Langsung ke konten utama

Yang baru nanti

Assalamualaikum.

Beberapa hari lagi, sahabat. Saya akan pergi dari rumah. Iya.. Saya sudah tidak tinggal dengan orang tua saya lagi insya Alloh. Menikah?! Ooh.. Belum. Tapi mendiami rumah saya sendiri. Alhamdulillah. Setahun lebih saya menunggu prosesnya sampai hari ini dan tinggal menghitung hari saya sudah tidak menetap dirumah Emak saya lagi. Deep sad, huh?! Iya. Saya tidak pernah hidup terpisah seperti kakak-adik saya yg sudah mandiri lebih dulu. Sekarang, giliran saya. It's only 300m that far from Ma. Iya... Menye ya. Dekat banget sama rumah Mamak. Yang hilang apa y?! 
Aaa... Timbangan berat badan gak ada. Mong-Ale-Lea-Burung kakak tua-Koi juga bakal gak ditemui tiap hari. Bunyi gerojokan air tandon kalau penuh juga bakal gak terdengar lagi. 

Tapiiih... Saya berdoa, bismillah. Semoga kehidupan saya lebih bermanfaat sejak pindah ke 'papan' saya yg baru ini. Aamiin. Semoga saya bisa jadi tetangga yg baik, yang tahu caranya menjadi tuan rumah-tamu yg baik dalam ilmu islamiyah, serta bisa memenuhi hak-hak tetangganya. Aamiin y Alloh. 

Saya memang tidak tinggal sendiri (suami?!) (lalu pura-pura tidak mendengar batin pembaca). Saya dan sepupu saya yg akan tinggal dikediaman mungil ini. Alhamdulillah. Harapan saya. Semogaaaaa....Aamiini dong. Saya bisa menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk banyak orang. Terutama, saya ingin banyak disambangi anak-anak kecil untuk bisa belajar bareng dengan saya. Belajar apa?! Teliti dulu. Saya bisa apa?! Aaaa... Saya bisa ajarin mereka cara menggunakan sumpit dengan benar. Daaan.... Bagaimana cara membaca buku bacaan agar tidak membosankan. 😘

Hanya tidak bisa mengimajikan bagaimana rasanya nanti saat sahur tidak ditemani keluarga yg lain. Aaaaa.... Jadi akhirnya saya harus merasakan apa yg dirasakan Papa, Kakak, Adik saya. I deserve it, people.
"Makanya nikah" << doh, pasti guru ngaji saya kasih wejangan bombastis kayak gini. Hahahaha.... 

Entah nanti, saat ini, atau mungkin jauh setelah saya tua nanti (yaa.. Kalau saya dikasih umur banyak), saya mau rumah saya ini jadi tempat banyak orang berdiskusi, bercerita, belajar, berdoa, dan ber2 lainnya.

Jadikan rumahmu sebagi surga kecil di bumi Alloh yang luas ini.

Doakan saya ya.


Wassalam,
Renotxa.

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…