Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Dokter, selamat Jalan.

Pagi ini, saat ditengah perjalanan saya ke kantor. Melihat banyak karangan bunga di tepi jalan yg semuanya terpusat di sebuah rumah. Ya, rumah yg saya hafal betul. Rumah tersebut adalah rumah dokter favorit saya. Saya bertanya-tanya siapa kah pergi dari kami sekalian? Anaknya kah? Istrinya? Atau dokter Marko? Dengan cepat saya hubungi tante yg kebetulan adalah orang yg bekerja di dinas kesehatan. Jawabannya tidak menenangkan saya. Inalillahi, Dokter baik hati itu ternyata telah berpulang malam tadi. :(

Ada perasaan sedih. Entahlah, delapan tahun lalu saya bertemu dengannya, dan pasca operasi dan pengobatan jalan, saya tidak pernah datang melihatnya lagi. Saya menyesal, kala itu saya pernah melihatnya di suatu kedai, namun saya ragu untuk menyapanya. Memang singkat pertemuan bahkan hubungan kami hanyalah pasien dan dokter saja. Namun menurut saya, hubungan itu sangat spesial. Bagaimana tidak, dari tangannya lah pertolongan Allah dititipkan untuk menyembuhkan saya dari kematian. Ilmuny…

Cerita pagi

Assalamualaikum,
Pagi ini di perjalanan 1 km saya. Beberapa menit setelah saya sampai pada tempat tujuan. Saya memutar radio kesayangan saya. Panggil saja dia Radio Bunga. Biar terasa bau-bau kriminalitasnya yah. :)) Hal yang sekarang saya sering lakukan. Kebiasaan lama yang hampir tidak pernah saya lakukan lagi. Tergeser oleh Android, kamera, bahkan kulinari. Murahan memang. Saya bisa disogok dengan makanan dan kedua hal lain yg saya sebutkan tadi. (Lalu saya juga lupa akan menulis apa di alinea selanjutnya. Akankah saya tulis Alice, Aline, Ali Baba, atau....?).
Yah, secara mengejutkan tema radio tersebut adalah tentang keterlambatan murid sekolah. Sejenak raya berpikir pastilah anak-anak muda sebagai peneleponnya. Setelah akan saya ubah frekuensi ke radio Taiwan atau Barbados, saya urung. Karena si penelepon adalah seorang......anak kecil. Hahahaha. Awal pembicaraannya pun sangat menggemaskan. 
Si anak punya tebakan kepada penyiarnya tentang siapakah namanya. Dengan inisial SH, san…

Aku Cemburu

Assalamualaikum,
Membaca beberapa nukilan tentang wanita bahwa kecemburuan adalah bagian yang tak terpisahkan dari diri tiap insan keturunan Hawa. Bagaimana mencemburui segala sesuatu, atau bagaimana mengalokasikan perasaan yang ternamai cemburu.
Banyak dari hal-hal di dunia ini yang mampu membuat seorang wanita (okei, saya hanya berbicara tentang wanita karena saya wanita tulen yang lahir dari seorang wanita keturunan Nabi Adam as). Yang paling tren tentang kecemburuan adalah mengenai perasaan terhadap lawan jenis. Tentu ini paling banyak diunggah bahkan kontribusinya sangat besar dalam pembentukan karakter seorang insan (terutama lagi...wanita). Well, cemburu adalah perasaan tak mampu memiliki, tak mampu mempunyai dan tak mampu menguasai. Sehingga saat orang lain menganulir apa yg tidak kita miliki menjadi miliknya, maka timbul lah perasaan cemburu itu sendiri. Perasaan tak diperharikan, tak dimiliki, tak disayangi merupakan kelanjutan terbesarnya. Dan hal-hal tersebut diatas, sahab…

Pa... How are you by now?

Assalamualaikum,


Beberapa jam lalu saya membaca banyak status mengenai Jayapura, Papua. Dimana disana Papa saya sedang bertugas dinas. Saat makan siang tadi, saya googling sendiri karena penasaran berat apa yg terjadi di sana. Balasan sms untuk Papa juga belum ada. Jadi saya mengandalkan Mbah Google. Walhasil, saya menemukan berita menyedihkan. Penembakan warga sipil terjadi dalam beberapa hari ini. Saya khawatir mendadak. Lutut saya lemas. Dada saya sedikit sesak. Pikiran juga kacau balau. Saya mau menangis keras. Bahkan saya sudah hampir memesan tiket pulang ke Jayapura untuk memastikan bahwa Papa baik-baik saja. 
Belum lagi kabar dari sahabat saya, bahwa penembakan terakhir hanya berjarak beberapa kilometer dari rumah Papa. Ini mengerikan. Saya bahkan tidak bisa membayangkan betapa Papa pasti lebih waspada kala akan pergi ke kantor. Keluar rumah atau bahkan kemana saja. Saat ini, dimana saya mencoba memberikan informasi kepada para sahabat sekalian. Saya masih dalam keadaan gemeta…

Rauf, kancaku. =))

Assalamualaikum,
It's been  a long time no post ya, sahabat. Saya menyadari kerinduan banyak orang akan membuat pola pikir yang tidak menentu. Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan salah seorang teman saya. Teman SMA saya. Namanya Rauf Mega. Saya masih ingat. Karena dari kelas 1 sma saya sudah satu kelas dengannya. Perawakannya yang tinggi kurus dan sedikit ikal membuat banyak orang pasti mengingatnya. Kekocakkannya adalah salah satu modalnya bersosialiasi. So, kemarin, di salah satu gedung rektorat universitas itu (itu dimana?pokoknya disitu) di lantai 7, setelah keluar dari lift, saya secara spontan senang sekali menyapa teman saya itu. 
Secara formal, setelah  diucapkan, adalah pertanyaan kabar. Namun saya dengan sigap bertanya, "Rauuuuf, masih sama kah tanda tanganmu?". Dengan muka ingin mengigit saya, rauf jadi tertawa. Dia tahu saya sangat mewanti-wati tanda tangannya saat sma. Dimana saat itu ada salah satu tugas sekolah yang mengharuskan tanda tangan seluruh ma…