Langsung ke konten utama

Kilat kilas

Assalamualaikum,

Baru aja ingat-ingat. Kata Guru Ngaji saya, nama adalah doa. Selain perkataan. Tiap orang tua pasti akan memberikan nama yang baik terhadap anak-anaknya. Ya, bukan sejarah nama saya sih ya. Tapi tiba-tiba saya ingat doa Guru saya tentang pemberian nama anaknya. Yang dimana kedua anak lelakinya tersemat nama Muhammad. Dengan harapan pada doa bahwa agar kedua anaknya mempunyai akhlak, sifat, dan keislaman Muhammad. Aamiin ya Alloh.

Lalu, kira-kira saya kok jadi punya keinginan nama anak ya?! Leeeh.... Jauh sih ya. Gapapa. Wong cuma cita-cita. Karena penting, saya mau ada nama Muhammad, Bilal, dan Ali. Jadilah.... Taraaaa... Muhammad Bilal Ali. Hahaha.... *tab close saung bersama. Gak keren? Noo.. Bukan kerennya menurut saya. Benar menyadur kata Guru saya, harapan agar menjadikan anak sebagai pribadi yang baik, tentunya bisa bermula dari pemberian nama. 

Mengapa Muhammad? Dear, i love this person deadly. Semua pasti tahu sosok mulia ini. Siapa yang ingin punya anak semacam Rosul. Ya, jauh iya saya tahu. Paling tidak tetap harapan lagi kan? 
Mengapa Bilal? Tidak perlu berlama-lama. I'm into him so much. Saya mencintai pria ini juga sejak lama karena keteguhan dan... Ahem, suara mautnya saat jadi muadzin.
Mengapa pula Ali? Dalam benak saya, Ali itu pintaaaar sangat. Lemah lembut. Pria sederhana pilihan Rosul untuk putrinya Fatimah karena kecerdasan dan keberaniannya. 
Mengapa milih-milih nama? Dibilangi cuma cita-cita aja kok yo.

Lha hal-hal gini ya. Ingin punya anak-anak sholeh/ha, tapi calon Ibunya. Hmm.... Kata Pak-Bu Guru saya sih, jadilah calon Ibu yang sholeha dulu. Lalu cari calon Bapaknya yang sholeh. Insya Alloh anaknya berkualitas. Wiiiik... Pelan-pelan, Nor. Gapapa, belajar lagi kita yuk. Semoga jadi pribadi yang baik sesuai dengan keinginan kita masing-masing. Mengheningkan cipta selesai.

Kalau perempuan? Ah... Sudahlah. Angan-angan ini aja cuma sekilas. Gak perlu dipikir. Jaga studio dulu dah. 


Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…