Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

So please stand up, dearest.

Assalamualaikum,

Saya sedikit mulai memahami dalam konteks pemikiran saya, bahwa lirik dari lagu ini adalah pengganti pelukan. Saya ingat banyak hal. Dimana sisi kemanusiaan saya semakin kemari, semakin diuji Allah. Saya ingat adik-adik yatim piatu di Yasuka, saya ingat Haidar, pun anak-anak Gaza disana yang entah dari arah mana Allah membuat mereka kuat, mereka berjuang sejak di dalam rahim ibu mereka. Saya juga jadi ingat cita-cita saya untuk jadi peacekeeper layaknya Om Luigi Pralangga. Karena saya ingin dekat dengan anak-anak. Saya bersyukur karena sejak kecil saya sudah diberi rasa aman dan bahagia karena orang tua, keluarga, sekolah, teman-teman, memiliki cita-cita, melakukan apa-apa yang ingin saya lakukan. Sedangkan, banyak diantara anak-anak malang diluar sana yang dicampakan orang tua dan keluarga mereka. Mereka mempunyai pilihan hanya mereka tidak punya jalan keluar, Ouw, Lord. :(
Semoga sampai mati, saya masih mencintai, bahkan memperjuangkan anak-anak yatim dan terlantar dilu…

Haidar

Robbi,Selamat Malam.

Adakah Kau berkehendak memandangku sebentar?
Sebentar saja.Tidak banyak yang aku sita dari waktu sibukMu.
Aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan.
Tidak dijawab juga tak apa.
Hanya.... sebentar saja .
Apakah pendapatMu tentang bayi yang terbuang?
Adakah Kau tulis takdirnya sedemikian perihnya?

Aku tak hendak menghujatMu, Tuhanku sayang.
Hanya...... Aku,kami,mereka tak banyak terdiam.
Bilik skenario seperti apa yang bahkan tidak dapat kami bayangkan?
Namun terima kasih,y Ahad.
Dari makhluk kecil itulah rasa syukur atas terjaganya kami kala kecil sudah nyata.
Terima kasih pula, karena dari bayi mungil itulah banyak dari kami dapat menghargai apa yang kami sebetulnya tidak punya.
Terima kasih untuk datang Haidar sebagai teman kecil kami. :)




Begitu saja.


Peluk Sayang,

Oktober besok, saya.....

Assalamualaikum,
Banyak sekali yang saya persiapkan dalam beberapa bulan kedepan. Bukan pernikahan (atau diamini saja), tapi sesuatu yang besar didalam konteks keyakinan. Well,sekilat kilat. Agustus ini merupakan bulan ke-6 atau bulan terakhir dalam pengobatan saya. Yaiiiiiy....Mungkin gak ya kalau saya pasang status di jejaringan manaaaa gitu, "Uda bulan ke-6 nih". Waah, bisa bisa yang ada ucapan selamat yang salah sasaran yah. 
Seperti yang saya katakan diatas, persiapan dua bulan tersebut bikin saya kebingungan (okei,bukan pertunangan juga). Walau sudah pernah saya lakukan separuhnya, tapi rasa takut bakal selalu ada. Hmm..kasih tahu gak ya?
(Pembaca bosan, dan membanting gadget dan bergeming "Blog apaan iniii?") (Disaat yang lain, penulis datar saja) (Sayup-sayup suara almarhumah Whitney Houston terdengar, "when youuuuuu biliiiif")
Ada yang tahu, kenapa saya harus masuk ke beranda blogger dengan lembar baru? Phiuuuh, ini berulang kali. Selalu ditempat y…

It's Today, dear Human.

[Assalamualaikum]

Terkadang berhentilah dari berjalan.  Melihat sekeliling bahwasanya banyak keadaan warna warni secara random tertemui. Jalannya lurus, yang bergelombang adalah kerikil dan pasir yang sengaja ditebar Tuhan.
Keyakinan adalah tongkat penunjuk aman. Berpegang padanya adalah hal paling logis.
Jadi, apa jalan tiap kita sama?
Harusnya, batinku ingin didengar.
Berhentilah jika mau. Untuk sekedar menarik napas panjang. Bahwa sesungguhnya berjalan akan mendapati jenuh dan capainya.
Didalamnya. akan banyak tiapmu bertemu banyak orang. Yang baik dan tidak, dalam satu nyawa.
Begitulah. Kedua sisi itu apa adanya.
Berhati-hatilah. Karena baik saja bukan tularan. Ia mendarah daging. Dan bagian jahat adalah belatung yang sesekali lahir dan hidup dalam daging.
Jadi, kataku..... jangan biarkan terluka, tak terawat, apalagi tergores lagi.
Kau menemukan hal yang tak nyaman. Aku pun juga.
Sadarlah, bahwa dadu akan terus dilemparkan. Terkadang dia berangka 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
Seperti it…