Langsung ke konten utama

Hari ini

Assalamualaikum,

Baru saja saya pulang dari takziah tetangga saya. Beliau empunya sebuah warung yg sangat terkenal di lingkungan saya. Saya jarang bertemu, namun sering mendengar nama beliau. Keluarga saya malah hafal betul dengan beliau. Minggu lalu saat saya memotret suatu pernikahan, beliau datang dengan keadaan sehat walafiat. Kemarin saya hanya mendengar kabar bahwa beliau masuk rumah sakit karena tiba-tiba pingsan dengan kondisi memegang kepala. Kata dokter yg bertugas di rumah sakit, pembuluh darah di otaknya pecah. Lalu dokter mengatakan tidak bisa berbuat banyak karena memang sangat susah untuk memulihkan kondisi seperti yg dialamai beliau.

Shorted storynya, saya berada di rumah jenazah. Melihat beliau dikafani dan mendoakan beliau bersama para hadirin yang datang. Saat itu, duduk di dekat keranda dan jenazah beliau yang...jika berandai-andai, mungkin bisa jadi yg terbaring Emak Bapak, saudara-saudara, sahabat-sahabat, sedihnya bukan main pastinya. Bersyukur. Begini, tidak hanya masih diberi kesempatan masih hidup saja. Tapi, lebih kepada keadaan bahagia bila nanti saya ini juga menyusul para mayit tersebut. Bersyukur sudah pernah merasakan bahagia, tertawa, pelukan keluarga, menangis, bisa mengatur hidup, mengambil keputusan sendiri. Ah... tidak cukup hanya sekedar meninggal dan selesai. Yang sebenarnya kehidupan setelahnya adalah permualaan yg sangat panjang untuk ke arah selama-lamanya tiada akhir. 

Saya kok malah ingin belajar merawat jenazah ya? :)) Barangkali bisa sedikit berguna. Hmm, jadi ingat, mengenal kematian pertama kali saat almarhumah nenek saya meninggal di rumah. Saya masih berumur belum 10. Mengintip di jendela mushola, nenek disholatkan. Saya hanya keheranan. "Kenapa nenek pakai baju putih? Kenapa beliau ada di shof paling depan? Kenapa beliau tidur? Kenapa orang-orang sholat di belakang nenek?". Begitu sih yg ada saat itu. Lalu mulai berkembang seiring film Suzana dan horor-horor lainnya. Kematian itu artinya Pocong. Beuh... Akibat buruk dari pertelivisian nih. Gegara itu para penjual sate jadi guyonan "Bang, satenya 10 gak pake dibakar?". Ihh.. kasihan. :( Sate kan enak, pemirsa. Sate ponorogo apalagi (ini sudah jauh dari materi).

Lainnya, setelah saya baca lagi buku super "horor" "selain" AlQuran, buku mengenai Israfil (judul : Dahsyatnya tiupan pertama Israfil), benar-benar mampu mengingatkan saya tentang gangbang itu sendiri. Apa itu gangbang? itu lho, wafer caramel. Itu.... bengbeng, nor. *dibacain yasin sama pembaca. Ya, hari akhir yang selalu jadi wacana mengerikan dan kesudahannya. Mendekatinya, karena buku ini sama persis sejauh ini dari apa yg saya dapat dari mengaji. Jadi, Metafisika alam akhirat dari Imam Al Ghazali juga hampir sama dari buku ini. Mungkin guru para penulis-penulis ini sama ya?!

Jadi, intinya, kematian itu benar-benar masalah hak Alloh semata. Meninggal yg bukan karena sakit, kecelakaan, bencana alam. Tapi lebih ke jatah hidup yang memang sudah selesai di dunia ini. Itu aja. 

Jadi, maaf lahir batin semua.


Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…