Langsung ke konten utama

Ini... Izrail 'kilat mini'.

Assalamualaikum,

Kapan hari mendengarkan tausiah di Radio tentang 'persahabatan' para Malaikat. Serem gak? No... cute banget sepertinya. Antara Malaikat Jibril as, Mikail as, Israil as, dan Izrail as. Empat pilar utama para Malaikat. Yang mengesankan dan menarik, menurut saya kala itu tentang cerita Malaikat Pencabut Nyawa. Iya saya tahu ini serem banget. Tapi sebenarnya saya kasihan. Lho?!
Iya saya kasihan. Tak dianya dari sumber yang saya dengar dari tausiah tersebut, sekelompok Malaikat dikumpulkan Alloh dalam suatu waktu untuk pembagian tugas masing-masing. Dalam suatu kesempatan, Alloh SWT memperlihatkan Al Maut (kematian) kepada seluruh malaikat dan kesemuanya 'pingsan' selama 1000 tahun. Setelah 'bangun', Alloh mempercayakan Al Maut ini kepada Malaikat Izrail. Yang bikin saya sedih sih, bukan cerita 'tertamparnya Izrail' oleh NabiuLlah Ibrahim as beribu-ribu tahun kemudian, tapi 'ketakutan' sang Malaikat akan tugasnya tersebut.

Tercerita bahwa Izrail sempat mengadu pada Alloh bahwa, tugasnya ini adalah tugas yang tidak mudah. Yang banyak ia 'menghidupkan' pemakaman, yang akan banyak makhluk takut akannya, yang ia datang dengan rupa-rupa berbeda, yang akan banyak manusia mengumpat. Yaa... jujur aja ya, kita 'gak suka' kan ketemu beliau. :(

Long short story-nya, Malaikat istimewa ini luar biasa menanggung tugas yang #ehem penting banget dalam memutus nikmat dunia. Terlepas dari hal ini, yang nantinya insya Alloh kita tertemu juga dengannya. Harusnya mengimani Malaikat-malaikat Alloh ini juga turut mencintainya ya? Ah... Izrail, yang ia pun pernah atas izinNya 'bersahabat' dengan Nabi Idris as. Yang ia 'selalu' iba terhadap keadaan seseorang yang ia cabuti nyawanya. Yang ia pun menangis tersungkur menjerit keras saat mencabut nyawanya sendiri sebagai makhluk 'terakhir' Alloh yang hidup di hari akhir nanti.

Jadi teringat, siapa pria berjubah putih yang duduk bersama saya selepas magrib Romadhon tahun lalu? Bukan Izrail?


Wassalam, 

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…