Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Heyaa....

Assalamualaikum,
"Jangan merendahkan diri dengan menghina orang lain"
Jleb banget, sodara-sodara. Kemarin saya dapat kalimat yang melesat menghantam (uhuk) hati ini. Yeah, people pretend to know you well than yourself. Sering sih ya. Umum banget kita sering lupa kalau banyak dari candaan kita itu beda tipis antara menghibur sama menghina. Ngece lah bahasa Indianya *dipake-in sari sama Kajol. Ya, saya, ya kamu, ya mereka, ya banyak orang. Maksud hati ingin lucu. Tapi ahirnya jadi serem kondisinya gegara ada yang tersinggung. Nha, masalahnya, kadang-kadang gak sedikit tuh yang bilang kalau yang tersakiti lebih ke "cepat tersinggung". I met those. Gak adil sih menurut saya. Karena ada banyak sisi yang perlu dibijaki. #nha. 
Satunya suka ngomong nyablak atau yang lain emang sensitif. Gitu? Kalau gitu, dua hal ini bisa banget dijadiin alasan banyak orang. Yang bergurau nyalahin karakter satunya. Yang merasa atit ati nyalahin kebiasaan satunya. Well, think wisely. Bicara…

Kilat kilas

Assalamualaikum,

Baru aja ingat-ingat. Kata Guru Ngaji saya, nama adalah doa. Selain perkataan. Tiap orang tua pasti akan memberikan nama yang baik terhadap anak-anaknya. Ya, bukan sejarah nama saya sih ya. Tapi tiba-tiba saya ingat doa Guru saya tentang pemberian nama anaknya. Yang dimana kedua anak lelakinya tersemat nama Muhammad. Dengan harapan pada doa bahwa agar kedua anaknya mempunyai akhlak, sifat, dan keislaman Muhammad. Aamiin ya Alloh.
Lalu, kira-kira saya kok jadi punya keinginan nama anak ya?! Leeeh.... Jauh sih ya. Gapapa. Wong cuma cita-cita. Karena penting, saya mau ada nama Muhammad, Bilal, dan Ali. Jadilah.... Taraaaa... Muhammad Bilal Ali. Hahaha.... *tab close saung bersama. Gak keren? Noo.. Bukan kerennya menurut saya. Benar menyadur kata Guru saya, harapan agar menjadikan anak sebagai pribadi yang baik, tentunya bisa bermula dari pemberian nama. 
Mengapa Muhammad? Dear, i love this person deadly. Semua pasti tahu sosok mulia ini. Siapa yang ingin punya anak semac…

(hela)

[Assalamualaikum]

Terkadang gembar-gembor kata lain dari mendahului takdir. Pun? Atau, Cita angan yang diutarakan secara dengan kepercayaan diri yang sangat sangat tinggi.
Pun itu (lagi), banyaknya ini dan itu jadi suatu campur-campur.

People, why does you & we are get in charge of anybody's life?!


Ah...


Terlalu yakin akan sesuatu bisa jadi ketakaburan #PanutanHidup.
Beda tipis.


[Wassalam],

Thank You, Alloh

[Assalamualaikum]


I was so far from you
Yet to me you were always so close
I wandered lost in the dark
I closed my eyes toward the signs
You put in my way
I walked everyday
further and further away from you

Ooooo Allah, you brought me home
I thank you with every breath I take

الحمد لله الحمد لله
All praises just to Allah

I never thought about
All the things you have given to me
I never thanked you once
I was too proud
to see the truth
And prostrate to you
Until I took the first step
And that's when you opened the doors for me
Now Allah, I realized what I was missing
By being far from you

الحمد لله
All praises just to Allah


Allah, I wanna thank you
I wanna thank you for all the things that you've done
You've done for me through all my years I've been lost
You guided me from all the ways that were wrong
And did you give me hope

O Allah, I wanna thank you
I wanna thank you for all the things that you've done
You've done for me through all my years I've been lost
You guided me

Tatiiiiiit......

Assalamualaikum,
Iyaa, beberapa hari saja gak nulis, tambah 'gatal' mengalahkan tangan saya yang sedang gatal-gatal saat ini. Kemarin saat blogwalking, tersempat mampir ke salah satu istri teman yang baru saja melahirkan. She's 23, she's young, she's awesome. Menurut saya. Karena tulisan kecil yang ia gambarkan tentang proses persalinan. Ya, tidak menggambarkan secara keseluruhan, tapi yang saya tangkap, temuan saya tentang beberapa perempuan yang mengatakan bahwa kehamilan & melahirkan adalah kenikmatan luar biasa. :)
Saya belum lah. Nikah aja belum. Excited tiap ada teman yang akan menjalani persalinan, bikin status di social media. "Tiap 8 menit kontraksi nih", "Ya,, mules-mules gimana gitu", "Gak mau suntik gituan, tunggu aja", "Ya Alloh, bukaan 2 ke 3 delapan jam jaraknya". See, hal-hal begituan yang bikin konsentrasi lari pagi buyar, selain takut dikejar anjing. Jarang-jarang ya, saya dengar 'nasihat' begin…

Ini... Izrail 'kilat mini'.

Assalamualaikum,
Kapan hari mendengarkan tausiah di Radio tentang 'persahabatan' para Malaikat. Serem gak? No... cute banget sepertinya. Antara Malaikat Jibril as, Mikail as, Israil as, dan Izrail as. Empat pilar utama para Malaikat. Yang mengesankan dan menarik, menurut saya kala itu tentang cerita Malaikat Pencabut Nyawa. Iya saya tahu ini serem banget. Tapi sebenarnya saya kasihan. Lho?! Iya saya kasihan. Tak dianya dari sumber yang saya dengar dari tausiah tersebut, sekelompok Malaikat dikumpulkan Alloh dalam suatu waktu untuk pembagian tugas masing-masing. Dalam suatu kesempatan, Alloh SWT memperlihatkan Al Maut (kematian) kepada seluruh malaikat dan kesemuanya 'pingsan' selama 1000 tahun. Setelah 'bangun', Alloh mempercayakan Al Maut ini kepada Malaikat Izrail. Yang bikin saya sedih sih, bukan cerita 'tertamparnya Izrail' oleh NabiuLlah Ibrahim as beribu-ribu tahun kemudian, tapi 'ketakutan' sang Malaikat akan tugasnya tersebut.
Tercerita…

Pagi begini

Assalamualaikum,
Lihat tayangan berita bahwa salah satu ormas 'Islam' yang memporak-poranda suatu wilayah karena sweeping di bulan Romadhon berakhir ricuh. Miris ya?! Iya pasti. Mengapa pula saya kutip satukan Islam diatas, karena saya yakin tak terhingga bahwa Islam tidak semata-mata menghormati Romadhon dengan tindakan seperti itu. Menyayangkan. Kasihan yang tertabrak dan terseret mobil sampai meninggal dunia begitu. Iya, itu supir carteran (menurut media). Tapi... 
Saya sedih karena Islam yang dibawa pula. Muhammad juga dahulu hidup berdampingan dengan perbedaan keyakinan. Toh, beliau dengan cara yang halus mendakwahkan Islam dengan cara yang mulia. Apa kita lupa? Kita? Iya... barangkali kita juga mengatasnamakan Islam dan tidak membiarkan yang lain 'tidak dapat' ruang gerak karena kita berada dalam rantai mayoritas. Egois kan? Kalau sudah begini, ngaji yuk. Kalau sudah gini, sudah pantas cintai Rosul?
Saya tidak membenci ormas-ormas yang sudah ada. Niatan tentulah…

Ma....

Assalamualaikum,
Kapan hari, saat mengantar Mamak pergi, dalam perjalanan yang dihabiskan gak lebih dari 30 menit itu (tebak hayo kami kemana?), Mamak banyak bercerita. Diawali dengan cerita keponakannya (it means that the person is my cousin) yang bersekolah untuk pertama kalinya di suatu Pondok Pesantren. Kami kagum bersama-sama tentang keputusan sang Ibu dan sang anak yang memang punya keinginan menempuh kehidupan yang mau gak mau jauh dari keluarga. Yaa, Mamak saya sedikit 'menyesal' dengan apa yang beliau lakukan tiba-tiba. Kami bertiga memang tidak ada satupun yang bersekolah di sekolah khusus keagamaan. Beliau mengakui bahwa ilmu beliau sangat minim bahkan sama sekali tidak ada. Kata beliau, memanggilkan Guru Mengaji adalah salah satu cara agar anak-anaknya tidak buta huruf, buta agama. Singkat beliau. Well, rasa 'kesal' dan kecewa yang saya dengar itu sebenarnya mendasari. "No, Ma. Hak kami sebagai anak sudah terpenuhi oleh Ma & Pa". Mamak cuma s…

Arahnya dulu

Assalamualaikum,
Dari kutipan buku yang ingin digigit kapan lalu, saya menemukan dua kalimat #makdeg yang lain. Berikut :
"Bahkan ada orang yang saat ini tidak tahu akan menunggu apa. Ia hanya menjalani hari-harinya untuk ngerjain dan mikirin apa yang ada di depannya kini, tanpa menyimpan sebuah harapan di masa depannya". ~Ahmad Rifa'i Rif'an~
Jujur saya pernah lho melewati fase seperti itu. Gak enak. Saat kuliah kalau gak salah. Semangat untuk menggapai masa depan (emang punya cita-cita?) sama sekali tak sesemangat saat di bangku sekolah menengah. Dan benar ya, saya jenuh dengan rutinitas saya yang itu-itu aja. Kuliah-pulang-main layangan-tidur-sholat-berenang-makan bakso-(kembali ke kuliah). Tujuannya juga saya gak tahu amat sih. Yang penting hidup itu aja cukup. Hahaha......
Mungkin (dan memang) setelah saya banyak wejangan dari guru-guru saya saat ini, sadar banget bahwa cita-cita itu gak hanya di dunia yang pada dasarnya memang setiap manusia punya ending bahagi…

Ketawa.....denda 15000 !!!!

Assalamualaikum *dengan wajah murung
Saya... yang gak jauh-jauh dari ujian panggilan pria. Lalu mengapa saya memakai kerudung, ya Tuhan? Saya salah apa sih? Sudah setahun ini, cs kantor selalu memanggil saya "bapak". Mengapa begitu sih? *sedih_sendu. Maklum ya, saya kan ngantor dirumah, jadi gak bertatap muka langsung sama mas-mas-mbak-mbak cs tersebut. Tapiih, sudah lama kami berinteraksi. Masa sih bahasa keperempuanan saya gak peka begini. Bilang mamaku lho. *ngelap umbel. Sebelah ID Messenger saya nama asli perempuan lho. Ava saya juga. Lalu mereka melihat saya sebagai apaaaaaaa?
Capek ih postingan mengenai salah panggilan kayak gini lagi. Kasihan pembacanya, itu-itu aja. Capek kan bacanya? Capek saya nulisnya. *tarik napas


Ya sudah, gak usah dibaca. Suatu saat saya mau video call aja. Biar dia tahu muka saya. Phih....!!! I sweaaaar I sweaaaaar...... #jegideeer.

Wassalam *mrengut,



Sahabatku, Romadhon

Assalamaulaikum,
Masih gak percaya ini Romadhon lagi. Setidaknya, ada kesempatan 1 tahun bisa hidup setelah romadhon tahunlalu dan melalui romadhon kali ini dengan keluarga. Alhamdulillah ya, bisa bareng sama keluarga. Orang-orang terkasih. Masih gak percaya juga, masih bisa mengkondisikan rencana kebaktisosialan bersama teman-teman. Ya, alhamdulillah lagi, Gusti Alloh.  Dulu, kalau diingat-ingat, romadhon-romadhon kemarin dilalui dengan biasa saja. Iya, gak ada kenaikan signifikan. At all... Puasa juga biasa aja. Nahan lapar doang. Nunggu beduk sambil nyiapin makanan dipiring khusus gitu. Sholat isya-tarawih juga dilaui dengan mengantuk karena makannya banyak. Beuh,,,, contoh buruk kayak di buku PPKN. Persis dah. Setelah dirasa-rasa, harusnya bisa cari manfaat romadhon itu sendiri ya. Bisa berubah seiring bertambahnya ilmu mengaji. Bisa lebih baik walau sedikit.
 (lama-lama pembaca bosan, postingan religi kayak gini belum tentu penulisnya alim. Gak. Gak ada alim-alimnya).
(pembaca kli…

Postingan gak ada pentingnya

Assalamualaikum,
Ini ni ya... kontes masak yang menunya sekarang makanan Pakistan. Nasi-nasi briyani dan semacam mirip-mirip gitu lah ya. Iyaa... biar gak puasa tapi yo pingiiiin. Saya heran lho, mengapa saya lebih suka makanan-makanan timur tengah daripada makanan ibu saya (sekarang lebih ke kak binti sih, masakan jawa). Baunya hayuuuum...... Kapulaga sama jintennya aku sukaaaaa. Gapapa kan kalau suka kebab? Gapapa kan kalau suka kari arab? gapapa kan kalau suka kamu? #duooor.
Mamak saya aja geleng-geleng kalau lihat saya makan waktu umroh dulu. Kecuali kambing sama unta lho ya. Doyan saya makan ini itu. Tapi untuk berusaha makan daging yang saya masih jauh banget dari nggragas. Untuk ituh, teteman.... kalau ajak saya makan, perhatikanlah. Kalau ada menu ayam, itu sudah cukup. Hidup mati unggas thok. (gak bener nih).
Jadi, saya bersukacita kala teman-teman saya berkumpul demi masak bareng. Saya bisa icip-icip apa-apa yg membuat saya aneh. Minimal... saya tahu kepekaan indra perasa m…

In love with person

Assalamualaikum,
Banyak hal yang bisa dinikmati menjadi seorang makhluk biologi yang berakal. Tidur, makan, keluarga, bekerja, fotografi (lha..), atau mungkin untuk sebagian orang bisa jadi dalam bentuk kekaguman pada Bilal bin Rabah. Yaa... saya termasuk. Anggap saja sengaja saya arahkan tema kali ini pada beliau. Bagaimana tidak ya, beberapa tahun yang lalu saat sebuah stasiun televisi menayangkan program sejarah para nabi beserta sahabat-sahabatnya, kala itu Bilal sebagai fokus tayangnya. Hmm.... selain kepakemannya tentang seruan "Ahad" saat disiksa majikannya, muadzin pertama ini sangat begitu mulia dengan keimannya yang gak kalah dengan sahabat-sahabat yang lain.
Tersebut seorang Habsyi yang berkulit hitam legam, seorang budak yang diam-diam memeluk agama Muhammad, lalu si majikan tahu dan melaknat keyakinannya itu dengan menyiksa bina. Banyak cerita tentang Bilal yang mungkin semua orang sudah tahu. Memang tidak banyak juga sih yang saya tahu. Hanya beberapa nukilan …

Random ora umum

Assalamualaikum,
Serta merta tadi ya.. karena lama duduk dimari, masih dirumah dengan bapak-bapak dempal (nganu, profesional bangunan), menemukan foto-fota lama huntingan jogja milik mas Xapi (SBYulianto). Dan sedikit polesan suka-suka. Postingan ini sih sebenarnya bukan mempromosikan beliaunya. Tapiih... adakalanya menulis itu memang sudah sedari bawaan kandungan. Benar adanya kalau walau vakum cleaner lama, tapi ujung-ujungnya bisa juga kok menulis lagi. Atau motret lagi mungkin. Atau berhenti memancing karena sinyal tsunami. Yaa... gitu deh ya. Postingan nyinyir aslinya. 
Dari apa yang nantinya pembaca lihat, monggo bisa cuss 'gebukin' si penulis di RW sebelah. Yuk....






eh, btw..selama Puasa dilarang makan-makanan pedas ya. Saya looh.... sekarang mendzolimi diri karena sakit perut dari semalam. Si Mamak juga sih. Padahal kita makannya juga biasa. (setelah mikir lama), oia... kita sama-sama makan itu sambal cuka-nya weci. Terus dengan khidmat toilet rumah juga masih dibongka…

Botol coret

Assalamualaikum,
Masalah yang sering terjadi pada lingkungan rumah Bapak-Ibuk saya adalah..... remaja-remaja abmoral. Kejam? Gak sebanding dengan perilaku mereka yang bikin sedih banyak orang. Ya, bukan hendak menjelekkan si A, B, atau C. Saya, bahkan kami warga setempat yang rukun damai pada dasarnya serba bingung dengan solusi yang tak kunjung-kunjung ada penyelesaiannya. Begini pemirso, masalah yang kerap meresahkan banyak warga kami adalah, ada pemuda yang sering sekali mabuk-mabukan. Mereka tidak hanya melakukan pada malam gulita, saat magrib pun, pun ya Alloh, pun lho.... masih ada yang keteleran begitu. Yang lebih bikin sakit hati, kebanyakan mereka 'hang out' di tetangga depan rumah saya yang notabenenya ya... depan rumah Mamak saya. 
Gimana bisa? Ya.. bisa dong. Gaya sluyukan (<< opo iki?) mereka ala sempoyongan gitu kan kelihatan. Pernah sekali, penghuni rumah saya berkata (skenarioria), "Tadi malam ada yang minum-minum lagi. Paginya, didepan rumah si Mba…

Buku yang ingin digigit

Assalamualaikum,


Hahaha,,,, << crazy detected. Saat milad saya 2 bulan lalu, saya dapat hadiah buku ini dari guru mengaji saya. Judulnya The Perfect Muslimah. Bahagia dong. Guru saya paling tahu saya bisa dinasihati dari buku. Harapannya mungkin seperti judulnya ya. Aamiin. Etapi...setelah saya baca-baca bab awalnya memang kisah-kisah hebat banyak perempuan yang luar biasa dalam rasio dunia dan pandangan akhirat. Ini buku, nampar banget menurut saya. Selain belajar bersyukur, pun dilarang galau. Banyak kutipan-kutipan yang menurut saya. Yaa... deep enough (dalem ma meeen).
"Jangan kau kira cinta datang dari keakraban dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah putra dari kecocokan jiwa. Dan jikalau itu tiada, cinta takkan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia", -Kahlil Gibran-.
Getting slap, huh?! Saya pikir-pikir lagi, saya gak begitu paham dengan artinya, namun saya hanya fokus dengan nama Kahlil Gibran itu sendiri *disemir heyna. Sama halnya seperti baca H…

Papua & all the things we had

Assalamualaikum,
Alhamdulillah ya Alloh...  *teriak kenceng *dalam hati *takut dikatain gila
Akhirnya, setelah terpending beberapa waktu. Kakak tua (bukan burung) ini akhirnya sudah berhalal. Sodara sodara seIndonesia yang budiman. Kakak saya akhirnya bisa berkembang biak. Horee... Ponakan. (Penulis minta hadiah ponakan, red). Dua puluh delapan juni lalu terselenggarakan akad nikah yang bikin haru satu badan. Iya. Emak saya kenceng gitu nangisnya. Yaa... menurut beta juga begitu. 
[Penulis ini sedang mengantuk sehingga tiang ia kira bantal]

Perjalanan bersama 14 anggota keluarga berlangsung rame. Layaknya arisan sembako sama sabun cuci. Pesawatnya alhamdulillah gapapa. Kita selamat. Yang excited memang pernikahannya plus kumpulan keluarga yang kalau digabungin bisa 2 RW. Eh, bisa 1 kelurahan. Persis seperti angan-angan saya. Acara pamit-pamitan (aduh, hal-hal yang bikin mewek banyak orang), iring-iringan, makan-makan (ini hasrat utama penulis lho). Tentu juga... Bakso Yapis yang terke…