Langsung ke konten utama

Yang buat ke depan-depan

Assalamualaikum,


Masih berduka dengan sepeninggal Uje. Semoga beliau dirahmati Alloh. Aamiin.
Duluuu banget, saya pernah berpikir tidak bisa melewati 17 tahun karena pola hidup saya yang aneh bin ajaib. Ndilalah alhamdulillah. Sekarang sudah hampir 10 tahun saya melewati angka 17 tersebut. Semoga ini dan itu adalah hal-hal yang bisa membuat saya merasa bermanfaat untuk banyak hal. Seperti kata Uje saat berdoa di depan Ka'bah. "Bila selepas ini hidup saya bermanfaat, maka kasih saya kesempatan. Namun bila setelah dari sini hidup saya tidak membawa kegunaan untuk banyak orang, matikan saya y Alloh". Serem ya? Hanya doa orang-orang yang menjaga dirinya sendiri yang bisa bilang gitu ya. Lha saya? Kepikiran aja nggak. :(

Dari nasihat kematian Uje pula saya ini kembali bertanya. Apa bisa saya mencapai umur 30 ya? Aah... sudhalah. Belum tentu juga hari ini saya bisa melewati hari dengan baik. Saya jadi punya banyak pertanyaan saat saya mengaji nanti. Bekal itu kayak apa sih? Sholat saja kah? Puasa saja? Sedekah? Sedekah itu kayak apa aja sih? Itu kayaknya sedikit dari pertanyaan untuk bapak-ibu guru saya. Hidup baik itu seperti apa sih, sahabat? Rumit ya? Saya hanya tidak mau kesibukan dunia ini bahkan bisa melupakan dimana saya akan kembali nanti. Atau siapa yang  urutan atasnya harusnya jadi prioritas saya dalam hidup, ibadah bahkan mati. 

Kematian itu kalau digambarkan emang serem ya? Di tanah sendirian. Gak pakai baju. Well hey... jenazah tidak merasakan hembusan angin dunia, bukan? Hanya saja, kalaupun ada yang tertinggal setelah gelar almarhum/mah kita sandang. Semoga itu bukanlah hutang, dendam, iri hati, atau bahkan kebencian. Semoga ya.... saling mendoakan untuk menjadi baik dari waktu ke waktu. Menjadi yang bermanfaat untuk segala hal. 

Maaf ya untuk segala salah. Semoga kita saling memaafkan juga.

(ini kenapa tiba-tiba jadi serem gini postingannya?)



Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…