Langsung ke konten utama

Bapak

Assalamualaikum,

Sang Kakek menggendong si penulis yg masih belum tahu 
gimana caranya pake sumpit apalagi pakai kamera

Tiba-tiba saat ini tadi saya tidak jadi tidur karena teringat almarhum kakek saya. Bapak Sihab, kami memanggilnya begitu. Meninggal 14 tahun yang lalu. Masih ingat dalam benak saya bagaimana beliau yang begitu baik dan halus dalam berkeluarga juga bersosial. Jujur, tetiba saya bisa merasa galau bila rindu pria tampan ini. Haha... Sudah tua pun beliau masih terlihat tampan (menurut saya). Tidak pernah marah, bahkan pria paling diam yang pernah saya kenal seumur hidup saya. Dari kecil sampai beliau mau meninggal (kala itu saya masih duduk di bangku SMP), saya hampir jarang makan dengan tangan saya sendiri. Iya, manja memang. Badannya aja yang besar, tapi takut kecoak, dikit-dikit lari kalau ketemu cicak. Phih.

Ingatan saya kembali sepeninggal beliau, tepatnya saat hari kepergiannya (ini efek nonton 40 hari meninggalnya Uje sih) saat itu. Sepertinya saya pernah memposting ini. Saking seringnya dejavu. Dan sampailah pada kejadian kakek saya. My world has stopped for a while. Saya hanya tidak menyangka kenapa begini dan begitu tapi tidak pernah saya temukan jawabannya. Sampai sekarang, bila boleh. If i may to You, Dear Robb. Why was that me? Itu saja. Namun saya ingat perasaan saya saat ditinggal orang yang sangat sangat saya sayangi itu. Butuh waktu lama untuk bisa benar-benar 'sadar' bahwa, "Yes...you're not here with us, baby". Itu saja. Namun saya juga ingat, perasaan itu hilang, tatkala muncul perasaan "ya sudah" (kalau pakai kata ikhlas menurut saya terlalu tinggi. I'm, not that good person indeed). 

Rumah saya dititipi warisan karya beliau. Sebuah biola tua yang tidak ada satupun anak cucunya meneruskan keahliannya. Semua lebih memilih ahli dalam bidang olahraga, kevokalgrupan, binaraga (haduh...itu mas sendi. sik sik masuk olahraga bukan?), ataupun dalam bidang kecintamonyetan (healah paging sepupu-sepupu) yang jadi pengobat rasa rindu. Kalau ingat-ingat lagi. Saya betul-betul kehilangan. Maklum, hidup kami sebelumnya kan jauh di belantara sana. Yang gada mall, bioskop, apalagi waterboom. Kita mah main di alam, mas mbak bro. #heyaaak.

Tapi ya, beberapa tahun lalu, tiba-tiba saya ngomong-ngomong sendiri (biasanya juga, jadi kayak orang gak bener). "Ya Alloh..yasudah, Saya balikin Bapak sama Panjenengan ya. Terima kasih sudah dititipi Kakek yg baaaaiiiiiiiiiiknya gada yg bisa ngalahin", sambil menye-menye megang tisu. Iya ya, semua ini titipan. Ini bukan masalah yang meninggal dan ditinggal dalam bentuk raga ya. Apa aja, mau harta, keahlian, perasaan, ilmu. Semua nikmat yang terkadang kita kotak-kotakan dalam bentuk kecil. Dan terkadang terlalu naif untuk bilang 'Terima Kasih ya Alloh' karena nikmat cuma dikadar oleh duit sama makanan aja. Iya kan, nor? Kamu heboh sama makanan kan?  *gelut sama diri sendiri.

Jadi, sekarang. Berusaha banget untuk bisa mensugesti diri untuk selalu bilang, "Terima kasih ya Alloh sudah dipinjami ini itu". Ya, kalau gak sekarang kapan lagi sih, nora (lagi)?!

Udah ya... Uda mau jatuh dari kursi nih.


Wassalam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…