Langsung ke konten utama

Si mungil itu.... Oscar.

Assalamualaikum,


Keluarga Singa & Cheetah. Diambil dari potongan trailer di YouTube


Kapan hari, saya dipinjami teman saya sebiji kepingan DvD (entahlah ini bajakan atau tidak). Cover depannya dua keluarga singa dan cheetah. Judulnya African Cats. Saya yakin dari awal kalau ini adalah dokumenter. Well, saya membayangkan seperti halnya dokumenter kebanyakan. Dengan slide gambar berbanyak-banyak binatang lucu dan selesai. Namun saya agak sedikit penasaran dengan naratornya, Samuel L. Jackson. Yah, pemain kulit hitam yang fenomenal itu. Juga rumah produksi yang menaunginya. DisneyNature. Saya berpikir lumayan lama, sampai saya lupa berapa kali saya sudah menarik nafas. Nha, ini saya juga baru tahu kalau Disney juga mengeluarkan produksi dokumenter. Dan, dokumenter ini benar-benar full bercerita. Berdurasi yang memang terdapat 'pemeran utama'nya. Tidak hanya satu. Tapi dua. Keren masya Allah.

Saya tidak akan bercerita tentang reviewnya, hanya saya kasih link nya saja ya, sahabat. Sekarang saya sedang lagi demen-demennya penasaran dengan produksi film dokumenter lainnya dari DisneyNature ini. 


Oscar,  3 tahun. Diambil dari potongan trailer di YouTube


Tentang simpanse yang terpisah dengan keluarganya. Namanya Oscar, tiga tahun. Saya juga belum dapat (atau belum minta pinjaman) dvd nya. Tapi dari cerita teman saya, film ini juga gak kalah menyentuh seperti African cats. Kalau di African cats menceritakan tentang kegigihan para betina yang membesarkan anaknya sampai mereka menyendiri untuk mati menua, kalau ini pemeran utamanya si Oscar tadi. Kera imut yang entah dengan sebab apa tertinggal (atau mungkin sengaja ditinggal) oleh komuninya. Termasuk sang ibu. Dia, seorang diri di hutan belantara yang serem banget. Saya sempat melihat behind the scene-nya. Karena memang pada awalnya para kru tidak akan pernah tahu kalau komunitas simpanse bakal meninggalkan Oscar. Nha, setelah tertinggal, bayi simpanse ini luntang-luntung, sahabat. Dalam kesendiriannya, Oscar ini bertemu dengan seekor jantan dewasa yang juga sendirian. Dan luar biasanya, simpanse besar itu 'bersedia' mengadopsi Oscar sebagai anaknya. Dua simpanse berbeda umur tersebut sampai-sampai seperti bapak dan anak. So touching, sahabat. Kru bahkan sempat hampir meniadakan syuting karena kepergian komunitas awal tadi. Namun mereka akhirnya mendapatkan cerita baru dari realita hutan ini. Masya Allah. Melihat trailernya saja saya sampai menangis bombay (yaaa, pada dasarnya saya cengeng).  Semoga semua bisa nonton film dokumenter ini. Amiin yaaa.

Yang membuat saya sedih, selain melihat terpisahnya si Oscar dengan ibunya, saya jadi teringat akan satu hadist yang pernah saya baca. Alkisah (eng ing eng dulu plus backsound arabic music). Seekor rusa yang sedang ditangkap oleh pemburu mengadu kepada Rasulullah SAW agar dilepaskan sebentar untuk dapat menyusui anak-anaknya. Setelah menyusui anak-anaknya, barulah sang rusa kembali lagi ke ikatan si pemburu. Rasul yang pada saat itu dimintai kebijakan, menjamin rusa kepada si pemburu untuk melepaskan sebentar. Nha, rusa pun memegang penuh janjinya. Ia pun kembali lagi kepada rasul dan pemburu tersebut. 

Lalu para pembaca kebingungan. Dimanakah letak hubungannya yang dimaksud?

Iya, ada sambungan dari cerita tadi. Mengenai hadist yang keluar dari seorang mulai yang bernama Muhammad bin Abdullah itu. Inti dari kata beliau, "Kasih sayang yang terlihat dari anak rusa dan induknya tadi tidak dapat menandingi besarnya kasih sayang Allah pada hamba Nya". Nha loooo. Membayangkannya saja saya sudah menangis. Berarti apa yang terlihat indah dari hubungan orang tua dan anak tersebut ternyata masih terlihat kecil dibanding dengan apa yang sudah terjadi. Masya Allah Masya Allah. Berarti pula kasih sayang Nya melebihi kasih sayang anak manusia dengan orang tuanya. Itu sudah bukan cerita lagi.
Jadi, saya ngaca lagi. Sebesar apa kasih sayang saya untuk Rabb di atas sana? Yang saya yakini, yang sering saya katakan saya mencintaiNya padahal sering mengobrak abrik ketentuanNya. Yang katanya sering saya iyakan untuk mengingatNya, padahal saya lupa bersyukur tiap kali bangun tidur, sehabis makan, keluar kamar mandi dan sebagainya. Okei, saya getok kepala saya dulu dan jangan ditiru. :))



Heiya, saya lupa menyelipkan link African cats ya. Klik saja di judulnya.
See & save animals y, guys. 





Wassalam,




Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…