Langsung ke konten utama

Cerita pagi

Assalamualaikum,

Pagi ini di perjalanan 1 km saya. Beberapa menit setelah saya sampai pada tempat tujuan. Saya memutar radio kesayangan saya. Panggil saja dia Radio Bunga. Biar terasa bau-bau kriminalitasnya yah. :)) Hal yang sekarang saya sering lakukan. Kebiasaan lama yang hampir tidak pernah saya lakukan lagi. Tergeser oleh Android, kamera, bahkan kulinari. Murahan memang. Saya bisa disogok dengan makanan dan kedua hal lain yg saya sebutkan tadi. (Lalu saya juga lupa akan menulis apa di alinea selanjutnya. Akankah saya tulis Alice, Aline, Ali Baba, atau....?).

Yah, secara mengejutkan tema radio tersebut adalah tentang keterlambatan murid sekolah. Sejenak raya berpikir pastilah anak-anak muda sebagai peneleponnya. Setelah akan saya ubah frekuensi ke radio Taiwan atau Barbados, saya urung. Karena si penelepon adalah seorang......anak kecil. Hahahaha. Awal pembicaraannya pun sangat menggemaskan. 

Si anak punya tebakan kepada penyiarnya tentang siapakah namanya. Dengan inisial SH, sang penyiar mulai menebak-nebak siapakah nama asli si penelepon. Saya suka gaya si penyiar berkomunikasi dengan si anak lucu ini (anulir pendengar biasanya tak pernah salah). Lebih seru karena si anak ini berinteraksi dengan baik. Dia sama sekali tidak malu untuk berbagi walaupun sedikit keragu-raguan. Yuda, si penyiar itu, pun sangat bisa mengajak Salsabillah (oh Ya Allah akhirnya pendengar seluruh Malang raya tahu nama anak itu) mau berbagi cerita.

Saya senyum-senyum sendiri, seperti anak abg yang baru dapat sms gelap, "Agak kurusan jari kelingkingnya.". It's much fun to be around with kids. Ibarat bermain dengan awan. Polos, natural dan jujur adalah sedikit hal yang kita suka dari anak kecil. Bukankah demikian? Atau tidak? Mungkin karena masa kecil yang mempengaruhi saya. Bahwa kebebasan berkarya yang disediakan oleh orang tua saya kala itu benar-benar membuat saya menjadi tidak malu.Yaa... walaupun saya ini memang dasarnya pemalu luar biasa. Dan akhirnya sekarang saya sedikit demi sejumuk (halah) harus berani unjuk karya di depan khalayak. Maksud saya, kala hal itu saya buat di me-time saya sendiri, saya tetap bisa mempersembahkan sesuatu yg terbaik tanpa harus merasa tenar (nhaaa iniiiiii).

Intinya adalah, kesempatan di masa kecil saya yang membuat saya mempunyai keminatan dan kemampuan.



Cintai anak kecil ya, sahabat. :)




Wassalam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…