Langsung ke konten utama

Angan-angan miber

Assalamualaikum,

Tiap ke bandara, kayak saat ini ya.
Saya selalu ingaaaaaat yg namanya Papua. Selalu ingin pulang lagi kesana.  Apa sebab?! Saya dan Papua memang tidak bisa benar2 terpisahkan. Ada darah Papua dari Papa saya. Dan lainnya hasil percampuran luar biasa dari emak saya.

Pertama kali, ingat waktu pertama kali naik pesawat saat umur 6 tahun. Dari Bali dulu transitnya kalau ke Papua. Bukan Makassar. Saya duduk di jendela bareng Papa. Karena katrok luar biasa. Waktu mendarat saya pikir kita mainan mobil-mobilan. Lhaaa... Bayangin mobil ana emang kecil banget. Dengan santai juga Papa bilang kalau 'rumus' terbang itu begini dan begitu. Seru aja. Bukan karena naik pesawatnya. Tapi karena keluarga kami lengkap. Yess.. Whener or whatever it takes, while it still together with, i don't care ya. Iya... Asal ada Papa-Emak-Mas-Adek. Udah itu cukup. 

Kalau saja ada satu kata aja yg bisa menggambarkan kenomadenan kita saat itu. Pastila itu wisata keluarga. Papa seorang pegawai yg notabenenya harus rela keliling Papua kala itu memaksa kami untuk bisa mengenal tempat-tempat lain yg satu sama lain sama indahnya. 

Iyah... Kalau mau cerita Papua. I'm tottally excited. Gimana gak. Setelah saya pindah ke Jawa, banyak banget yg hilang. Apa aja?! Gak ada orang2 beraksen Papua (ya iyaaaalah). Artinya, ada banyak hal terutama masalah persatuan. Serius... Apa ini juga faktor takdir ya. Teposeliro yg diajarin di Pmp dulu sering malah saya jumpai di Papua. Ada semacam kehidupan unik kayaknya. Entahlah. Apa karena alam dan guru ngaji jg mendukung ya?! Selayaknya... Saya yakin tuh kalau tiap orang punya kenangan masa kecil dengan keluarganya. Dan euforianya akan berbeda tiap kali menemui sesuatu yg klik banget dengan memori. (Halah postingan gak jelas).


(Tiba-tiba diam... Nungguin pesawat turun di landasan)

(Backsound : bunyi perut yg hampir mirip suara tokek)



Wassalam,
Renotxa.

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…