Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Para Mamak Bapak

Assalamualaikum,
Bersyukurlah untuk siapa saja yang sudah mendapat kesempatan oleh Alloh untuk menjadi orang tua. MasyaAlloh. Hebat sekali menjadi Orang tua. Merawat dan memenuhi segala sesuatu dengan maksimal. Menghadirkan hal-hal yang baik untuk keluarga tanpa syarat. Sekiranya, hal-hal yang saya sudah dapatkan dari para orang tua-orang tua, saya jadi belajar akan satu hal. Iya, satu hal. Bila kata Muhammad SAW, "Orang tua layaknya AlQuran, yang jangan ia lihat dari sampulnya. Tapi mulialah isinya". Maan, saya menyadari akan banyak kejadian, bahwa kelak saat diijinkan Alloh mempunyai keturunan, mudah-mudahan mereka jauh dari kekurangan orang tuanya. Jadilah ia lebih baik, lebih kuat, lebih beriman dari keduanya.
Terlebih belajar menjadi seorang anak, bahwa mencintai Orang tua adalah ketulusan, keikhlasan, yang tidak pernah digadaikan oleh apapun. Yang timbul bukan karena banyaknya materi dan fasilitas yang mereka beri. Karena sesungguhnya dunia ini adalah titipan yang sew…

Mulut yang biasanya untuk makan

Assalamualaikum,
Pernah gak bertanya, "Kenapa tiap kita mudah berkomentar tentang orang lain?". Sering ya? Iya... mukanya gini dikit, dikomentari. Cara ngomongnya 'aneh' dikit, dikomentari. Subhanallah. Tidak ada satupun manusia terlihat sempurna dimata kita kecuali diri kita sendiri, bukan? Tiap kita, sahabat. Pastilah sering jadi bahan empuk pembicaraan orang lain. Yang baik ataupun yang buruk. Masya Alloh, bilakah tidak cepat-cepat mengingat, pudarlah pahala tiap sujud dan doa kita. :(
Siapa sih yang ingin dibicarakan?. Hmm... ini saya dapat dari keluarga saya baru-baru ini. Ya... contoh baik menurut saya yang masyaAlloh, Alloh sebaik-baiknya Pengajar. Yang mampu membolak-balik hati tiap insan. Alhamdulillah, saya bersyukur dijodohkan dengan banyak orang baik di sekitar saya. Ketika ada orang yang dengan sengaja membicarakan orang lain di depan kita, lalu semata-mata kita meminta perlindungan kepada Alloh, "Semoga orang yg dibicarakan lebih baik dari pembica…

Come close

Assalamaualaikum,
"...
Pergilah sedih, pergilah resah Jauhkanlah aku dari segala prasangka Pergilah gundah, jauhkan resah Lihat segalanya lebih dekat Dan ku bisa menilai Lebih bijaksana
...."
Penggalan dari bait lagu anak-anak, yang kala itu menurut saya hanya Sherina yang mampu membius banyak anak Indonesia untuk menikmati lagu anak-anak pada jamannya. Judulnya Lihatlah lebih dekat. Sampai 'sebesar' ini demen kok saya sekali-kali mendengarkan lagu ini. Kagum, dengan elemen-elemen dari tiap orang yang membuat lagu ini jadi begitu menyentuh dengan segala pesan baiknya. Anak sekecil dia kala itu yang bisa membawakan lagu ini dengan begitu sempurna. Simpel sih menurut saya, kalau dilihat dari filmnya, lagu ini menceritakan tentang perpisahannya dengan sahabat-sahabatnya. 
Yaa, melihat segala aspek kehidupan dengan bijaksana. Seorang anak kecil yang terbiasa untuk diberikan pilihan yang tidak hanya semata-mata untuk kesenangannya, melainkan dampak baik buruknya biasanya cenderu…

Buk... :(

Assalamualaikum

(Masih) Tiba-tiba teringat....


Suatu hari, saat Ibuk (Mamaknya Mamak) bertandang ke rumah. Saat beliau yang pula sedang dalam keadaan sakit. Yang separuh badannya sudah tidak bisa maksimal digerakkan. Duduk sendiri dengan mukena. Masih ingat benar, Ibuk adalah Nenek paling aktif dalam berbicara. Badannya masih segar bugar, sedikit gemuk, dan keriput (lha.. nenek juga). Iya, beliau hanya bisa duduk saja di kasur belakang, tempat biasanya kami menonton dvd super junior atau manis manja grup. Saya yang sebelumnya bertanya apa beliau sudah sholat duhur (kala itu), masih duduk dengan mukena tanpa ditemani siapa-siapa. Setelah salah satu anak lelakinya datang (it means itu Paman/Pak Lek/Pak Cik saya ya), kami memutuskan sholat bersama. Di rakaat terakhir tiba-tiba saya teringat kata banyak saudara Mamak (ketemon ndak fokus) bahwa si Paman ini adalah orang yang paling sabar merawat Ibuk dalam hari-hari tuanya. Walau beliau tidak sesempurna kita dalam hal berbicara, masya All…

Banyak

[Assalamualaikum]
Dan apabila semua terjadi tidak sesuai kehendak diri, berarti kehendak ILLahi jauh melebihi nurani. Sepertinya rasa syukur atas ini dan itu tidak melulu tentang si ini dan si anu. Bertemu dengan orang-orang hebat dalam waktu singkat dipunyai angan serta doa, "Semoga kami mengikuti kebaikan mereka, semoga kita bertemu di SurgaNya". Dan akhirnya menyadari, kehidupan ini tidaklah mudah untuk diterawang, cukuplah dijalani dengan ilmu yang sama sekali tidak awam. Dikarenakan hidup adalah tersumber dari dua kata dasar Manfaat dan Bahagia. Kenali keduanya dari hati. Mencermati tiap detail kurang dan lebih masing-masing... kita. Mampu melihat dari dekat tentang apa-apa yang terkadang dari situlah alasan su'udzon atau khusnudzon bermula. Pakailah hati, yang telah tercipta dari rahim Ibunda. Karena merajut dan meretas hati serta mimpi bisa meledak kapan saja. Bisa meledak bahagia, atau sebaliknya, meledak amarah. 
Memilihlah dengan baik, sesiapa untuk berkawan, k…

Kemarin

Assalamualaikum,
Rasa-rasanya, syawal pertama adalagi kemarin hari. Saat resepsi Mas-Mbak yang nama kerennya ngunduh mantu (download mantu) di rumah. Ada si Mbah yang doyan banget sama Tahwa, ada Papa yg jago tenis, ada tante-tante, om-om, adek-adek, kakak-kakak. Everything went well. Terharu aja, nikmat manalgi sih yang mesti diingkari? Duhai, nikmat sekali yang namanya berkumpul bareng duluran begitu. Ada sate ponorogo, ada nasi goreng, ada ayam bbq. Yaa.. namanya juga mantenan, ibu-ibu.
Adakalanya bisa mengandai-andai pasti seru ya bertemu lagi di surgaNya, kelak. Tapi jangajn sampai ya cuma sebatas angan andai. Semoga terwujud dalam hal-hal yang baik. Saya, anda, mereka, sesiapa yang dalam hidup menggambarkan bahagia secara 'syariah'. << paham gak ya? Saya tersenyum sendiri dari pernyataan seorang sahabat tentang syariah ini sendiri. Diluar kapasitas bagaimana kita sering menangis, kita lupa bahwa satu tangisan itu terjadi setelah ribuan tawa. Kita lupa bahwa perbed…

Bilamana

Assalamualaikum,
Baru saja mengubek-ubek blog sahabat saya. Blognya seperti rumah hantu. Terakhir ditulis tahun 2010, ini berarti sudah 1 abad dia tidak 'bersih-bersih' rumah (anggap aja kita di era 3000an, semua pake robot. Sampai ngetik ini aja juga pake robot telepati). Tagline Superfriend yang selama ini dia pakai itu benar-benar ada dasar ceritanya. Saya tidak banyak bercerita bagaimana dia dan dia. Hanya saya sedikit mengoreksi diri saya sendiri yang sepertinya memang sedikit banyak sama seperti yg dilalui sahabat saya itu.
Well, teman atau sahabat yang biasanya diokategorikan berbeda oleh banyak orang. Iya, saya juga. Perihal kehadiran yang semata-mata menjadi alasan utama kenapa kita mentasbihkan orang sebagai orang terdekat kita. Ada yang ditinggalkan, ada yang meninggalkan. Setiap orang pula punya kemampuan dalam bersosialisasi. Ada yang begini dan begitu, ada yang melulu. Saya punya sahabat, banyak. Saking banyaknya saya bingung mana teman mana sahabat. Karena menuru…

Alloh, YOU are here.

[Assalamualaikum]
Astagfirullah Astagfirullah Astagfirullah
Setiap kali saya baca, lihat, mendengar berita tentang banyaknya pembantaian disana-sini, sedih aja gitu. Terkhusus karena para muslim yang dibunuh secara gak manusiawi (kata dasar bunuh aja sudah gak ada etikanya). Air mata aja sepertinya gak bisa bantu apa-apa. Sedih aja, sama diri sendiri, yang juga mungkin dirasakan banyak orang. We do nothing. Gak pernah bisa mengerti apa yang dicari orang-orang berambisi sampai-sampai merelakan banyak nyawa, menghentikan masa depan dari anak-anak tak berdosa, memotong tali persaudaraan sebegitu mudahnya. Semoga Alloh mempercepat datangnya pertolongan yang tiada bisa dihentikan sesiapa. Aamiin.
Kala tadi saya lihat video tentang penembakan gadis kecil yang dengan berani merekam sendiri kerusuhan di tengah kota, lalu seketika ia ditembak tepat di jantungnya, tertembus ia luka. Entah hanya doa saja agar terselamatkanlah ia, atau mati syahid seperti lainnya. :( Ya Alloh.... kami tidak memperta…

Aisyah

Assalamualaikum,
Cerita kecil sih dari kota sebelah (sidoarjo, yaa..itu jauh ya. Dikit). Si tante yg punya anak sekarang kelas 7 dan belajar nimba ilmu walau bisa juga air masuk ke pondok pesantren. Melihat kakaknya (salsa) yg sekarang uda gak dirumah, gak pulang kecuali libur lebaran, si kecil, Aisyah, adiknya yg baru 4 tahun tiba-tiba :
Settingan di ruang tengah, Aish bermain boneka, si Mamanya bermain bersih-bersih rumah.
Aish : Mamaa... Pokoknya aku besok gak mau banget kayak mbak Salsa. Pondok-pondokan. Mama : (kaget dong) Lho, dek. Kenapa? Aish : Itu lho ma, gak pulang-pulang kalau sudah sekolah. Terus tidurnya sendirian. Gak ada mama sama papa. Mama : Lho, dek. Gapapa. Kan nanti juga pulang. Aish : Gaak, mama. Aish mau pulang ke ruamh aja. Mau di sekolah biasa aja. Mama : Kan di pondok ada ustadz ustadzah, dek.  Aish : Gak mau, ma. Maunya ada mama. Ustadz ustadzah kan bukan mama papa. Mama : Kan sama aja, dek. Asih : Pokoknya aku gak mau, ma. Maunya pondoknya di rumah.
Lucu? L…

Syawal 'satu'

Assalamualaikum,














Keluarga, yang seruannya diminati, yang pelukannya menghangatkan, yang kehadirannya dirasakan, yang doanya diikhlaskan. Syawal yang dinanti-nanti perkumpulannya.


Wassalam,




Semua yang tersayang

Assalamualaikum,

Mohon Maaf, dengan segala kerendahan hati
Untuk tulisan yang tak bermanfaat
Untuk pemikiran yang tak berilmu
Untuk sua yang menyakitkan.

Semoga semangat Romadhon tetap ada, tetap penuh dengan kebaikan-kebaikan.
Semoga Idul Fitri yang suci ia datang dengan kemenangan atas semua insan.

Maaf Lahir Batin.






Wassalam,
Nora Veronica. K

Dear my dearest

Assalamualaikum,
Saya suka Romadhon kali ini. Iya, saya suka. Banyak pengharapan dan pola pikir terutama tentang kecintaan terhadap keyakinan ini. Alhamdulillah. Walau sedih rasanya, walau berat rasanya, 'pertempuran' yang digadang Muhammad bin Abdullah  mengenai nafsu dan hal-hal lain sebagainya. Ain't that easy for being a Muslim. Menurut awam saya sih. Suatu contoh yang saya rasa berat itu, mengenai sharing masalah agama yang menjadi salah satu bagian dakwah. Ya, gak perlu jadi penceramah dahulu, biar sedikit ilmu, bisa saling berbagi kan niat baik. Diri sendiri dulu, setelahnya orang lain. Tapi mah masih jauh. Ke keluarga dulu yang menurut saya jauuuuuh banget dari kata mudah. Karena tiap-tiap karakter sangat berbeda, sehingga tidak mudah untuk saling menerima. Iya? *ada yang nanya. Iya saya contohnya. Di keluarga saya, yang ketika sama-sama saling mengingatkan tentang ini dan itu dengan macam-macam ilmu yang didapat. Tidak sedikit ada yang mau menerima. Wajar lah. Ha…