetaplah tersenyum walau tanda mengalahmu lebih banyak dari anggukkanmu. Tetaplah berbahagia karena prestasimu membuat banyak orang bangga. Jagalah dirimu dari diet ketat karena tambun bukanlah fitnah. Menyenangkan bisa berbagi cinta monyet bersama. Tidur bersama dengan kaki kemana-mana.
Selamat mengarungi tahun barumu. Masih muda untuk pertanyaan, masihkah tetap cintaiNya dan RosulNya?! Tetaplah mencintai keduanya. Karena tanpaNya, nikmat kita bukanlah apa-apa. Tetaplah menurut Ma-Pa, yang pada mereka kita bisa…