Langsung ke konten utama

Mulut yang biasanya untuk makan

Assalamualaikum,

Pernah gak bertanya, "Kenapa tiap kita mudah berkomentar tentang orang lain?". Sering ya? Iya... mukanya gini dikit, dikomentari. Cara ngomongnya 'aneh' dikit, dikomentari. Subhanallah. Tidak ada satupun manusia terlihat sempurna dimata kita kecuali diri kita sendiri, bukan? Tiap kita, sahabat. Pastilah sering jadi bahan empuk pembicaraan orang lain. Yang baik ataupun yang buruk. Masya Alloh, bilakah tidak cepat-cepat mengingat, pudarlah pahala tiap sujud dan doa kita. :(

Siapa sih yang ingin dibicarakan?. Hmm... ini saya dapat dari keluarga saya baru-baru ini. Ya... contoh baik menurut saya yang masyaAlloh, Alloh sebaik-baiknya Pengajar. Yang mampu membolak-balik hati tiap insan. Alhamdulillah, saya bersyukur dijodohkan dengan banyak orang baik di sekitar saya. Ketika ada orang yang dengan sengaja membicarakan orang lain di depan kita, lalu semata-mata kita meminta perlindungan kepada Alloh, "Semoga orang yg dibicarakan lebih baik dari pembicaraan itu sendiri, dan semoga kita juga lebih baik dalam bergaul". 

Dari duduk berdua dengan salah satu perempuan yang sangat saya cintai, Adik saya. Kami banyak mengevaluasi, bahwa tiada hebat seseorang sehingga ia tidak membicarakan keburukan orang lain tanpa menahu siapa yang dibicarakan. Hebat. Adik saya hebat. Saya banyak belajar darinya, bagaimana menghadapi banyaknya halangan yang bisa jadi mampu menurunkan kecintaan pada Alloh. Masya Alloh, Alloh menitipkan adik yang sangat luar biasa amal kebaikannya. Darinya, saya belajar bagaimana menerima orang lain yang berperilaku buruk pada kita dengan memberikan kebaikan lebih dari yang ia berikan.

Betul. Diri kita, Orang tua kita, keluarga, tetangga, sahabat-sahabat kita adalah tiap ujian itu sendiri. Saya menyadari satu hal, dari kehidupan saya yang sudah tidak hitungan satu dua tiga lagi. Bahwa, bila kita mencintai siapa saja, janganlah ia berkomentar buruk tentangnya. Cintai karena Alloh adalah mengingatkan ketika ia punya kelebihan, dan melengkapi kekurangannya. Ini berlaku untuk siapa saja. Siapa saja. Itulah... terkadang saya suka ingin cepat-cepat bertemu Alloh karena dunia ini sudah tidak 'nyaman' untuk di'tempati'. Sungguh, tiada yang dapat mengahalangi kemaksiatan ketika ia berjumpa dengan Robbnya. Namun.... *periksa kantong amal. Tidak ada sisa apapun disana sini. I have nothing to make myself so close to HIM. :(



Wassalam,
Tetap berpositif ya,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…