Langsung ke konten utama

Yang bikin senyum lebar

 Assalamualaikum,

Dulu sering saya bertanya, pertanyaan tentang bahagia yang terkadang rasa memanjakan dan 'menghargai" diri sendiri sangat jarang dilakukan. A Question tentang "apa saya sudah bahagia?" adalah hal yang sebenarnya kita wajib tanyakan pada diri kita setiap hari. Memutar balik seharian apa yang membuat perasaan naik turun. Cek deh sekali-sekali bergurmen tentang pertanyaan sederhana itu.

Pernah suatu saat dalam pekerjaan saya yang tiap berangkat mewek, pulang lalu embyeer. Gak capek, tapi tersiksa. :)) Terus bertanya sendiri, ngomong-ngomong sendiri, uda berasa kayak latihan pidato. Tapi pada akhirnya hasilnya sudah mulai terasa, mungkin suatu saat ini akan berlaku untuk hal-hal yang lain. It changed me frequently. Perlahan-lahan saya mulai menjalani apa yang sudah saya petakan. Pekerjaan, aktifitas daily, pola pikir, semua tersetting 'baru'. Recharge lagi dengan bertemu banyak orang-orang positif. Percayalah, tidak ada satu orang pun yang bisa membuat kita bersemangat selain orang-orang tersebut. Mengeritik, dan memberi masukan setelahnya. Bukan saja menerjemahkan sesuatu dengan minus, lalu menertawakan kita dibelakang. =))

Sejauh ini setelah saya menyatakan diri untuk 'berubah', saya jarang bertanya tentang kebahagiaan saya (yang rata-rata menurut saya pribadi adalah kehadiran orang-orang terkasih). Namun sekarang bila ditanya. I'm totally happy by remembering those amused thingy. Mengingat masa kecil saya, sudah cukup. Mengingat kebaikan Bapak saya, sudah cukup. Mengingat keperdulian Mamak saya, sudah cukup. Meningat warung nasi uduk araya buka, sudah lebiiih dari cukup.

Ada yang ingin dicapai, ada yang sudah dicapai, ada pula yang sudah pasti akan dicapai, ada yang tidak mungkin dicapai. Apapun cita-cita dan harapannya, semoga dan semoga menambah kebaikan dan kualitas diri. Tentu saja bahagia. If a happiness is a state of mind, it would be something pleased to re-do well.



Wassalam,
Selamat Bahagia,




Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…