Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari April, 2012

Berjuanglah, sayang.

Assalamualaikum,
Sebenarnya saya ini tipikal manusia yang bisa menyembunyikan masalah. Namun pada akhirnya saya tetap akan bercerita, dengan gaya saya tentunya agar yang lain, para sahabat saung bisa mengambil hikmah yg ada. Untuk kali ini terkecualinya, saya merasa akan menyesal jikalau saya akan bercerita pada akhir waktunya. Karena tanggung jawab saya untuk menyampaikan beberapa pesan yang mungkin akan sangat bermanfaat untuk banyak orang insya Allah.
Beberapa bulan yang lalu, saya merasakan punggung saya selalu sakit setelah lama beraktivitas. Menyetir terutama. Terlebih saya sedikit sesak (yang jarang saya temui karena rentang waktunya lama antara kejadian satu dengan yang lain) dibagian dada kiri. Lalu saya periksakan karena punggung saya bengkak, seperti ada benjolan, menyerupai sayap. Lalu tiba-tiba sayap saya membesar dan saya meyadari bahwa saya adalah seorang malaikat. (duoooor). Hehehe... ok, singkat cerita saya berupaya untuk foto tulang kala itu. Tidak disangka, ternyat…

Papa & romansaku

Papaku, sebut saja begitu. Terakhir kali kita bertemu kemarin sebelum beliau hendak kembali ke perantauannya. Didalam perjalanan, saat kami mulai berbicara secara random. Saya menyebutnya perbincangan safar. Banyak yang kami bicarakan, terutama masalah romansa. Papa secara mengejutkan berkomentar, "Kalau belum dapat, biar papa yang turun tangan". Ini bukan untuk saya, tapi untuk abang saya. Yaa, mungkin juga untuk saya. Saya tersenyum sendiri. Terlebih saya melihat bagaimana Papa sangat memperhatikan hal yang dulu sangat beliau hindari. Ah, iya. Saya rasa kami ini sudah saatnya dewasa. Keterbukaan dengan orang tua yang sudah dari dulu menjadi pondasi kami adalah jembatan keharmonisan dalam keluarga kecil ini.
Sebagai seorang perempuan pertama di keluarga ini, saya menutup untuk masalah yang satu itu. Bukan apa-apa. Karena keluarga adalah prioritas segalanya. Maka saya menempatkan diri sebagai portal pertama dari teman-teman yang akan saya kenalkan dalam keluarga saya. Ini w…

----

You would never want to turn back those times. They left many happiness and also excited feelings. Do you read? Or am i only reading that? It's such a great, swanky, lovely moments to share with. You aren't a person. But many originality packed in one body. I fly into the line of very up high feeling. Ouw man, i don't want to be troubled.
We never know what tomorrows will come randomly. Instead we try to furable for finding a thing. The clock is ticking. Everybody is changing and some still the same. And God is waiting with us to the very end of each start we've done.
Even we can't bury memories.

Minus mu & ku

[Assalamualaikum]
"Pernahkah terpikir oleh kalian, sahabat, saat merasa terdzolimi oleh seseorang, atau beberapanya, bahwa ada keterkaitan dari apapun yang bisa kalian terjemahkan?".
Saat suatu keadaan yg tidak ingin kita temui, disalahkan, diremehkan, dilukai secara fisik dan lainnya, segalanya terjadi diluar dugaan kita. Saya berpikir (atau mencoba ke arah itu) bahwa keadaan “merugikan” itu adalah kekurangan orang lain. Begini, banyak dari bentuk itu adalah hal-hal yang tidak baik tentunya. Diremehkan misalnya, maka saya berusaha untuk menganalogikan bahwa saya sedang berhadapan dengan kekurangan orang tersebut. Atau tertipu, maka sudah pasti kita sudah tahu seperti apa sifat yang menggawangi kekurangan seseorang. Sebut saja penipu. Hal ini, saya olah lagi menjadi sesuatu strategi kemakluman, bahkan tantangan, atau mungkin ujian “kelayakan”. Bisa memahami kalimat njelimet barusan? Maklum menurut saya adalah, berusaha memahami kekurangan seseorang. Tantangan yang juga menuru…

Charity for love

Assalamualaikum,
Sumber Foto
Tadi malam, saya dan beberapa teteman melakukan sesuatu yang pernah kami lakukan di bulan Ramadhan. Bakti sosial. Sengaja kami keluar malam hari di hari biasa untuk membagikan makanan untuk mereka yg tidur atau bekerja di jalan. Tidak banyak memang. Rencana ini juga terlalu mendadak, sehingga beberapa komunikasi sempat missed. Tetapi prosesnya luar biasa menurut kami. Saya bersama gerombolan para wanita, dan para pria juga berkomuni sendiri. Beberapa puluh bungkus makanan yg sudah siap dari jam 20.30 segera disosialisasikan. Ini kesekian kalinya saya bersama yang lain melakukan aksi malam hari sebagai ajang penasehatan diri, pembelajaran, kesyukuran. Saya juga mengajak adik saya, untuk terjun langsung memberikan makanan.
Malam itu hujan deras, beberapa pedagang sedang berdiam di pojok tikungan. Ada pedagang kacang rebus, sudah tua dan sendirian. Di seberangnya, pedagang jagung rebus yang duduk di trotoar, tanpa jaket dan pakaian hangat yg hanya berdiam di …

Phonography

Assalamualaikum,



Saya ditanyai oleh Paman Xapi, perihal tentang applikasi yang sedang heboh di dunia maya. Mengenai foto-foto yang sudah menjadi konsumsi sosial media. Dan hal yang ditanyakannya adalah apakah saya mengikuti atau tidak. Karena satu hal yang ia jumpai adalah kesenjangan komunikator yang sekarang banyak beredar. :))
Saya tidak berkomentar banyak, hanya saja saya menghargai banyak pihak yang menghormati bagaimana fotografi adalah suatu media penyampaian pesan kemanusiaan. Bukan ajang pamer apalagi merendahkan. Saya rasa semua aplikasi yang terdapat dalam komunikator apa saja itu tergantung dari cara menggunakannya. Dari yang saya pakai, walaupun saya bukan gadget freak, tapi saya adalah orang yg mengoptimalisasikan apa yg saya punya. Fotografi apapun medianya, yang penting ia mempunyai lensa. Itu saja. Masalah bagaimana cara tiap orang menangkap moment apa saja yang ia lihat, saya rasa ini masalah naluri, mata dan hati. Lepas dari mereka yang sedang ribut tentang banyakn…

Good person within you

[Assalamualaikum],

Imajinasi, merangkak kesana kemari. Masih belum berlari mengitari otak kiri. Begini ini, kalau perkara belum bertemu dengan solusi. Kadang termanja, kadang berkelahi.

Mengapa orang baik selalu dimanfaatkan banyak orang? Karena mereka bekerja dan berhidup dengan ikhlas. Mengapa juga terkadang orang baik itu sedikit banyak sakit hati? Karena merasa tidak tertengadah oleh siapapun yang pernah dibantu. Lalu, mengapa mereka masih tetap baik pada sesama? Karena hidup menurut mereka adalah menikmati dan menjadi "tangan" Tuhan ke dua setelah malaikat. Dan mengapa banyak orang tidak perduli bahkan mengkhawatirkan usaha-usaha orang baik? Karena banyak orang sudah terlena dengan penjagaan para orang baik. Ada pula orang baik, yang hanya menanyakan kabar, namun sering teranggap mengemis bantuan? Hahahaha.... Itu karena yang ditanya adalah orang yang miskin peraaan. 
Sekarang, bagaimana jumlah orang baik di dunia? Atau dirumahmu dahulu sebelum menghitung keluar? Adakah m…

Final Distance

Halo, melodi  yang terbiasa. :)

Lopho does start its own.

Assalamualaikum,
[masih tertawa dengan postingan sebelumnnya yg terkesan (ahem) macho].
Okei. Begini, di awal bulan yg baik dan indah luar biasa ini. Saya, Puspita Dharmawangsih (hoax) akan memposting beberapa "sisa-sisa" Lophography (gabungan dari lomo dan phone. Oke? Jabatan dulu) kemarin yang sempat, yaaaa terbengkalai karena sebab musibab gak jelas dari penulis dan rekan-rekannya. Setelah pernikahan kakak saya berlangsung sukses alhamdulillah. Mari kita buka telepon wireless imut ini.
Dimulai dari kamar saya yang dijadikan ruang berbenah diri. Make up, hair do, take on dress. Ini yang saya ingat.

Bros pinjaman mama. Seabrek jarum pentul, jarum jenang, jepitan. Cotton Bud, apa yg menarik dari mereka? Saya suka baby tosca-nya. Serasa warna rumah sakit.

Komunikator yg tergeletak 'sedikit' sembarangan di atas majalah Hidayah terbalik. Majmu' Syarif Kamil yg masih kokoh di meja rias.

Sebelah kiri, tetua peliharaan kami. Bulunya sudah memutih.  Sebelah kanan adalah para …