Langsung ke konten utama

Hijab gak salah kok, sis.

Assalamualaikum,

Dekatkan kursor untuk link sumber gambar
Sumber klik disini
Perempuan berhijab pada dasarnya sama saja dengan yang tidak berhijab. Sama-sama perempuannya. Ya, saya sudah melalui keduanya dan sekarang saya menasbihkan diri untuk 'menyenangkan' Alloh dengan memutuskan untuk berhijab selamanya, insya Alloh. Tidak mudah memang. Saya termasuk tipikal orang yang mudah terpengaruh pada mulanya. Namun, semakin kemari (sebelum benar-benar berhijab), saya merasa perlu melihat Alloh dari segimana saja yang saya 'lihat'. Gini deh, saya baru masih seumur jagung tuh dalam berhijab. Lima tahun. Yang datang pada 2 Romadhon kala itu. Dan pengalaman seru sudah saya Alloh beri sejak pertama kali memakai tudungan ini. Akhir semester perkuliahan kala itu, saya bekerja sebagai reporter. Nha...dan pada saat itu pula awal-awal yang dirasa mungkin kebanyakan perempuan yang berkerudung tutup. Panas boooo....gerah. Iya gerah. Beruntunglah kalian wahai para lelaki. Tidak perlu memakai rok, high heels, gincu dan lain sebagainya yang saya sampai sekarang masih akward makainya :( . (Lalu hubungannya sama reporter tadi apa?). Oia, saya yang sama sekali tidak punya ilmu apa-apa tentang perjunalistikan, iya-iya aja waktu dikasih tugas sama pak bos. Kesana OK, kesini OK, kesitu Bismillah OK. Seru memang. Bagian liputan para pendemo dan kita harus dan kudu mau gak mau nebeng di hadapan banyak orang yang  demiiiii (bukan demi Tuhan) informasi yang baik dan menarik. Sesekali saya dapat demonstran yang temanya tentang palestin. Disitu ada Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Bayangkan....Bayangkan, ne. Saya membaur nenteng kamera segede kucing dewasa dengan perasaan campur aduk. Takut disepelin, takut diapa-apain. Tapi wasyukurilah Alloh Maha Pemberi Selamat, saya berhasil masuk dan keluar dengan aman. 

Itu ditambah lagi dengan pertanyaan orang yang sepertinya tidak banyak begitu 'menerima' reporter berhijab. "Mbaknya beneran reporter?", "Kok jilbaban?", "Serius mbak pake ginian?". Iya... terus  kalau gak terima gebukin banyak orang << imaji kejam perempuan hampir baya. Alhamdulillah, alhamdulillah. Perjuangan dalam berhijab ini pastilah karena dukungan, doa banyak orang. Terlebih Allohlah satu-satunya yang punya andil dalam perubahan seseorang. Saya tidak malu terhadap banyaknya manusia yang ketika itu memang menganggap hijab adalah pekerjaan perempuan yang sudah berumur. Noo... saya sama Alloh. Itu saja. Belum bisa total, tapi paling tidak berusaha berproses. Untungnya, itu harus digerakkan dari niat. Iya, niat. Dari pakai kaos lengan pendek, celana ketat, rambut  rebonding (iya...kemalan ancen), perlahan-lahan pakai lengan panjang. Terus baju juga panjangan dikit. Ini belum ke arah rok ya. Saya tomboy coboy luar biasa. Susah pakai barang-barang wanita gitu. Gak bisa lompat pagar menurut saya. Lalu cari bahan-bahan yang adem walau dipakai di siang hari. Gitu terus, tapi.. "kapan pakai jilbabnya?", begitu kata hati saya. Suatu ketika, saya benar-benar minta petunjuk Alloh. Namun tidak semerta-merta saya langsung memakai hijab. Masih bodoh untuk bisa menangkap hidayah baik Sang Khalik. Ya, setelahnya itu barulah peristiwa Romadhon yang mengubah seluruh hidup saya hanya dalam beberapa detik. Alhamdulillah...Alhamdulillah.

Untuk itu, saya merasa kasihan dengan banyaknya perempuan diluar sana yang memutuskan untuk menanggalkan hijabnya demi karir tinggi. Tidak mudah memang mempertahankan sesuatu. Namun, berdoa dan berjuanglah untuk suatu ketaatan. Tidak mudah, pun jangan dibuat susah dan berat. Hijab tidak akan menghalangi kesuksesan apapun yang ada. Hijab bukan alasan untuk tidak terlihat mempesona dan cantik. No no... kita tidak membahas rupawati, sayang. Hijab bukan masalah cantik. Hijab adalah persembahan kecil untuk Alloh. Jadi, marilah mencoba berpikir dari segi mana saja. Hijab tidak akan memberatkan apa dan siapa nan tidak rugi bila dilaksanakan. Saya adalah satu dari milyaran perempuan berhijab. Hijab gak salah kok. 
Dan saya akan menunggu cerita luar biasa dari banyaknya perempuan-perempuan yang berhasil beristiqomah dengan hijabnya. Tentu... semoga ibadah hijab ini tujuannya karena Alloh jua. Semoga ya. Aamiin.

Mari berjuang.



Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…