Langsung ke konten utama

Cerita yang masih disana

[pada bagian kedua]


Assalamualikum,

Ya... melanjutkan  jelajah pulau seberang ya. Hari terakhir di Makassar saya baru bisa pergi ke suatu benteng yang terkenal di sana. Namanya.... Fort (haiyah, benar-benar lupa). Intinya setelah bertahun-tahun saya sambang ke Makassar baru kali ini bisa menapakkan kaki disana. Benteng yang terletak di pinggir pantai ini luar biasa indah. Mengapa? Karena pemerintah benar-benar menjaga dan merawat bangunan ini. Ini hebat. Banyak kan peninggalan sejarah yang tidak terawat oleh pemerintah maupun masyarakat. Padahal saksi bisu itu merupakan bagian kenangan dari para pahlawan ya. Yaa.... kebanyakan dari kita memang kurang dalam menghargai sejarah ya. Sekarang sejarahnya malahan musik barat atau korea kan? Hayoo ngaku.

Mari cuz saja kita keliling benteng bagus ini, yuk.

 Bagian pilar-pilar yang masih lama ini berdiri gagah

Bagian bersih dari tiap sudut merupakan kebanggaan dari benteng ini

Salah satu peninggalan dari masa lalu ya. Itu...apa bacanya?


Kan kan? Saya sudah bilang disini bersih. Langka kan?

Di salah satu museum, simulasi panggung pernikahan Putri raja

Baju Sunatan para perempuan. Lapis 7,cin.

Mengapa saya bilang bersih langka ya? Karena banyak sekali saya atau kalian sahabat yang melihat tempat-tempat bersejarah yang tidak terawat lagi. Ditambah lagi para wisatawan yang enggan banget jaga kebersihan. Buang samapah sembarangan, corat coret gak jelas. Curi ini itu. Duh yaa.... Kelihatan kan gak perduli sama masa lalu?  










Gak lengkap aja ya gimana kalau di Makassar nyobain coto Makassar yang dahsyat itu. Walaupun saya bukan pemakan daging sapi ataupun capi. Tapi saya doyan kok. Tetep... gak makan dagingnya. Burasnya..bisa dua. :))


Coto Makassar

Juga ini, Mie Titi


Penampakan Mie Titi ini seperti Tami Capcay yang ada di Jawa (Atau masih ada yang lain?) . Bedanya hanya di Mienya dan siraman sayurnya. Kalau Capcay itu macam-macam sayur, mie titi ini hanya berisi sawi, telur, dan ayam. Endul ditambah saos pedas yang khas. Pokoknya selamat menikmati...gambarnya. *dirudal pembaca.


Kalau yang ini kudapan khas Makassar. Namanya saya pun  lupa. Maaf ya.



Ini...makanan hotel. Ngetes kamera aja.




Kalau ini namanya Pisang Goreng (namanya agak vulgar menurut saya. Jadi anggap saja ini pisang goreng ya). Dengan olahan luar biasa panjang dan sambal terasi.









Dan dua gambar terakhir adalah anak cucu tante-tante saya. Ginuk-ginuk memang. Lucunya maksimal. Yang satunya lucu yang lainnya juga. Mau digendong. Mau dicium. Aduuh.... manut pokoknya. 

Jadi selesailah perjalanan dari Jawa-Sulawesi. Semoga para sahabat bisa bertandang kesana ya?. Aamiin. Bisa ketemu makanan-makanan enak diatas. Sehat terus ya.




Wassalam, 



Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…