Langsung ke konten utama

Dear my dearest

Assalamualaikum,

Saya suka Romadhon kali ini. Iya, saya suka. Banyak pengharapan dan pola pikir terutama tentang kecintaan terhadap keyakinan ini. Alhamdulillah. Walau sedih rasanya, walau berat rasanya, 'pertempuran' yang digadang Muhammad bin Abdullah  mengenai nafsu dan hal-hal lain sebagainya. Ain't that easy for being a Muslim. Menurut awam saya sih. Suatu contoh yang saya rasa berat itu, mengenai sharing masalah agama yang menjadi salah satu bagian dakwah. Ya, gak perlu jadi penceramah dahulu, biar sedikit ilmu, bisa saling berbagi kan niat baik. Diri sendiri dulu, setelahnya orang lain. Tapi mah masih jauh. Ke keluarga dulu yang menurut saya jauuuuuh banget dari kata mudah. Karena tiap-tiap karakter sangat berbeda, sehingga tidak mudah untuk saling menerima. Iya? *ada yang nanya. Iya saya contohnya. Di keluarga saya, yang ketika sama-sama saling mengingatkan tentang ini dan itu dengan macam-macam ilmu yang didapat. Tidak sedikit ada yang mau menerima. Wajar lah. Hal beginian mah masalah hati. Masalah hidayah ilmu juga. Ketika orang lain lebih banyak didengar daripada kita. Lha, itu juga wajar. Pelan-pelan. Ketika kita mulai bahas masalah apa aja, komentar komentar bervariasi. Iya? *ada yang nanya serius. Terkadang saat kami menerima ilmu baru saja terkadang masih ragu (ini iya.Mengapa? Karena keras hati menurut saya) << ini nih awal-awal belum hijaban dan bakal horor banget kalau ada dalil yang bilang wajib berhijab. =)) such a silly thing of me. 

Untuk itu, untungnya saya ini jauh dari alim. Masih bodoh. Sampai-sampai merasa sok tahu tentang agama yang saya sendiri masih baru kenal Tuhannya, Rasulnya. Malu aja. Tapi, ada sebersit dari hati kecil yang keciiiiil banget. Merasa punya tanggung jawab atas amanah ilmu yang sudah didapat. Ya gak? Dengan berusaha gak terlalu menggurui, pun gak berusaha untuk cuek dengan membiarkan ini ilmu cuma sampai di saya aja. Masalahnya? Masalahnya adalah piye caranya biar orang gak punya pikiran kalau kita sok tahu banget, sok berilmu banget, dan sok-sok lainnya?  For my better philips lampu (yg hemat maksudnya), memberitahu itu tidak harus tergamblang secara ini begini dan begitu. Harus berorasi seperti pendakwah di depan mimbar terus yang bisa jadi menggebu-gebu. Saya gak bisa, Bapak-bapak-ibu-ibu. Saya lebih suka doing by now, you see ok gak see jg horapopo, they see ok gak see jg monggo. Ya, yang gak tuh, "kamu harusnya begini, kamu harusnya begitu. Ini salah, ini benar, ini haram" secara arogan. Arogan? *kenapa tanya-tanya mulu sih?. Iya... karena seorang muslim yang baik menurut saya memang dilihat dari akhlak, tidak koar-koar kalau dia baik, dia uda bener, ilmunya  banyak. Alhamdulillah, Alloh gak pernah mempertemukan saya dengan orang-orang seperti itu. Tapi bisa jadi saya nih yang jadi seperti orang itu. :((

By the time we spend, berharap banget bisa lebih baik dalam aturan yang baik. Itu ajah deh. Dirasa-rasa, makin berat nih hidup. Berat badan juga. *dikutuk jadi gemuk sama pembaca.


Wassalam,
Dadagh,
 


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…