Langsung ke konten utama

Tamu ayo kemari !!

Assalamualaikum,

Pada suatu perjamuan. Nikahan misalnya. Atau ulang tahun teman dulu kala. Saat Ulang tahun wajib dirayakan dengan selebrasi besar. Undangan yg sama seperti undangan pernikahan. Aah... tidak salah kok. Yang salah hanya tidak ada bumbu syukur didalamnya. 

Sumber : Dapur kamera saya


Kita lupakan bagian itu sejenak. Menurut hemat saya (perhatikan kalimat ini. Sering sekali keluar di ujian nasional dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia), dalam mendirikan suatu acara kata yang paling tepat sebagai tagline adalah "Tamu pembawa segala". Dalam keyakinan saya sebagai seorang Muslim. Pelajaran mengenai bertamu luar biasa diajarkan. Hal ini yang membuat saya sangat sangat  mencintai Alloh. Kedatangan tamu (eeit, bukan pada hal kewanitaan ya) adalah sesuatu yang patut di syukuri. Mengapa? Islam mengajarkan bahwa kita harus memuliakan tamu.
Ini kutipannya : “Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari).

Tentu ada adabnya. Tiba-tiba saya punya solusi jitu dalam hal tetamu ini. Saya tahu sekarang saya banyak mengubah dan mengupgrade tatanan niat saya dalam hal apapun. Saya tidak perduli orang lain mengatakan saya sok religi atau tidak. Yang jelas saya ingin lebih baik. Itu saja. Saya mau masuk surga dengan cara yang baik semampunya. Ada kalanya dalam suatu acara kita harus mengeluarkan uang yang banyak DEMI.... penilaian para tamu. Ya, kehausan akan "Wah" dan "Wow" dari mulut sang tamu. Gak munafik saya iya kok. Namun akhirnya saya sadar itu sama sekali bukan pelajaran baik. Iya, saya tidak "membantu" Alloh juga dalam memperbaiki diri saya. 
"Semakin mahal kan semakin cantik, budhe?", sayup-sayup terdengar komentar penonton di belakang. It's depend on every intention  i guess. Niat itu penting. Yaa...biasanya ya. Ini biasanya lho ya. Kalau kita berpikir untuk niatan wow dan wah tadi jatuhnya pusing, cyin. Beda dengan pola pikir kayak gini. "Indah itu belum tentu baik. Baik udah pasti indah". Ini ke niat lagi lho ya. Apa sahabat tahu kalau saat tamu keluar rumah dosa-dosa kita "terbawa" keluar bersama? Ya.. gak numpuk ke tamunya lah. Tapi keduanya mendapat barokah atas keduanya. Keren kan? Iya. Selama bertamu gak gosipin orang,  apalagi fitnah orang lho ya (lagi).

Bukan berarti juga kita kasih yang murahan juga ya. Tapi kita kasih yang terbaik dengan tatanan niat memuliakan banyak orang. Ini yang sering miss oleh banyak orang. Bayangkan, bila intensitas tamu di rumah kita banyak. Berapa dosa kita gugur karena mereka. Si tamu juga dapat pahala yang sama. Itu.... awesome banget.

Jadi, sekarang. Saya harus banyak-banyak belajar untuk memuliakan tamu dengan baik. Mulai dari tetangga yang tiba-tiba bertamu. Atau saudara jauh. Atau teman-teman. Banyak yaa. Selamat Menjamu. :)


Wassalam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…