Langsung ke konten utama

Sinau di kedai.... #Malangan.

Assalamualaikum,


Alhamdulillah alhamdulillah Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah.

 So...how many alhamdulillah do you read? If my mind wouldn't stop what i just wrote, then i'd do continually. Yaiy. Menari kita.... Bernyanyi kita.... Koprol juga..... Kayang juga..... (edisi sirkus). I was so happy to live this day (and now my happy is growing big and more). I couldn't believe what God has sent me a very cute thing for hours ago. Well... it looks like i'm gonna tell you about a big matter. Siap-siap bawa wedangan. Gorengan, teh hangat, ketan bubuk, mendoan. Uhuuuuu.....

 Here there is. When i and my cousin went to Simpang Wilis, where there was a School of Photography that i wanted to enjoy it. The school itself be located in one building (the same building with another spot). The school was on the second floor and the first floor can be found a library. Well, the school is closed by the time i arrived. So i dropped in the library enjoyly. The name of that cozy place was Kedai Sinau. Some of time when i passed through the place. I was so curious. Blablaba......(copot bibir keminggris). What kind of Hut or some Q thing that will be shown in your head?. "Tempat apakah ini?". Kedai dibuat sinau? Kedai belajar seperti apakah maksudnya? Apakah arti semuanya tanpa bertanya. Iya....bertanya. Memaksimalkan mulut agar bekerja sesuai intuisi. Masuklah saya dan keponakan saya dengan perihal pertanyaan tentang sekolah fotografi tersebut. Ternyata eh ternyata, saya mendapati sekolahan tersebut baru saja tutup sementara karena pemiliknya sedang berada diluar. Ouw, Lord. :(

Dengan langkah tak mau move on, saya perhatikan sekeliling saya di lantai satu tersebut. Pemakluman yang lumrah karena satu bangunan tersebut hanya punya satu pintu untuk dua usaha. Dudududu... Seorang pegawai di lantai satu mendatangi kami. Mengusut bahwa pegawai tersebut adalah karyawan kedai sinau, dan seorang diri. Jadilah kami merampok buku dengan khusyuk di bulan Ramadhan yang suci ini. *plaaak. Ya, konsentrasi, penulis. Dengan khidmat, saya menyebarkan banyak pertanyaan-pertanyaan yang logis seperti : berapa nomor telponnya situ? buka puasa dengan apa nanti? *dijumroh kurma.

Kedai Sinau ini merupakan tempat tongkrongan bagi yang mencintai baca buku. Yah, sepertinya gak ada koran apalagi surat wasiat. Jadi lupakan hal-hal aneh diatas tadi. Sebuah toko buku plus perpustakaan yang cozy banget sebagai ajang pertemuan club baca atau sekedar diskusi. Buku-buku yang ditawarkan juga precious banget. Bukan dari harga buku atau buku importnya. Tapi buku-buku lawas yang secara mengejutkan juga mengejutkan saya. Memang tidak sengaja kala saya melontarkan kepasrahan saya tentang buku lawas pak Karno yang berjudul Sarinah. Jujur, setiap akan membaca buku sarinah, saya harus menempuh 50 km lebih hanya untuk membaca buku tersebut. Nha..... mas yang baik itu, yang saya lupa siapa namanya karena saya juga tidak bertanya apakah dia punya nama. Tiba-tiba menawarkan saya dua stok buku Sarinah. Huwoooooo....... bayangkan betapa saya ingin menangis, ingin sujud syukur, ingin sms Dude. Apapun yang bisa saya lakukan selain menganga karena kegirangan di tempat tersebut. 

Ya Allah, beberapa tahun saya sudah menyerah dalam pencarian buku tersebut. Dan saya mendapatkannya tak jauh dari warung pangsit enak di kota Malang. Ada dua. Setelah saya beli satu jadi tinggal satu. 2 - 1 = 1, bukan? Nha, saya dapatkan cetakan awalnya. Dimana EYD bahasa Indonesia masih lama. Dan itu sama persis seperti yang saya baca di Museum Soekarno. Dan harga yang saya kisarkan bisa sampai jutaan, ternyata sama seperti membeli sepertigaribu harga mobil civic genio. Alhamdulillah. I can't thank You enough, Gusti Allah. :)

Uniknya, saat pembelian buku terjadi setelah pembayaran, bukunya di bungkus dengan koran daur ulang. Sangat kreatif. Mengingat ini kedai sinau, jadi tidak hanya isi buku saja yang dikonsepkan, melainkan juga banyak hal. Hmm, Kedai Sinau ini juga terdapat cafe juga. Buka dari jam 10 hingga jam 8 malam. Oia, selain membaca juga bisa menjadi ajang pengembangan diri dalam menulis. Pas..klop. Untuk saya, bangunan ini adalah harta karun terbesar. Tulis menulis, membaca dan fotografi dalam satu spot. Walau kedua lantai mempunyai pemilik yang berbeda, namun saya rasa keduanya sangat harmoni. Balik ke Kedai Buku, saya melihat banyak karangan dari penulis-penulis buku terdahulu. Entahlah, saya merasa buku jaman dulu berbeda dengan saat ini. Menangkap bahasa yang digunakan sangat informal dan baku. Jujur,  mengenai Sarinah, tulisan pak Karno merupakan pengaruh terbesar dalam tulisan saya. Saya rasa, beliau sangat cerdaaaaas. I'm your fans, mister. *dangak. 

Jadi, Kedai Sinau manapun di kotamu, sambangilah. Karena banyak sekali bacaan-bacaan yang tak biasa. 




Wassalam, 

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…