Langsung ke konten utama

Papa & romansaku

Papaku, sebut saja begitu. Terakhir kali kita bertemu kemarin sebelum beliau hendak kembali ke perantauannya. Didalam perjalanan, saat kami mulai berbicara secara random. Saya menyebutnya perbincangan safar. Banyak yang kami bicarakan, terutama masalah romansa. Papa secara mengejutkan berkomentar, "Kalau belum dapat, biar papa yang turun tangan". Ini bukan untuk saya, tapi untuk abang saya. Yaa, mungkin juga untuk saya. Saya tersenyum sendiri. Terlebih saya melihat bagaimana Papa sangat memperhatikan hal yang dulu sangat beliau hindari. Ah, iya. Saya rasa kami ini sudah saatnya dewasa. Keterbukaan dengan orang tua yang sudah dari dulu menjadi pondasi kami adalah jembatan keharmonisan dalam keluarga kecil ini.

Sebagai seorang perempuan pertama di keluarga ini, saya menutup untuk masalah yang satu itu. Bukan apa-apa. Karena keluarga adalah prioritas segalanya. Maka saya menempatkan diri sebagai portal pertama dari teman-teman yang akan saya kenalkan dalam keluarga saya. Ini wajar, jikalau saya sudah merasa sangat nyaman dengan banyak teman atau seseorang, saat itu mereka harus saya kenalkan dengan lingkungan terdalam saya. Untuk apa? Agar mereka tahu sesiapa yang membentuk karakter saya dillingkungan masyarakat. Lalu saya membayangkan, apabila seorang lelaki kelak akan datang berkunjung kerumah dan bertemu dengan Papa, apa yang akan dibayangkan Papa? Terlebih, apa yang beliau rasakan?. Ada sedikit raut kesedihan dari wajahnya. Saat ada seorang teman pria adik saya datang kerumah. Entah apa yang ada di benak Papa. "Pria ini akan mengambil anakku". Mbahahahaha.

Beliau pasti mengerti, tidak ada satu pria pun yang dapat mengganti Papa. He's still on my top list. Terlebih Papa sangat menjaga anak-anak perempuannya dengan sangat baik. Dari kami kecil sampai remaja, Papa tidak pernah mencermati tentang hubungan pria-wanita pada kami. "Hubungan pria-wanita hanya dilakukan oleh orang yang berserius akan menikah", begitu kira-kira bayangan saya tentang Papa. Yaa... dalam hal ini saya setuju. Untuk itu saya tidak pernah mengutarakan saya suka pria ini atau itu. Cukup Papa tahu setelah semua benar-benar pada tempat yang seharusnya. Keyakinan yang kuat tentang perasaan. Hahaha..... I gang up with God for making good friendship first. 

Ah, Papa.... bagaimana kalau dekat ini? :))



Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…