Langsung ke konten utama

Tatiiiiiit......

Assalamualaikum,

Iyaa, beberapa hari saja gak nulis, tambah 'gatal' mengalahkan tangan saya yang sedang gatal-gatal saat ini. Kemarin saat blogwalking, tersempat mampir ke salah satu istri teman yang baru saja melahirkan. She's 23, she's young, she's awesome. Menurut saya. Karena tulisan kecil yang ia gambarkan tentang proses persalinan. Ya, tidak menggambarkan secara keseluruhan, tapi yang saya tangkap, temuan saya tentang beberapa perempuan yang mengatakan bahwa kehamilan & melahirkan adalah kenikmatan luar biasa. :)

Saya belum lah. Nikah aja belum. Excited tiap ada teman yang akan menjalani persalinan, bikin status di social media. "Tiap 8 menit kontraksi nih", "Ya,, mules-mules gimana gitu", "Gak mau suntik gituan, tunggu aja", "Ya Alloh, bukaan 2 ke 3 delapan jam jaraknya". See, hal-hal begituan yang bikin konsentrasi lari pagi buyar, selain takut dikejar anjing. Jarang-jarang ya, saya dengar 'nasihat' beginian. Ya, wajar juga kalau banyak perempuan yang sakiiit banget (terus ingat Mamak, pasti sakit ya, Ma?), No bukan Mamak saya. Kalau beliau selalu ingatin saya akan satu hal tentang melahirkan. Kejadian setahun lalu di suatu rumah sakit yang kami duduk di dekap ruang Hesti (ruang bersalin). Ada yang teriak kenceng banget, awalnya saya pikir anak kecil yang cabut gigi. Ndilalah, lagi mau melahirkan. :(

Saya, merinding sih, bukan bayangin suatu saat melahirkan. Gak, insya Alloh gak. Tapi saya merinding mau nangis. Bayangin Mamak saya dulu waktu melahirkan saya. Lamunan saya buyar saat Mamak menepuk badan saya yang sebelumnya saya tanya, "Kayak gitu sakitnya, Mak?". "Hmm... ya, harfiahnya sakit", kata Mamak. "Besok-besok, kalau melahirkan jangan kayak gitu ya?", #deg.... waduh, saya nyanyi gak bisa ya? *ditampar adik bayi sedunia. "Memang sakit, tapi kudu banyak-banyak berdoa ya. Panggil Alloh terus.", sambil simulasi elus-elus perut sama paha. Mamaaaaak.... serius, saya meluk Mamak sambil bilang "Maaf ya, Mak. Pasti sakit". Lalu berakhir dengan perut bunyi karena lapar. #salah_skenario.

Jadi ingat, beberapa bulan lalu, saya sakit tipes berat. Berat sampai kepala saya pusing bueraaat. Saya tidur sehari tidak lebih dari 5 jam sepertinya. Gak bisa lakuin apa-apa. Saya cuma sebut Alloh saja, Karena pengucapan lebih dari dua kata saya mual, pusing saya tambah parah. Pertanyaan orang-orang rumah hanya memerlukan jawaban Ya atau Tidak saja. Saya percaya saat itu, saya yakin bisa mengalihkan rasa sakit saya. It was true, dear friends. Tiap ada rasa sakit, saya ingat kejadian sebelum operasi besar itu. Sakiiit banget. Mungkin tidak seberat melahirkan para Ibu-ibu kita. Tapi saya meyakini satu hal. Menghadirkan Alloh dalam kesusahan itu lebih menenangkan.

Masya Alloh, kemudahan Mamak saya pastilah karenaNya. Dan Ibu-ibu lain yang, perjuangnnya luar biasa gak ada yang bisa ngalahin. Bersyukur diciptakan menjadi perempuan, kemungkinan bisa merasakan perasaan seperti Ibu kita sendiri itu.... daebak.

Ah... Mamak(s), i fully lop yu...


Wassalam,



Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…