Langsung ke konten utama

We'll see you next year, Insya Allah.

Assalamualaikum,

sumber disini

Dua bulan yang lalu, insya Allah. Saya menerima kabar bahwa keberangkatan haji saya tahun ini ditangguhkan tahun depan. Sedikit menguras batin saya dan keluarga, karena rencana dan angan-angan beribadah disana nampaknya harus terpending karena suatu sebab. Saya sama sekali tidak menyalahkan pihak KBIH seperti kebanyakan orang pada umumnya. Kami sudah berupaya, berusaha, dan pasrah bahwa apapun hasil yang terjadi pada tahun ini atau tahun depan. Semata-mata karena kebaikan Allah saja.

Awalnya saya galau, berbeda dengan Emak dan saudara-saudara yang lainnnya. Banyak yang tahu rencana kepergian kami. Dan banyak pula yag akhirnya mengetahui kegagalan kami untuk pergi tahun ini. Malu? tentu tidak, banyak yang menyayangi kami dengan memberi semangat yang luar biasa. Pun tidak sedikit yang memaki pihak travel jasa Haji yang kami pakai.

Namun rasa syukur itu semakin besar tatkala banyak sekali orang lain yamg gagal berangkat setelah berada di bandara international Jakarta. Ini mungkin akanlebih banyak menguras emosional seseorng. Ya, walau tidak dipungkiri, tiap ada tayangan Ka'bah saya suka miris sendiri. Rindu mungkin. Ada disana merupakan kenikmatan tersendiri, buka karena kulinari yang saya sukai (ketahuan ya suka jajan), namun esensi napak tilas para pejuang Islam itu lho. Apalagi Madinah. So deep in love saya rasakan. BUkan karena tempatnya yang dingin daripada Mekah. Namun daya tarik Muhammadlah yg membuat saya mencintai Madinah. Ya, sahabat. Saya mulai mencintai pria terbaik sepanjang masa itu. Saya berangan-anagan berada di sebelah makamnya dan menangis karena begitu dekatnya saya dengan tempat beliau bersemayam, dan berbagai tempat ia duduki, jalani, apa saja yang menjadi bagian dari sejarahnya. Di Madinah, merasakan banyak hal dan berimajinasi bahwa ia pernah berjalan disini, disitu, anak kecil berlarian belomba menuntun unta beliau. Ouw... saya mulai mencintai Muhammad, sampai-sampai saya ingin bermimpi melihat beliau.

Walau terkadang saya tidak begitu yakin, amalan saya tidak mamapu membawa saya bertemud engannya, apalagi Allah. Saya hanya merasa apakah saya ikhlas ingin mencintai keduanya. Ataukah tuntutnan kewajiban karena surga adalah akhir yang dibutuhkan oleh manusia awam seperti saya. Semoga tidak. Semoga tiada lembar penghalang untuk bisa pergi kesana tahun depan. Atau semoga saja masih ada umur dan kesempatan untuk bisa melengkapi rukun Islam ini, yang terkdanag dilakukan setengah hati dan lebih banyak lalainya. Semoga kebaikan memberkati seluruh manusia yang akan berhaji dan berumroh ya, sahabat.


Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…