Langsung ke konten utama

Charity for love

Assalamualaikum,

Tadi malam, saya dan beberapa teteman melakukan sesuatu yang pernah kami lakukan di bulan Ramadhan. Bakti sosial. Sengaja kami keluar malam hari di hari biasa untuk membagikan makanan untuk mereka yg tidur atau bekerja di jalan. Tidak banyak memang. Rencana ini juga terlalu mendadak, sehingga beberapa komunikasi sempat missed. Tetapi prosesnya luar biasa menurut kami. Saya bersama gerombolan para wanita, dan para pria juga berkomuni sendiri. Beberapa puluh bungkus makanan yg sudah siap dari jam 20.30 segera disosialisasikan. Ini kesekian kalinya saya bersama yang lain melakukan aksi malam hari sebagai ajang penasehatan diri, pembelajaran, kesyukuran. Saya juga mengajak adik saya, untuk terjun langsung memberikan makanan.

Malam itu hujan deras, beberapa pedagang sedang berdiam di pojok tikungan. Ada pedagang kacang rebus, sudah tua dan sendirian. Di seberangnya, pedagang jagung rebus yang duduk di trotoar, tanpa jaket dan pakaian hangat yg hanya berdiam di bawah payung besar miliknya. Drama kehidupan yang mampu memririskan hati. Ada lagi, pertemuan kami dengan Seorang ibu dan anaknya yang masih berumur belasan mungkin. Mendorong gerobak di jalan besar. Semalam itu, diatas jam 10. Ketika tubuh mempunyai hak untuk beristirahat. Mereka bekerja, berjalan, hanya untuk satu kali kenyang saja. Bapak-bapak penjaga keamanan. Mereka tak kalah letihnya, kami rasa saat itu. Raut muka mereka nampak senang, saat "makan malam" dibagikan. Dan para gelandangan yg tidur di sepanjang lantai depan toko. Seorang tua,muda, bahkan ibu yang sedang berselimut koran dan pakaian seadanya. Tersenyum bahagia untuk rejeki malamnya. Ada satu yang membuat kami ingin menangis bersama. Seorang tukang becak, yang hampir sepuh. Tertidur pulas awalnya, setelah dibangunkan dan disodorkan makanan, ia berujar, "kebetulan mbak, saya juga lapar sekali". :(

Kami berdiam sejenak, masing-masing dari kami mungin bergelut dengan pikiran kami sendiri. Saya bertanya-tanya dalam hati, kalau sekarang mereka bisa kenyang, apa yang terjadi dengan mereka besok? Bagaimana jika tidak makan? Bagaimana kalau begini? begitu? Namun saya lupa, bahwa ada Dia Yang Empunya Rejeki. Yang kasih sayangNya luas, RahmatNya tidak terbatas. Satu-satu dari kami, kita, sudah ada yang menanggungnya. Iya kan?
Lalu bentuk kesyukuran seperti apa lagi? Tidak akan cukup untuk menggantikan satu biji nasi yang masuk ke mulut manusia. :(


Semoga, kebahagiaan dan saling berbagi ini masih tetap berlanjut. Bukan karena tidak ada alasan, namun karena Dia, Rabb ta'ala,yang mempercayai kami sebagai bagian kecil dari penyaluran rejeki.



Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…