Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Semoga Alloh mengampunimu

Assalamualaikum, pagi-pagi saya dikejutkan dengan postingan kandang sebelah. Lalu saya mual-mual karena melihat postingan foto-foto mereka. Sebut saja dia, Bunga Bank [Okitya]. Saya terheran-heran kenapa si bunga ini menamai kelompok mereka Babi-babi kimochi (kimochi dalam bahasa jepang artinya bahagia). Dan mengapaaaaaa pula si bunga ini mengupload kegilaan dalam paketan video?. Nista ya nista. Ya Allah ampuni teman-teman ini. Mereka hanya tidak tahu. Mereka masih belia. Apapun yang saya katakan disini. Tolong dengarkan dengan seksama.
But please..... itu miowoh arti dari Demi Alloh???  Hah,kit?  Hah,kit?  (lalu mengikat Okit di pohon sesembahannya).
Dari sumber terpercaya. Jangan tertipu

Saya tidak akan memperpanjang, panu saya kambuh lagi. Saya malu melihat pria-pria berbatik menari Gangnam sutail yang seharusnya mereka menari Jaipong, kebanggaan Indonesia.
Shame on youuuuu...... *Manusia Indonesia dalam berang.





Wassalam
Yang malu punya teman Okit,

Be honest to you, Cha.

Assalamualaikum, 
Sahabat saya, Icha, sudah menikah oktober kemarin (eh, iya kalau gak salah). Dan november ini akan pergi mengunjungi kanguru. Entahlah dia akan menetap dengan suku aborigin atau beberapa saat saja. Yang jelas, saya sedih kalau mengingat-ingat jika tanggal 17 nanti dia sudah tidak menjadi tetangga seRW saya. Well, cheer up, Nora. Ini walking photography kami (yang sebenarnya saya enggan menyebut prewed karena yang ada kita cuma main-main sampai mengganggu ketenangan orang pacaran di Tugu). 
Icha dan Ichal (suaminya) tahu bahwa memakai jasa kami adalah kesalahan besar. Karena bayaran kami hanya makan bakso atau boojake merah. Jadi, dengan ikhlas pula dia hampir mengundang kami makan malam dirumahnya beberapa hari serta buah tangan dari rumah kanguru.
In fact, saat saya ubek-ubek foto-foto icha, mengedit, saya suka menangis sendiri. Berat sepertinya kalau saya ditinggal dia seperti ini (setelah saya diapa-apakan : dicubit, dimasakin makanan, dijenguk sakit). Sahabat gemu…

We'll see you next year, Insya Allah.

Assalamualaikum,

sumber disini
Dua bulan yang lalu, insya Allah. Saya menerima kabar bahwa keberangkatan haji saya tahun ini ditangguhkan tahun depan. Sedikit menguras batin saya dan keluarga, karena rencana dan angan-angan beribadah disana nampaknya harus terpending karena suatu sebab. Saya sama sekali tidak menyalahkan pihak KBIH seperti kebanyakan orang pada umumnya. Kami sudah berupaya, berusaha, dan pasrah bahwa apapun hasil yang terjadi pada tahun ini atau tahun depan. Semata-mata karena kebaikan Allah saja.
Awalnya saya galau, berbeda dengan Emak dan saudara-saudara yang lainnnya. Banyak yang tahu rencana kepergian kami. Dan banyak pula yag akhirnya mengetahui kegagalan kami untuk pergi tahun ini. Malu? tentu tidak, banyak yang menyayangi kami dengan memberi semangat yang luar biasa. Pun tidak sedikit yang memaki pihak travel jasa Haji yang kami pakai.
Namun rasa syukur itu semakin besar tatkala banyak sekali orang lain yamg gagal berangkat setelah berada di bandara international …