Langsung ke konten utama

The other "Dagh"

Assalamualaikum,

Piye ya... Hmm... Gini. Waktu jaman sekolah, jauh banget kebelakang. Karena banyaknya ngerumpi(k) sama ibu-ibu, deske-deske, mbak-mbak, mas-mas. Pastinya dengar-memerhati apa-apa yang diangkat jadi tema. Baik secara sengaja mengikuti, ataupun ketidaksengajaan (yaa... nguping yg gimana gak dengar, yg bicara uda bisa kedengaran 10 km kali). Baik yang lagi pacaran, berumah tangga, ataupun masalah jerawat batu yg gak hilang-hilang. Ada satu hal yg dulu pernah dibatini. "Kali ya.... nikah itu sesuatu yang menakutkan". Serius kiii... Gimana gak ya. Gak sedikit yang cerita tentang ketidaksetiaan. Ujung-ujungnya, ada satu kata ampuh tuh yang kebayang aja serem, apalagi terjadi. Cerai. 

Kalau dengar kata cerai dari sebuah pernikahan itu. Entah apa ya, pernikahan itu seperti apa saya mah belum tahu. Tapi kekhawatiran itu bisa timbul tenggelam. Yang saya tahu dari kecil. Pernikahan itu adalah Bapak-Mamak saya. Yang menikah itu mereka. Saya masih kecil. Mungkin gak bakal terjadi sama saya. Maklum, anak kecil. Masih dengerin Enno Lerian tentang singkong-singkongan. Long short story, perihal menakutkan bernama cerai itu ya, masya Alloh, semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik. Aamiin. Sekiranya kebahahagiaan dan harapan akan hidup menyenangkan selamanya lalu tiba-tiba keputusan untuk berpisah itu pastilah sangat menyedihkan. Sedih. Yang dengar saja sedih. Jadi suami-istrinya, jadi anaknya. Apalah. Semua pastilah tidak mengenakkan.

Yang saya tahu dari Guru-guru mengaji saya selama ini, bahwa kehati-hatian kata yang mengandung 'perceraian' itu sendiri perlu diperhatikan. Baik suami maupun istri. Ya Alloh, kira-kira saya ini merasa sangat tidak ada apa-apanya dibandingkan kakek nenek saya yang terpisah selepas masa tua. 'Bercerai Mati' istilahnya. Pastilah ada ujian, pastilah ada jalan keluar, pastilah ada kekuatan, pastilah ada renungan. Aaah.... semoga tidak ada yg terpisah dalam pernikahan siapa saja. Saya pun, kamu pun, mereka pun.

The

Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…