Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Random keberapa ini

Assalamualaikum,
Berada dalam kestabilan itu luar biasa buat saya. Mood terutama. Dalam hal ini atau itu, saya yakin semua orang berhak bahagia. Carilah dengan cara yang baik. Bukan materi memang. Present mungkin. Atau diluar hal lain mengenai ilmu, teman, keluarga, makanan, atau kamera mungkin. Yaa... Mungkin.
Suatu saat nanti, kalau insya Alloh diijinkan berkeluarga (ya, harapan lha. Masa jelek-jelek gini gak ada cita-cita sik), saya akan cerita. "Nak, nduk, Le, kakek nenekmu itu luar biasa". Biar mereka ambil ibrahnya, hidup itu adalah suatu pencapaian. Atau suatu saat akan begini, "Sayangku mantili, Ibumu ini orang bodoh". Biar mereka ambil hikmahnya, menjadi fakir ilmu itu suatu kerugian. Yaa...gimana paman bibinya? ayahnya piye? Yoo... ndak usah cerita. Wong ini saya yang nulis. Ya terserah saya tho. *dibalang rebana sejagat raya.
Pernah berpikir gak suatu saat nanti. Saat waktu mengikis mulusnya kulit2 para remaja, merenggut sedikit demi sedikit hitamnya ma…

"Ngana bilang apa?"

Assalamualaikum,
Biasanya kan kalau yg namanya tukang parkir atau polisi cepekan itu pasti merhatiin bener yang namanya kendaraan sama penegendaranya. Ini harfiah lho. Tapi kayaknya gak ya buat saya. Sadly to say that. Tiap kesana kemari selalu adaaaaaaa aja yang bikin sebel. :( Kayak gini nih simulasinya. *puter DVD
[scene 1] Juru Parkir (JP) : Troooos troos troos Me : *tenang aja gitu JP : Kiriiii...kiriiiii.....bales, Om. Me : Haaaah !!!!! Om?! Me : *keluar mobil terus tinju jukir
[scene 2] JP : Mondoooor.....kanaaaan.....kanaaaaan Me : *pede abiz JP : Luruuuus....kiirriiiiii dikiiit, Pak Me : Woooot?! Pak?! Me : (keluar mobil) Menurut ngana? *hagdheeez
[scene 3] JP : Maju dikiit....kanaaan ya, mas. Me : Opo maksud e mas hah? jawaaab? (imaji)
Gini ini lho yaaa. Sudah berhijab lho saya. Bukan brengosan lho ya. Gada kumis pulak. Uda pake rok lho. Emang gak cantik sih. Tapi kan tapi kan... akta kelahiran tertulis perempuan. Sedih lho keluarga saya kalo baca cerita ini.
Pokok sedih aj…

Tamu ayo kemari !!

Assalamualaikum,
Pada suatu perjamuan. Nikahan misalnya. Atau ulang tahun teman dulu kala. Saat Ulang tahun wajib dirayakan dengan selebrasi besar. Undangan yg sama seperti undangan pernikahan. Aah... tidak salah kok. Yang salah hanya tidak ada bumbu syukur didalamnya. 
Sumber : Dapur kamera saya

Kita lupakan bagian itu sejenak. Menurut hemat saya (perhatikan kalimat ini. Sering sekali keluar di ujian nasional dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia), dalam mendirikan suatu acara kata yang paling tepat sebagai tagline adalah "Tamu pembawa segala". Dalam keyakinan saya sebagai seorang Muslim. Pelajaran mengenai bertamu luar biasa diajarkan. Hal ini yang membuat saya sangat sangat  mencintai Alloh. Kedatangan tamu (eeit, bukan pada hal kewanitaan ya) adalah sesuatu yang patut di syukuri. Mengapa? Islam mengajarkan bahwa kita harus memuliakan tamu. Ini kutipannya : “Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari).
Tentu ad…

Yang buat ke depan-depan

Assalamualaikum,
sumber di sini
Masih berduka dengan sepeninggal Uje. Semoga beliau dirahmati Alloh. Aamiin. Duluuu banget, saya pernah berpikir tidak bisa melewati 17 tahun karena pola hidup saya yang aneh bin ajaib. Ndilalah alhamdulillah. Sekarang sudah hampir 10 tahun saya melewati angka 17 tersebut. Semoga ini dan itu adalah hal-hal yang bisa membuat saya merasa bermanfaat untuk banyak hal. Seperti kata Uje saat berdoa di depan Ka'bah. "Bila selepas ini hidup saya bermanfaat, maka kasih saya kesempatan. Namun bila setelah dari sini hidup saya tidak membawa kegunaan untuk banyak orang, matikan saya y Alloh". Serem ya? Hanya doa orang-orang yang menjaga dirinya sendiri yang bisa bilang gitu ya. Lha saya? Kepikiran aja nggak. :(
Dari nasihat kematian Uje pula saya ini kembali bertanya. Apa bisa saya mencapai umur 30 ya? Aah... sudhalah. Belum tentu juga hari ini saya bisa melewati hari dengan baik. Saya jadi punya banyak pertanyaan saat saya mengaji nanti. Bekal itu ka…