Langsung ke konten utama

Nanti Malam

Assalamualaikum,

Beberapa jam sebelum saya berangkat dari Malang. Sangat-sangat menyenangkan, mengingat, saya pergi ke kota yang sudah lama saya tidak pernah berkunjung kembali kesana. Kota yang terakhir saya tinggalkan, saat masih smp, tahun 1998, yang memaksa kami harus pergi dari kota tersebut karena alasan keamanan dan pekerjaan Bapak.

Lima belas tahun lebih, yang saat ini membayangkan saja jantung saya berdegup hebat. Membayangkan sahabat dan keluarga saya ada, guru-guru yang mungkin sekarang sudah tua ya (yaa...kira-kira begitu). Kakak sepupu saya yang sangat antusisas saat kedatangan kami yang hanya satu hari saja (kudunya lama ya). Tapi tidak mengapa juga. Toh  kesempatan sudah di depan mata. Masya Alloh. Alloh betul-betul menyayangi untuk bisa kembali lagi insya Alloh. Atau mengenai kenikmatan di atas pesawat menghabiskan satu buku. Ehh.. satu lembar, lalu ditinggal tidur menganga. Semoga ada hikmahnya, semoga ada kebaikannya, semoga silaturahminya terjaga sampai dikumpulkan kembali di surgaNya.

Masa kecil yang banyak saya habiskan di tanah hitam itu, sampai sekarang betul-betul membesarkan saya tentang bagaimana indahnya perbedaan. Tidak ada sesiapa ras-nya, agamanya, derajatnya. Semua sama. Pantai pasir putih ataupun hitam, anjing menggonggong kafilah gak berlalu karena itu anjing masih tetap kejar saya sampai jatuh, bakso sepiring 20rb, gado-gado 25rb, 'klakson' kapal yang dentumannya jauh banget bisa terdengar, jalan berbukit yang...ah, saya mau berkendara disana. Menelusuri napak tilas jejak kecil saya bersama teman-teman belajar bersama saat sore setelah ashar.Dan jalan pagi menyusuri pasar membeli roti tawar hangat. Yaa.... kenangan saya tentang makanan kuat sekali. Gak usah protes kamu ya, 'tukang kebun' baru. :))

Nantilah, bila tidak lupa. Insya Alloh saya cerita bagaimana kota ini membentuk saya menjadi tumbuhan (ealah), manusia yang tumbuh dengan riang gembira.


Wassalam,
Renotxa

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…