Langsung ke konten utama

Halo, kamu.

Seraya satu dari ke dua belas hitungan bulan yang ada. Sebar semerbak kilau mayanya nampak jelas di ujung manapun di belahan bumi ini. Banyak yang di nanti. Saat para perantauan datang silih berganti menjadi satu pasti. Ayahmu, Ibumu, Kakak Adik, bahkan kerabat jauh senantiasa mempunyai waktu di jam mereka yang terpatri satu.

Ia tidak hanya menyatukan qalam Illahi sebagai kunci pembuka pintu surgawi yang lain-lain. Ia juga perekat yang saling benci hingga yang saling mencintai. Ia tak hanya beda dari arti, namun pria termulia pun tak enggan mengistimewakannya begitu berarti. 

Suka cita, bahagia, tangisan syukur. Kalaupun ada yg bersedih, pastilah karena tak bersama yang terkasih di hari-hari yang kita semua nanti. Walau banyak yang berbeda. Awal mula bahkan akhir. Biarlah, hati ini cukup memantaskan diri sebagai insani yang senantiasa menyambut dengan ikhlas diri. Dengan rendah hati memohon ampun, mengharap malam berkah di tiap puncak gelap. Terandai mendapat lebih dari tingkatan sujud, renungan, doa, pemujaan pada Robbi. 

Kau sempurna, Ramadhan. Muhammad mengatakannya tak sesekali. Bahkan Penciptamu pun turut "terjun" langsung untuk membalas sebab kami menghalau rasa lapar dari tiap fisik dan nurani. Apa kau bahagia, Duhai Ramadhan? Dimana tiap nyawa di bumi ini dan diatas langit sana senantiasa menanti, menyambutmu dengan kerelaan bahwa adanya dirimu adalah kenyataan alasan untuk mencintai Ar Rohim.

Kami tak bisa meraba-raba wujudmu. Hanya warna warni perasaan yang lebih kuat dari haru biru. Lebih lembut dari putihnya awan nan lembut di mega sana. Lantas, apakah kau juga membalas rasa senang yang sama terhadap kami? Ataukah kau hanya nama yang secara simbolik sebagai ucapan belaka saja? Tidak kataku. Kau indah di tiap memoriku sejak saat aku masih kecil. 

Kelak, saat segala dimensi sudah pada akhir yang bahagia. Aku akan bertanya pada Rabbku, akankah kau datang dengan wujud aslimu pada ku?!.




Yang merindumu setelah Allah dan Muhammad.

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…