Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Cintaku terdamprat makhluk lain

Assalamualaikum di bagian satu,
Ini benar-benar pengalaman jauh di luar keduniawian. Hmm.. maksud saya kemanusiaan. Bahwa secara tak sengaja, atau memang sudah takdirnya saya ini beberapa hari dalam beberapa bulan kebelakang cap kali sering berinteraksi dengan makhluk gaib. Ya... Gaib pemirsa.... (sekali lagi)...gaib pemirsa.... [backsound : "Antara ada dan tiada"]. Saya gak tahu kenapa eh kenapa tiba-tiba saya disinggung untuk bertemu dengan beberapa jenis makhluk yang pada dasarnya kami ini berbeda secara fisik, akal, kepandaian, akun twitter, akun blogger, bahkan Bank untuk menabung.
Saya lupa awal mulanya seperti apa. Namun seingat saya, (insya Allah) kalau tidak salah yanng bisa berarti benar, suatu ketika di malam buta. Saya bermimpi terhadap sesuatu. Seekor ular besar (ini ini bikin ambigu, jangan pernah mengira ini ular matok atau melilit saya, FYI, saya jijik lihat beginjalnya kulit si uli itu tadi) yang hanya terlihat bagian ujungnya saja keluar dari kamar mandi k…

Planning my dead (?)

Assalamualaikum,
Setelah membaca postingan mbak Tyke. Saya ingat akan satu hal besar yang terkadang mampir dalam pikiran saya.  Terkadang saya ingin secepatnya ndak melanjutkan hidup ini. At least mulai 'besok'. Bukan karena banyaknya masalah yang kerap terjadi yang secara harfiahnya dirasakan manusia. Tapi karena penggaransian diri untuk tidak selalu berbuat baik itulah yang terkadang membuat saya merasa jahaaat sekali sama Allah. Banyak yang lalai. Baik secara hati atau ucapan. Keduanya secara random selalu tak pernah stabil.
Paham maksud saya? Kita itu sering banget percaya diri bahwa kita itu orang baik. Bayangkan, padahal berapa kali kita itu menghujat hujan. Hitung juga deh, seberapa sering kita gak ada syukur2nya waktu keluar kamar mandi. Nha loh. Ya, hal hal kecil bisa membuat perubahan besar kan? Atau mendapati hal-hal kejahatan dan kekejaman terhadap manusia lain. Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan (ok, itu terlalu ekstrim). Tapi bagaimana dengan berbohong? Korupsi…

Jiwa Jepret yang terjebak di tubuh

Sumber foto klik aja disini
Assalamualaikum,
Sadar diri lho, kalau lamaaaaaaa (banyaknya vocal mewakili tahun) banget kagak posting tentang foto. Apa aja. Baik foto liburan, KTP, jemuran. Yaa, maklum, Banyaknya kesibukan kamar mandi membuat dtingkat kesadaran berbagi sangatlah menurun. Cerita dibalik layar kayak biasanya juga mulai jarang dilakukan. Padahal ya... semua file foto itu jarang di back-up di lepitepi. Bahkan jarang di format memory cardnya. 
....Blablabla.....
Dua dari terakhir kegiatan fotografi sudah bukan walking photography lagi. Kapan itu, si Mbok De Icha itu akhirnya menikah, dan sebagai sahabat serta tetangganya, bersama teteman yang lainnya jadilah kami ini menyaingi tukang jepret lain yang memang "dibayar". Prewed, akad, sampai resepsi pertama (yaa, orang jawa selalu punya minimal dua resepsi. Kebayang kan, berapa ekor ayam yang mati sebagai persembahan untuk para tamu. Kejam ya?) kita-kita ini yang meng-handle. Dengan mental tulus dan ikhlas, saya priba…

When empty kills my life

Assalamualaikum,
Nha, gini ini nih. Kelar liburan pergi. Rumah kembali sepi. Total rumah sederhana kayak gini uda kayak jalanan paiton tengah malam hari yang sepiii banget. Lebih sepi dari status orang-orang jomblo. Dan lebih sepi dari hatinya orang galau. Dulu yang notabenenya rumah saya didiami oleh beberapa manusia. Sekarang. cuma bisa dihitung satu tangan kanan. Bayangin kalau dirumah gada lagi yang bisa diajak buat jadi korban usil. Atau malakin buat pergi makan apa gitu diluar. Terlebih gada yang bisa dengan terpaksa ikhlas mijitin kaki.
Uuugh ya gak enak. Gini ini mulai deh kepikiran buat cari suami. Yaa... itung-itung bisa disuruh ini itu (bakat ngelamak sudah ada sejak masih kecil). Apalagi setelah sekarang kantor uda pindah di meja belajar sendiri, jadilah semua aktifitas disitu-situ aja. Dari melek sampai nutup mata yang dilihat juga sama. Yang beda cuma di rekening aja. Mbahaa.
Apalagi uda ditinggal emak gini, Beuh, gak kerasa gimana sepi banget. Gada yg diajak makan, gad…

Ijinkan Allah masuk ke hatimu, kawan.

Assalamualaikum,
Pernah berpikir bahwa saat menghadapi suatu masalah, dalam batin kita menghadirkan kebaikan serta kepositifan? Kita undi. Ya.. Kita undi. Setidaknya tiap kita punya kesempatan 50-50 untuk hitam dan putih. Dalam perbincangan pagi tadi dengan seorang teman, bahkan menyambung dari ceritanya tadi malam. Saat diantara kami punya pemikiran tersendiri tentang masalah yang sedang kami hadapi. Makin lama pembicaraan kami jatuh pada, "Bagimana menempatkan Allah pada tempatNya?". 
Ya, paling tidak hal ini membuat kami tersenyum malu (rupanya). Saat kami merasa bisa menghadapi tiap masalah yg ada, lalu tiba-tiba berada pada titik resah luar biasa. Pandangan itu tak jauh jauh dari, "Kemana Allah?". Kami lupa, saat seharusnya Allah adalah tempat mencurahkan segala sesuatu. MenempatkanNya untuk segala situasi bahwa sesungguhNya, "Aku ada dan mintalah, mengadulah" menjadi kalimat sederhana untuk menggambarkan perhatianNya. Kita terlalu sibuk memikirkan …

Tanda Plus di kepala

Assalamualaikum,
Terkadang, menenangkan diri adalah hal yang paling jarang terjadi pada saya secara personal. Berproses menjadi pribadi yang santun dengan strategi kepositifan sangatlah tidak mudah. Walaupun zona positif tersebut sangatlah bermakna, namun jangan bermimpi utnutk menemui kebanyakan orang yang berlaku sama. Adakalanya, kehidupan jadi tidak tenang seperti biasanya. Bagaimana saya mencontohkan hal yang menurut saya tidak nyaman? Menyimpulkan orang lain dari pertemuan pertama, mencibir orang lain tanpa melihat sisi kebaikannya, berkepribadian ganda (berkata baik dan sebaliknya di dua wkatu yang berbeda).
Well, beberapa hal diatas sering saya alami dalam beberapa waktu dekat. Saya hanya merasa tidak begitu nyaman jikalau hal-hal tersebut merupakan keegoisan yang pasti ada dalam tiap manusia. Hanya saja, bagaimana kita dapat mendominasi karakter baik dalam banyak hal. Ya, tidak sedikit orang yang meragukan kepositifan dalam berpikir. Namun bagaimana kalau kita saling menular…