Langsung ke konten utama

In love with person

Assalamualaikum,

Banyak hal yang bisa dinikmati menjadi seorang makhluk biologi yang berakal. Tidur, makan, keluarga, bekerja, fotografi (lha..), atau mungkin untuk sebagian orang bisa jadi dalam bentuk kekaguman pada Bilal bin Rabah. Yaa... saya termasuk. Anggap saja sengaja saya arahkan tema kali ini pada beliau. Bagaimana tidak ya, beberapa tahun yang lalu saat sebuah stasiun televisi menayangkan program sejarah para nabi beserta sahabat-sahabatnya, kala itu Bilal sebagai fokus tayangnya. Hmm.... selain kepakemannya tentang seruan "Ahad" saat disiksa majikannya, muadzin pertama ini sangat begitu mulia dengan keimannya yang gak kalah dengan sahabat-sahabat yang lain.

Tersebut seorang Habsyi yang berkulit hitam legam, seorang budak yang diam-diam memeluk agama Muhammad, lalu si majikan tahu dan melaknat keyakinannya itu dengan menyiksa bina. Banyak cerita tentang Bilal yang mungkin semua orang sudah tahu. Memang tidak banyak juga sih yang saya tahu. Hanya beberapa nukilan buku ataupun referensi dari artikel-artikel lain. Hanya, walau tidak ada hubungan darah dengan Bilal (ya menurut antum?), saya ingiiiiiiin (huruf 'i' menandakan tingkat keinginan dalam level banget) sekali bisa napak tilas kehidupan Bilal ini. Ya, beliau bukan Imam besar, pun bukan perawi Hadist. Beliau mantan budak yang cinta banget sama Alloh, cinta banget sama Rosulullah, cinta full sama Islam. Gak salah kalau saya suka berdoa untuk bisa bertemu Bilal dalam mimpi. Sekali aja y Alloh. Sekaliiii.... *nangis di kubah Mesjid.

Gimana gak cinta Rosul, waktu Muhammad SAW wafat, Bilal mengumandangakan adzan dan berhenti menangis seketika saat pengucapan Muhammad. Begitu terus sehingga ia memutuskan untuk tidak adzan karena sangat terpukul atas meninggalnya Rosulullah. Menurut sejarah, Bilal akhirnya pindah ke sebuah kota, dan dalam waktu yang lama ia mulai panggilan seruan adzan setelah didatangi sahabat Abu Bakar dan kedua cucu Rosul (Correct me if i'm wrong). 

So, who doesn't love this man? Iya, i do love Umar bin Khattab either (dan di huuuu mbak Hesti). 

Sampai saat ini, barangkali, ingin ambil sedikit pelajaran dari Bilal tentang bagaimana mempertahankan hati dan yakinnya ia pada Sang Ahad. Sekalipun mati adalah pilihan, itu tidak akan jadi ketakutan karena ia mati dengan apa yg ia cintai (ih mewek). Lha Saya?




Wassalam,
Yang tiba-tiba ingin ke toko buku beli Biografi Bilal,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…