Langsung ke konten utama

"Aku bahagia, Rabb...."

Assalamualaikum,

Saya merasa ditahun hidup saya saat ini, saya punya banyak cita & harapan. Yang terkadang saya suka tertawa sendiri, ternyata di tiap umur yg bertambah, keinginan akan kebutuhan mudah berkembang biak. Jangan dibayangkan seberapa besar keinginan saya, yang jelas, saya sekarang berusaha untuk menggapai apa-apa yang merupakan minat dan insya Allah menjadi kemampuan saya. Bukan wish list yang saya bagi di sini. Duluuuuuuuu (hitung huruf U nya. Tiap U menandakan 1,3 tahun. Nha lho.) saya melakukan banyak hal. Saking banyaknya sampai saya lupa apa saja kala itu yang sudah saya upayakan. 

Merujuk dari beberapa kalimat diatas, menjadi bekal tersendiri untuk saya di masa saat ini. Begini, saat saya masih di "setir" oleh banyaknya ilmu baru, saya merasa Keyakinan untuk bisa itu besar. Berbeda dengan sekarang. Hal-hal yang sekarang saya kedepankan adalah Ketulusan hati. Mengapa? Coba googling >:) . Sebab saat saya merasa bahagia dengan apa yang saya perbuat, maka semakin dekatlah saya dengan Rabb lewat pintu kesyukuran. Yaa, walaupun tidak semua situasi di dunia ini meluas sesuai pola pikir dan kemauan kita. Tapi saya yakin, bahwa usaha dan doa akan mengantarkan kita ke zona yang terbaik yang kita rasa aman. Saya pernah, bahkan sering melakukan apa-apa yang sama sekali tidak menjadi karakter saya. Itu banyak menguras tenaga dan batiniah. Saya salut luar biasa dimana seseorang mampu bertahan di situasi yang hectic yang sebenarnya dia sama sekali tidak merasa nyaman dengan kondisi yang ia bahkan bisa menghindari. Thought is always words kata beberapa orang. Tapi jikalau saya mengikuti alur yang sama sekali tidak membawa kebaikan dalam diri saya, well.... saya akan mencari kebahagiaan saya lewat jalan yang lain. Walau memang kesannya "tidak menerima" takdir ILLahi, namun saya berpositif bahwa Rabb selalu mengajarkan kita untuk selalu kuat dalam kondisi apapun. Saat saya meminta untuk tidak melanjutkan apa-apa yang saya yakini dapat membawa dampak buruk untuk banyak waktu kedepan, disaat itulah Allah benar-benar menuntun saya ke portal yang tidak saya duga. Apa guna? Karena Allah ingin benar-benar kita tahu bahwa terkadang segala situasi selalu mempunyai sisi hitam dan putih. Sekarang tinggal bagaimana kita memilah bagian mana yang dominan dan minoritas. Dan di situlah, keimanan saya betul-betul diuji.

Terkadang saya hanya tidak tahu apa yang saya terima nanti lebih besar dari perkiraan saya atau tidak. Selebihnya, saya pasrah dengan "Sutradara" yang berada di atas sana. Modal saya hanya keyakinan bahwa di atas yang baik ada yg baik. Paham maksud saya?

Jadi, lakukan apa yang membuat hati menjadi tenang & bahagia. Barangkali, hal yang tidak kita sukai menjadi ladang kebahagiaan yang beruah tak terkira. 

nb : Judul diatas adalah sugesti yang saya lakukan tiap pagi. Menjadi energi tersendiri bahwa saya yakin, cita saya di hari ini adalah bahagia sesuai tuntunan Nya. :)


Wassalam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…