Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Hari ini

Assalamualaikum,
Baru saja saya pulang dari takziah tetangga saya. Beliau empunya sebuah warung yg sangat terkenal di lingkungan saya. Saya jarang bertemu, namun sering mendengar nama beliau. Keluarga saya malah hafal betul dengan beliau. Minggu lalu saat saya memotret suatu pernikahan, beliau datang dengan keadaan sehat walafiat. Kemarin saya hanya mendengar kabar bahwa beliau masuk rumah sakit karena tiba-tiba pingsan dengan kondisi memegang kepala. Kata dokter yg bertugas di rumah sakit, pembuluh darah di otaknya pecah. Lalu dokter mengatakan tidak bisa berbuat banyak karena memang sangat susah untuk memulihkan kondisi seperti yg dialamai beliau.
Shorted storynya, saya berada di rumah jenazah. Melihat beliau dikafani dan mendoakan beliau bersama para hadirin yang datang. Saat itu, duduk di dekat keranda dan jenazah beliau yang...jika berandai-andai, mungkin bisa jadi yg terbaring Emak Bapak, saudara-saudara, sahabat-sahabat, sedihnya bukan main pastinya. Bersyukur. Begini, tidak h…

I love you, sweety !!

Assalamualaikum,

Yesterday was the coolest day ever. People among me have showed their skill by being good pet keeper. Iya? Iyah... Ranger ya? hahaha.... Tidak separuhnya yang jelas kucing mah buanyaaak kemarin seliweran. Jago, jago banget masalah beginian sudah kelihatan betapa masih banyak orang-orang penyayang yang menyayangi makhluk ciptaan Alloh lainnya.
Cerita pertama dari rumah A, yang secara bergilir kucing liar bolak-balik gak permisi minta makan. Dengan gak berat hati juga si Ibu satu ini langsung ke dapur ambil makanan kucing yang (oke, hitung, ada sekitar 6 kucing yang tiap hari minta makan di rumah ini) gak murah sih. Pecinta kucing yang menggemaskan.
Beralih pada cerita dari rumah B, yang punya kucing imut seimut penulis saung saat berumur 3 (sumber : pemikiran sendiri). Kucingnya bukan ras lokal. Tapi 'akhlak'nya sama manjanya sama kucing lokal. Sang empunya, suami istri beserta kedua anak lelakinya sangat-sangat menyayangi binatang lucu ini. Sampai-sampai ada an…

I missed you too. :(

[Assalamualaikum]
Terbangun saat bertemu yg terkasih dalam mimpi itu... Kerinduan tersendiri. Mungkin saat sudah mati nanti, saya juga datang pada tiap-tiap yg saya sayangi. 
Bapakku sayang, yg tadi ia datang berpakaian sangat rapi dan tampan. Bapakku sayang, yg tadi ia berdiri diam mendengarku bercerita banyak panjang. Bapakku sayang, yg ia tahu aku suka berlama-lama di bahunya sampai tertidur pulas. Bapakku sayang, yg semoga Alloh mempertemukan kami dalam keadaan baik di surgaNya kelak.

Wassalam, Renotxa.

Tiap naturaliah yg bermakna

Assalamualaikum,
yuhuuuu... bersih-berih 'rumah'. Ngepel dulu. Bersihin kaca, lumut, dosa, masa lalu, kenangan pahit, bau pete. Halah jauh kemana-mana. Gini nih ya. Alhamdulillah. Setelah sakit, sembuh, beraktivitas, kembali sakit itu. Yaa, kadang mikir sih ya. Apa salah dan dosaku? *sambil lari-lari di hujan, basah-basahan di kebun pisang. Eh, adegan ini ada di film kucek kucek kumbahane. YOU are the bestest, Lord. I LOP YOU.
Beberapa minggu yg lalu ya. Ketika ritual memotret seperti biasa. Yang saya ditempatkan di kamar pengantin bersama pengantin bukan pria perempuan untuk asyik masyuk kita 'siksa' itu pengantin biar narsis dikit, tapi banyak. Akad yang dilaksanakan malam hari setelah sholat wajib kelima kita, Isya, dan berlangsung mengharu biru (aku suka biruuuh). Hajatan yg tak biasa karena orang-orangnya luar biasa. Lalu, saya tidak seperti biasanya di waktu-waktu yang telah ditentukan seperti di atas bahwa KENAPA MENGAPA tetiba perut saya sakit, cyiiin?! *mbele…

Aku mencintai(mu) karena Alloh

Assalamualaikum, 
Karena pernyataan itu tidak datang tiba-tiba. Ia datang bukan dalam hitungan seribu. Yang apa mungkin cintanya bisa tertahan tidak lebih besar dari cintanya pada sumber cinta. Bilakah semua dunia fana dan akhirat bisa dicintainya, janganlah ia lebih besar dari cintanya pada Rabb. Cukup sebatas ini saja. Karena cintaiNya, tidak ada ukuran akhir. Tidak ada ujungnya. Bentuknya?! Yah, yang dirasa, secara ikhlas nan syukur lalu sabarlah dalam petualangan menelusuri takdirNya. Yang tiap langkah membawa pada kerinduan, kekhawatiran, kegelisahan. 
Moment saat ini, yg merangkai sejarah untuk beberapa waktu ke depan. Merangkai tiap makna dan manfaat akan ingatan.... Kebersamaan.  Menghargai tiap tawa, pelukan, tangisan. Yang Ia beri nama keluarga, sahabat, teman, kesukaan, kegemaran, asmara. Indah, yg terkadang banyak terlena hingga lupa cinta utuh memang hakNya saja. 
Aku, kamu, mereka, lupa. Banyak dan banyak lupa, banyak tak anggap kesendirian pun adalah nikmat. Lalu rasa getar …

Flies that he welcomed so 'well'

[Assalamualaikum]
Terkadang, lalat pun bisa membuat kita terhibur. Sungguh, Alloh lebih 'humoris' dari yg dibayangkan. 'Candaan'Nya adalah nasihat, bukan mendzolimi pula.

*sebelum pekerjaan jadi berantakan karena senyuman.

[Wassalam], Renotxa (야... Everybody knows it from phonecell)

My Mother is your Mother too :(

Assalamualaikum.
Mari bersyukur. Dengan segala yg sudah ada. Memori yg tertinggal jauh di belakang. Usaha yg berat. Kasih sayang yg tak putus. Senyum merona. Hitam yg tak kelam. Tempat yg selalu menerima. Para penghuni yg memeluk hangat. Sapaan yg menenangkan. Tali persaudaraan yg tak lekang. Cinta yg tak pupus begitu saja.
Hanya.....
Teringat, yg menjaga, penulis cerita, dan yg melihat segalaNya tentunya tidak tinggal diam saja.






Wassalam,

Seribu Malam Untuk Muhammad

Assalamualaikum,

Tidak perlu berlama-lama, saya jatuh cinta pada buku milik Fadh Djibran. Buku pertama darinya yg saya baca mengenai "Di balik Punggung Muhammad", yang dari prolognya saja saya sampai nangis seember. Yang saya ingat, buku ini menimbulkan kerinduan saya tentang Muhammad. Dalam bukunya, tak ada yg menyangka, bilakah seorang mulia layaknya Muhammad bisa 'datang' pada seorang non muslim. Pastilah, kecemburuan pada muslim seperti saya yg ingin juga ditemuinya. Buku ini sudah terbaca cukup lam. Dari judul diatas, dikembangkan lagi dengan buku "Seribu malam untuk Muhammad". Ini, saya belum punya. Namun yg jelas. Ceritanya terinspirasi dari teman si penulis ini. Sukaaa.... 1 juta Jempol gajah.

:(







Wassalam,

Let it go, please.

Assalamualaikum,
Banyak orang bilang orang senyum itu, ciri khas orang yg ramah. Gimana jadinya kalau senyum dinilai 'mahal' harganya? Untuk suatu keadaan yg mungkin dapat diraba. Hal seperti ini pasti sudah banyak dinalar banyak orang. Seseorang, atau beberapanya. Perubahan itu tidak semerta-merta diterima banyak pihak. Yg baik saja ada, apalagi yg buruk. Sekelam dan sebercahayanya hidup seseorang adalah bicara hak dan keinginn bahwa perubahan yg mereka lakukan merupakan suatu titik 'kenyamanan' setiap orang. 
Setelah begini, lalu begitu. Beuh... Random sekali tulisan ini. Well, i'm changing by now. Dalam banyak hal yg tidak semua orang bisa 'melepasnya' begitu saja. :)) Or even somebody make their u-turn normally. You Gotcha... You gotcha... 


Wassalam, Renotxa.

The other "Dagh"

Assalamualaikum,
Piye ya... Hmm... Gini. Waktu jaman sekolah, jauh banget kebelakang. Karena banyaknya ngerumpi(k) sama ibu-ibu, deske-deske, mbak-mbak, mas-mas. Pastinya dengar-memerhati apa-apa yang diangkat jadi tema. Baik secara sengaja mengikuti, ataupun ketidaksengajaan (yaa... nguping yg gimana gak dengar, yg bicara uda bisa kedengaran 10 km kali). Baik yang lagi pacaran, berumah tangga, ataupun masalah jerawat batu yg gak hilang-hilang. Ada satu hal yg dulu pernah dibatini. "Kali ya.... nikah itu sesuatu yang menakutkan". Serius kiii... Gimana gak ya. Gak sedikit yang cerita tentang ketidaksetiaan. Ujung-ujungnya, ada satu kata ampuh tuh yang kebayang aja serem, apalagi terjadi. Cerai. 
Kalau dengar kata cerai dari sebuah pernikahan itu. Entah apa ya, pernikahan itu seperti apa saya mah belum tahu. Tapi kekhawatiran itu bisa timbul tenggelam. Yang saya tahu dari kecil. Pernikahan itu adalah Bapak-Mamak saya. Yang menikah itu mereka. Saya masih kecil. Mungkin gak bak…