Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari April, 2013

Cerita yang masih disana

[pada bagian kedua]

Assalamualikum,
Ya... melanjutkan  jelajah pulau seberang ya. Hari terakhir di Makassar saya baru bisa pergi ke suatu benteng yang terkenal di sana. Namanya.... Fort (haiyah, benar-benar lupa). Intinya setelah bertahun-tahun saya sambang ke Makassar baru kali ini bisa menapakkan kaki disana. Benteng yang terletak di pinggir pantai ini luar biasa indah. Mengapa? Karena pemerintah benar-benar menjaga dan merawat bangunan ini. Ini hebat. Banyak kan peninggalan sejarah yang tidak terawat oleh pemerintah maupun masyarakat. Padahal saksi bisu itu merupakan bagian kenangan dari para pahlawan ya. Yaa.... kebanyakan dari kita memang kurang dalam menghargai sejarah ya. Sekarang sejarahnya malahan musik barat atau korea kan? Hayoo ngaku.
Mari cuz saja kita keliling benteng bagus ini, yuk.
Bagian pilar-pilar yang masih lama ini berdiri gagah
Bagian bersih dari tiap sudut merupakan kebanggaan dari benteng ini
Salah satu peninggalan dari masa lalu ya. Itu...apa bacanya?

Kan kan? Say…

Duduk dulu, saya mau cerita

[Pada halaman 1]

Assalamualaikum,
Bulan lalu saya mendapat kesempatan pergi ke Tana Toraja. Tanah yang masih ada di Indonesia. Yang hanya beda suku dan bahasa saja, namun tetap eksotik. Saya dan keluarga memang sangat menyukai penjelajahan (anggap saja ini istilah lain dari berlibur).
Perjalanan yang kami tempuh 10 jam dari Makassar dengan kendaraan roda empat ini merupakan perjalanan yang sangat menyenangkan. Disamping mencicipi kulineran (ah iya... sudah biasa. Paling juga terusannya bikin ngiler pembaca)......**hening**. Gini aja, langsung saja pada wisata pemakaman yang terkenal itu. Tongkonan. HIyaah... Ini mah nama rumah khas Toraja. Rumah yang menurut saya unik karena pintu masuknya di atas ya. Bukan di bawah. 
Lalu, Perkuburan tebing Gua Londa. Yang sering kita dengar bahwa peti-peti jenazah itu ada di dinding tebing yang tingginya bisa mencapai 10-20 meter. Seru,boo..... Masuk ke gua yang di dalamnya memang baru ada peti jenazah. Baunya memang khas ya. Gak usah dibayangkan. G…

Apa yg salah dengan doaku?

Assalamualaikum, sahabat.

Pernah berdoa? Saya pernah. Dan masih dying for many prayers to be coming true, oh Dear God. Judul di atas gak horor sih. Tapi menurut saya, terkadang saya merasa kecewa dengan doa saya sendiri. Yaa.. Manusiawi sih. Tapi jangan lama-lama deh. Kenapa kita gak berusaha untuk bisa paham namanya pasrah akan takdir sebagai ujung benang roda kehidupan kita ya? Nganuu... Saya bukan pembicara motivator ya. Hanya, terkadang ada kalanya kita terjebak dengan doa kita sendiri. Kalau dari ilmu yang saya pernah emban, doa itu ada tata caranya.  Yakin. Ini modal paling awal. Saat kita yakin Alloh bisa beresin semua masalah. Berarti apapun yang terjadi nanti pasti kita merasa nyaman dan ridho. Atau gini deh. Kepositifan kan susah banget ya. Contoh besarnya : Gimana kita bisa menerima pangeran Turki yang tampan yang tidak memilih kita?! Jauh ya boo.
Ada nih satu cerita dimana ada seorang pria ahli ibadah yang rajin banget berdoa. Intinya cuma satu. "Ya Alloh, cukupk…

Yang (insya Alloh) Ikhlas ditilang Pak Polisi

Assalamualaikum,  Kita ini, sering banget dengar berita bahkan melihat banyak video tentang Kepolisian. Yaaa... kita minimalis tema postingan ini tentang Pak/Bu Polisi. Saya tidak tahu, entahlah, saya merasa dari kecil sampai sudah sebesar ini selalu mengikuti perkembangan berita. Sorotan oknum polisi yang varian membuat banyak komentar tentang polisi naik turun ya.
Saat saya kecil saya merasa baik-baik saja karena jarang saya melihat pak/buk polisi. Maklum, saya kan hidup di atas gunung sana. Setelah berpindah di lingkungan kota biopolis (paham ya sampai sini? Bukan propolis ya) baru saya mendapati banyak sekali polisi. Saya sempat lho terpengaruh ucapan banyak orang karena mereka diperlakukan tidak adil oleh polisi. Hingga saya banyak juga bertemu dengan polisi yang baik. Yaaa... never noticed those persons. But i do believe there are so many police that have warm hearted. 
Barusan, saya melihat berita di salah satu televisi swasta. Ada beberapa cuplikan polisi baik. Ini nih contoh…

Cari & cara baik

Assalamualaikum,
"Kita menulis sejarah kita sendiri. Dan suatu saat itu akan tersimpan di museum yang bernama keluarga". Batin saya barusan sih. Menyadari bahwa setiap ada kematian itu pasti semua orang yang melayat selalu memberikan kesan masing-masing terhadap mantan 'hidup' tersebut. Sejarah apa sih yang ingin kita ukir, sahabat? Menjadi orang hebat? Menjadi orang yang kaya? Populer? atau orang jahat dengan bejubel catatan keburukan?
Tadi malam saya mengaji (setua ini saya harus mengaji karena saya gak bisa membaca huruf Arab dengan baik. Malu) dan sempat disuguhi guru saya. Bahwa menyadari kekurangan diri itu sangat perlu. Jika mendapati seseorang yang akan kita kenal seumur hidup kita, pastilah ada yang di perhatikan. Dan guru saya menyebutkan, bahwa seseorang yang bisa membawa kebaikan setelah kita mengenalnya adalah seseorang yang mampu membuat kita bahagia. Yess, mam. Saya rasa tiap orang juga begitu ya. Walaupun terkadang dalam perkenalan dengan teman-teman…