Langsung ke konten utama

Arahnya dulu

Assalamualaikum,

Dari kutipan buku yang ingin digigit kapan lalu, saya menemukan dua kalimat #makdeg yang lain. Berikut :

"Bahkan ada orang yang saat ini tidak tahu akan menunggu apa. Ia hanya menjalani hari-harinya untuk ngerjain dan mikirin apa yang ada di depannya kini, tanpa menyimpan sebuah harapan di masa depannya". ~Ahmad Rifa'i Rif'an~

Jujur saya pernah lho melewati fase seperti itu. Gak enak. Saat kuliah kalau gak salah. Semangat untuk menggapai masa depan (emang punya cita-cita?) sama sekali tak sesemangat saat di bangku sekolah menengah. Dan benar ya, saya jenuh dengan rutinitas saya yang itu-itu aja. Kuliah-pulang-main layangan-tidur-sholat-berenang-makan bakso-(kembali ke kuliah). Tujuannya juga saya gak tahu amat sih. Yang penting hidup itu aja cukup. Hahaha......

Mungkin (dan memang) setelah saya banyak wejangan dari guru-guru saya saat ini, sadar banget bahwa cita-cita itu gak hanya di dunia yang pada dasarnya memang setiap manusia punya ending bahagia di tiap jalan takdirnya. Dan impian besar tentang banyak hal yang sepertinya mengerucut pada satu hal sekarang semakin jelas. Ya, walaupun ya Alloh, tetap saja manusia imut ini masih mengejar dunia, semoga tertuju padaMu jua. Impian besar saya, ya masuk surga. Hahaha... yang dekat dulu deh ya. Hmm.... Saya mau menggunakan hidup saya untuk kemanfaatan banyak orang. No, saya gak mau hidup dan bermanfaat untuk diri saya sendiri. Saya mau berubah. Kalau bisa jadi sailormoon merkuri, si Amy. Saya suka karena dia pake baju biru. Rambutnya gak panjang jadi kemungkinan pakai jilbab juga besar. *dikamehameha-in pembaca.

Lalu di paragafar selanjut-lanjutnya, 

"Jangan hanya menyalahkan-nyalahkan koruptor. Negeri ini bangkrut bukan karena banyak orang korup. Negeri ini rusak karena keluarga-keluarga yang semakin 'mandul' melahirkan generasi pahlawan. Di mana pun tempatnya, kapanpun zamannya, insya Alloh akan ada orang yang buruf sifatnya. Orang jahat itu dihadirkan Tuhan justru untuk menampilkan generasi pahlawan". ~Ahmad Rifa'i Rif'an~

See, saya tidak menyalahkan orang tua saya karena tidak melahirkan saya sebagai pahlawan, tapi sebagai penghibur 'idiotic"', penulis amatir yang gagal hidup sebagai orang bijak dan gak berteman dengan ikan. Berarti, peran orang tua itu penting ya, pem? (pem = panggilan sayang kepada pembaca. Gak asyik sih, biar wis). Terlalu jauh saya bicara keorangtuaan, karena saya masih jadi anak. Cuma, benar ya. Belajar dari orang tua-orang tua kita agar pendidikan seorang anak adalah tanggung jawab penuh mereka dengan harapan sebagai pelindung dirinya dan orang lain dari suatu ketidakbenaran dan ketidakilmuan (mulai ngaco).

Intinya postingan ini? Scroll ke atas dong, pembaca. Jangan mau jadi sailormoon merkuri ya?!



Wassalam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…