Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari September, 2013

Suami Ibuku

Assalamualaikum,
Kalau dipikir-pikir, beruntungnya saya ini. Sudah setua ini Bapak Ibu saya masih ada. Tetangga saya, Wulan, yang masih duduk di bangku sekolah dasar sudah ditinggal Ibunya. Sahabat saya, Aini. Saat kelas 6 SD juga sudah jadi Piatu. 
Kira-kira ya. Anak-anak yang sudah ditinggal sosok orang tuanya itu pastilah sudah disiapkan Alloh agar lebih mandiri, dewasa dan bijak ya. Yaa... jangan tanya kesedihan yang luar biasa. Air mata gak pernah kering kalau ingat kenangan-kenangan bareng orang-orang tersayang. Walau nyatanya banyak kondisi diluar hal itu. Tapi, untuk saya pribadi. Rasa syukur gak berhenti kalau ingat anak-anak yang lebih muda dari saya sudah berhenti menerima kasih sayang Ayah atau Ibunya. 
Apalagi anak-anak yang gak 'beruntung' kayak kita. Dari bayi gak pernah ada sentuhan Mamak Bapaknya. Kejam, huh? Dari sini juga. Kita gak bakal pernah tahu apa yang terjadi dalam kehidupan kita kalaulah salah satu atau kedua orang tua kita sudah gak ada lagi. Gak ada yg…

Bangun (lagi)

Assalamualaikum,
Benar kata petuah dan nasihat-nasihat terdahulu. Bahwa diam itu emas. Diam itu dengan tidak banyak berbicara (lha.. Tidur jg bisa). Berbicaralah yang baik atau bila tidak mampu, diamlah. Simply thought for a simple reason. 
Adakalanya, berproses dengan mengeksperimen diri sendiri itu terkadang tidak banyak yg menerima. :)) I guess i'm in directly. Banyak hal saat ini, bagaimana mengubah cara diri untuk jadi lebih baik lagi. Dalam hal perkataan, sikap, pola pikir. Jujur tidak semua yg diperbuat orang lain, bisa semata-mata kita contoh. People are people. Kurang lebihnya pastilah berdampak pada lingkungan sekitar. Masya Alloh. Semoga Alloh mengampuni saya dan hamba-hambaNya yg lain.
Saya.... Sejatinya selama 27 tahun hidup di bumiNya, baru menyadari untuk ridho tentang kekurangan saya. :) Saya ridho jadi manusia, saya ridho jadi pengikutNya. Yang menurut saya. Kesiapan akan perubahan lebih baik sesuai aturanNya. Tentu saja tidak banyak yg 'menerima'. Menjaga sega…

Pak Go

Assalamualaikum,

Selain Hachiko, Oscar, film ini jago bikin nangis orang ya. Ah.. iya. Belum nonton sih. Cuma baca review sama lihat soundtracknya yang bagus banget dari liriknya. Sedih sih. :( Itu gorila seperti layaknya si film king kong yang juga mendunia. Tapi si Mr.Go ini gak gede banget sih. Sewajarnya gorila pada umumnya. Pokoknya, apapun film tentang binatang itu pasti bagus  banget deh ya. 

TaeYeon 태연 - Movie '미스터 고 (Mr. GO)





Taeyeon - Bye

...

부디 행복하길
언제나 그댄 늘 빛이 나는 사람이기를
미소로 안녕 조금 더 힘을 내 이제는 안녕 잘 가
우리 이제

안녕 내 사랑 내 소중한 사람아
햇살처럼 뜨겁게만 날 안아준 그대여
두 눈 가득히 널 보며 안녕
환하게 웃으며 

안녕 잘 가 소중한 사람아
아름답게 반짝이며 날 비춰준 그대여
안녕 내 사랑 널 보며 안녕, 조금 더 널 보며 안녕


---Translated---


Taeyeon - Bye

...

I hope you will be happy
I hope you will always be a shining person
Goodbye with a smile, let’s be a bit stronger
Goodbye now, so long now

Goodbye my love, my precious person
You always warmly hugged me
I fill my eyes with you as I say goodbye
With a bright smile

Goodbye, so long my precious person
You, who beautifully dazzled and shined…

Jeda sehat

Assalamualaikum,
Setiap sakit, banyak hal yg kita pelajari dari rasa sakit itu sendiri. Selain jagalah kesehatan, dan nikmat sehat yang diambil Alloh, mampu belajar banyak dari orang lain. Penyakit adalah guru yang mengajari, namun tidak menggurui. Alhamdulillah. Sekalipun susah berkaktifitas, merintih bahkan menangis, Alloh tetap memberikan kesempatan untuk belajar di kala sakit. Energi dan kekuatan mengingat Alloh setidaknya membuat saya semakin yakin, bahwa keridhoan saya saat sehat harus sama minimal saat saya sakit. Biarlah. Barangkali ini hasil doa dari permintaan penggantian azab akhirat agar terganti di dunia. Aamiin.
Bukan termasuk orang yang alim, hanya merasa perlu memaksimalkan keyakinan itu sendiri. Belajar lagi, bukan? Bahwa prasangka kita terhadap orang lain berbeda tipis dengan ghibah atau fitnah. Merasa menahu atas si ini atau si anu. Merasa sudah memahami betul akan orang lain, namun lupa akan tabiat diri sendiri. Kind of selfishness,huh?! Mungkin saya ini salah satuny…

Sayangku

--Assalamualaikum--
Sesungguhnya, bila terpinta, Allohlah yang memeluknya Sesungguhnya, bila tangisan bisa menenangkan, Allohlah sahabat yang duduk disebelah Sesungguhnya, bila mampu nan bisa, ijabah Alloh pula agar cepat aku pulang disisiNya dalam keadaan taubat dan bersih dosa
(Dan bagaimana bisa rasa rindu untukMU terbayar dengan sujud saja?!)
"Temui ditempat yang sujud yang sama", mungkin itu TitahNya.

:(
:(


Wassalam, Renotxa.

Nanti Malam

Assalamualaikum,
Beberapa jam sebelum saya berangkat dari Malang. Sangat-sangat menyenangkan, mengingat, saya pergi ke kota yang sudah lama saya tidak pernah berkunjung kembali kesana. Kota yang terakhir saya tinggalkan, saat masih smp, tahun 1998, yang memaksa kami harus pergi dari kota tersebut karena alasan keamanan dan pekerjaan Bapak.
Lima belas tahun lebih, yang saat ini membayangkan saja jantung saya berdegup hebat. Membayangkan sahabat dan keluarga saya ada, guru-guru yang mungkin sekarang sudah tua ya (yaa...kira-kira begitu). Kakak sepupu saya yang sangat antusisas saat kedatangan kami yang hanya satu hari saja (kudunya lama ya). Tapi tidak mengapa juga. Toh  kesempatan sudah di depan mata. Masya Alloh. Alloh betul-betul menyayangi untuk bisa kembali lagi insya Alloh. Atau mengenai kenikmatan di atas pesawat menghabiskan satu buku. Ehh.. satu lembar, lalu ditinggal tidur menganga. Semoga ada hikmahnya, semoga ada kebaikannya, semoga silaturahminya terjaga sampai dikumpulkan…

Dibalik ketawanya orang (siapa tahu)

Assalamualaikum,
Kira-kira ya, bercanda yang sehat itu seperti apa ya? Sering banyak orang yang bercanda dan membuat orang lain tertawa lepas. Terlepas dari bagaimana 'bahagianya' tersenyum lebar, kita kadang banyak lupa tentang perasaan orang lain. Atau bahkan perasaan kita sendiri. Banyak yang mengatakan bercanda adalah hal biasa. Namun tidak banyak orang yang menyadari bercanda yang tidak 'sehat' adalah nama lain dari pendzoliman, Berat? Iya harusnya. Saya menyesal. Menyesal. Bilamana saya adalah tipikal orang yang humoris, Sering bercanda tentang diri saya ataupun orang lain, dan saat yang sama tidak merasakan hal-hal yang aneh. 
Era sekarang ini, yang paling sering terjadi, kebanyakan candaan terlontar dari kelemahan seseorang. Pengandaian yang menurut saya lebih ke arah pengejekkan. That was a big sadness. Kita lupa ya bagaimana cara menghargai perasaan. Buruknya (menurut saya), kita sering melontar kata maaf dengan. "sori, bercanda" atau "halah..…

Yang bikin senyum lebar

Assalamualaikum,

Dulu sering saya bertanya, pertanyaan tentang bahagia yang terkadang rasa memanjakan dan 'menghargai" diri sendiri sangat jarang dilakukan. A Question tentang "apa saya sudah bahagia?" adalah hal yang sebenarnya kita wajib tanyakan pada diri kita setiap hari. Memutar balik seharian apa yang membuat perasaan naik turun. Cek deh sekali-sekali bergurmen tentang pertanyaan sederhana itu.
Pernah suatu saat dalam pekerjaan saya yang tiap berangkat mewek, pulang lalu embyeer. Gak capek, tapi tersiksa. :)) Terus bertanya sendiri, ngomong-ngomong sendiri, uda berasa kayak latihan pidato. Tapi pada akhirnya hasilnya sudah mulai terasa, mungkin suatu saat ini akan berlaku untuk hal-hal yang lain. It changed me frequently. Perlahan-lahan saya mulai menjalani apa yang sudah saya petakan. Pekerjaan, aktifitas daily, pola pikir, semua tersetting 'baru'. Recharge lagi dengan bertemu banyak orang-orang positif. Percayalah, tidak ada satu orang pun yang bisa …

Tetanggaku, Pak Di

Assalamualaikum,

Sejatinya, bukankah doa itu bisa 'mengubah' takdir?
Beberapa pekan lalu, tetangga saya. Sebut saja Pak Di. Petugas kebersihan yang rata-rata umurnya insya Alloh antara 60-70 tahun. Yang tinggal dalam petakan rumah sederhana bersama istri tercintanya. Terakhir kali malam takbiran kami bertemu, suami istri tersebut sedang sama-sama sakit menua. Kasihan memang. Dari Allohlah orang tua 'saya' ini tidak memiliki satu keturunan. Hanya gerobak dan rumah saja menurut saya yang menjadi harta benda keduanya. Beberapa minggu lalu. Istri Pak Di meninggal dunia. Beberapa lamanya dirumah Mamak sekitar pukul 7an  tidak terdengar beliau masuk pagar sambil berteriak "sampah". MasyaAlloh. Melihat dari sisi manusiawi, tentulah kita merasa snagat iba dan prihatin. Kasihan karena di hari tua beliau hanya seorang diri saja. :( . Tapi tetap jua, Alloh sebiak-baiknya Sahabat, Teman, Penjaga. Apa lagi yang dicari dari seoang tua tersebut? 
Kadang saya melihat beliau …