Langsung ke konten utama

Buku yang ingin digigit

Assalamualaikum,



Hahaha,,,, << crazy detected. Saat milad saya 2 bulan lalu, saya dapat hadiah buku ini dari guru mengaji saya. Judulnya The Perfect Muslimah. Bahagia dong. Guru saya paling tahu saya bisa dinasihati dari buku. Harapannya mungkin seperti judulnya ya. Aamiin. Etapi...setelah saya baca-baca bab awalnya memang kisah-kisah hebat banyak perempuan yang luar biasa dalam rasio dunia dan pandangan akhirat. Ini buku, nampar banget menurut saya. Selain belajar bersyukur, pun dilarang galau. Banyak kutipan-kutipan yang menurut saya. Yaa... deep enough (dalem ma meeen).

"Jangan kau kira cinta datang dari keakraban dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah putra dari kecocokan jiwa. Dan jikalau itu tiada, cinta takkan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia", -Kahlil Gibran-.

Getting slap, huh?! Saya pikir-pikir lagi, saya gak begitu paham dengan artinya, namun saya hanya fokus dengan nama Kahlil Gibran itu sendiri *disemir heyna. Sama halnya seperti baca Hadist-hadist shahih. Ada kata Muhammad saja, itu sudah cukup. Pasti baik isinya. Sederhana.

Buka halaman berikutnya lagi..... Judulnya, menjemput jodoh. Cyiiin..... iki boyaa (ini opooo)??? Nyindir aaa??? #kamehamewa-in penulisnya. Disitu ada catatan kecil tentang,
"Apakah benar bahwa 'menanti' adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh oleh muslimah untuk 'menjemput' jodoh?". Oke, hal ini saya rasa punya banyak komentar barangkali dari banyak pembaca-pembaca khususnya saya. Karena saya rasa tiap muslimah berhak memilih jalan romansa pada titik 'akhir' pelabuhan hatinya #doh. Belum selesai nelan ludah, ada lagi, "Kalian diciptakan bukan hanya untuk diam menanti dipilih oleh para lelaki. Kalian juga berhak untuk memilih". It's all that matter. Manusia akan melakukan hal ini. Muslimah bisa memilih keduanya. Dipilih dan memilih. I've been through this even i'm not married yet. Ya jodoh, gak pegelkah kamu cari-cari keluyuran aja? Dingin lho. Kesehatanmu lho. #doh_lagi. Sekali lagi, tiap muslimah tentu bisa memlih kedudukannya sendiri (kedudukan selintas seperti terbaca nasi uduk. Uda sore gini bawaan lapar mulu). 

Dan satu lagi guratan dari penulis(pria) buku tadi.

"Umpama saya cewek, saya akan memilih pria yang :
  • Hebat ilmu agamanya
  • Indah perilakunya
  • Anggun petuturannya
  • Besar pengaruhnya
  • Banyak Sahabatnya
  • Kreatif pemikirannya
  • Menarik parasnya
  • Sehat raganya
  • Kuat jiwanya
  • Baik finansialnya
Dan biasanya cowok dengan kriteria sehebat itu akan memilih wanita yang sebanding. Maka segera Fatimahkan dirimu agar Alloh meng-Ali-kan jodohmu. Khadijahkan dirimu, agar Alloh me-Muhammad-kan kekasihmu".

Wuduuh, budhe. Saya pusing dengan bacaan ini. Gada satupun kriteria saya dimari. #doh10jutakali. Akan sangat susah menurut saya untuk hal-hal beginian. Namun saya yakin, ilustrasi Pak Rifa'i tersebut bisa saja terjadi dikehidupan era soto ayam ini. Mengapa? Karena pemikiran standar seseorang ditiap menu diatas tiap orang berbeda. Terkadang memang tidak ada kadar dari seseorang yang pasti terhadap pilihannya. Saya sih... ehem. Biasanya hanya melihat satu sisi aja. Apa itu? Yang bisa bersihin kulkas. #gagal_bijak. Saya jadi ingat satu nasihat. Betapapun hebatnya pasanganmu nantinya, sediakan sedikit ruang dihatimu untuk menerima kekurangan. Ini agar menghindari kekecewaan yang barangkali bisa membuat geregetan. Berarti... kalau saya menikah, saya paksa suami saya untuk bisa kasih sedikit ruang hatinya untuk menerima kelebihan saya. Eh, kalau maksa kan gak boleh ya?!. (sore-sore bikin dosa).

--lalu sebenarnya bab2 selanjutnya adalah bab nikah, guru saya pingin saya cepat menikah rupanya ya Alloh--

--pelan-pelang gigit buku--


Perihal kekurangan tadi terjawab dengan 'nasihat' maut berikut :
"Orang yang saat ini tak punya kesabaran dalam menerima kekuranganmu, tak punya hak berbahagia dalam kesuksesanmu kelak. Cinta itu menerima kekurangan dengan keikhlasan, mendampingi yang dicintai dalam berproses, lalu bersama menikmati kebahagiaan saat sukses".

Meeh.. ngomongin cinta itu kata orang bijak dilakukan setelah menikah. Karena insya Alloh murni  dan utuh, serta terikat oleh kesaksian Alloh SWT. Gak percaya? kalau kata penulisa Pak Rifa'i juga, "Bukti cinta sejati bukan "i love you", tapi "qobiltu" :) ". Btw, qobiltu artine opo?

Sometimes deh ya, saya copas ni bab selanjutnya (masih masalah nikah lagi) yang judulnya "Motivasi Nikah Dosis Tinggi". Biar saya gak dibilang metuek (sok tua, emang uda tua weeek). Lucu soalnya.

Yuk.... selamat menunggu sidang isbat.


Yang kulkasnya tetiba bau udang,
Wassalam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…